Selasa, 12 Februari 2019

Warung Cabe Jawa Surabaya : Ketika Saya Terpikat Dengan Tumis Timun, Sambel Ulet dan Lobster Penyet



Kalau biasanya lebih sering ngubeg-ngubeg kuliner di daerah Rungkut, sejak mendalami dunia properti, saya sekarang lebih banyak maen-maen di daerah Mulyosari yang tentu saja bikin saya hepi karena banyak kuliner-kuliner enak di sana   dekat kantor. 

Salah satu tempat kuliner oke, yang bikin saya jatuh cinta dengan menunya adalah Warung Cabe Jawa. 


Yoyoi.. yoyoi... jadi nih ada salah satu menu di antara menu-menu yang disediakan warung yang lokasinya terletak di Jl. Raya Mulyosari No.42b, Kalisari, Mulyorejo buat saya berkesan buanget. Ada apa gerangan? Soalnya masakannya kayak masakan emak hahaha.. !

Ini lho, masakan itu. Namanya TUMIS TIMUN (18rb) !

Yha.. baru pertama kali ini saya tau kalau timun bisa ditumis lho, Gengs..


Mau tahu rasanya? Hau jek sen cing ping ahhhh.. ! Jadi, ini sebenarnya kayak tumis (etapi kalo kubilang ini cah ya soalnya ga pake kecap wwkwkwk) biasa, tapi enggak kerasa langunya timun, dan wes gak bisa ngomong, pokoknya sewajan kecil ini kuabisin sendiri. Heran ya, kok bisa sih enak gitu, sederhana tapi resep rumahannya kerasa banget. Buat yang perantauan pasti cocok dah. 

Selain itu, yang istimewa itu ada lobster penyet (37 rb) . Hahaha, ini pengalaman pertama makan lobster (kayaknya) ya, menurut saya sih lobster ya nggak beda-beda jauh sama udang tapi agak sedikit amis sih kalo menurut lidahku . Cuma ini unik, apalagi saya minta sambelnya pedes.. nyammy !! Seporsi dapet 2 ekor mungil dengan sambelnya yang uwenak, gila ! 



Itu aja?  Ya enggaklah ya, orang lapangan kayak kami mana cukup makan segitu aja .. ye kan? Itu belum cukup buat makan siang, soalnya adalagi yang bikin keranjingan.. apa tuh?
Sambel Ulet !

Eits.. jangan berburuk sangka dulu yak.. Sambel ulet (18 rb)  ini isinya sambel, kangkung, tauge, kacang panjang, tempe, dan teri medan yang disajikan jadi satu, terus dimakan pake nasi panas.. haduhh... dosa apakah aku?? Ini uwenak banget !



Apalagi pas ketemu juga dengan iga bakar (38 rb)  yang potongannya gede dan empuk muprul ! Huh hah ! Rasanya saya pingin tinggal di warung itu buat ngerasain enaknya iga ini.. (lebeh kan? lebeh kan??)



Ya nggak terlalu lebeh juga apalagi kubilang kesempurnaan hqq ini terletak pada segelas es pencit segar homemade bersecret recipe dengan rempah-rempah yang bikin anget perut  menutup makan siang ini. 

Fotonya ada nyah? Nggak ! Sudah keenakan nggak sempet moto -_- 

Lha terus gimana?

Yo langsung aja kamu cus ga pake lama ke mari di bawah ini

Dan buktikan sekali lagi lidah saya nggak salah .. Ye kan?




Senin, 04 Februari 2019

Menyambut Tahun Babi Tanah, Pernak-Pernik Apa yang Wajib Ada di Imlek 2019 Ini?





Meskipun ber"casing" gadis Tionghoa ((( GADIS ))), tapi sebenarnya keluarga besar saya tidak terbiasa merayakan Imlek setiap tahunnya. Meski demikian, bukan berarti tidak pernah sama sekali, sesekali saya juga pernah merayakannya bersama teman-teman, dan terlebih dari itu saya suka buanget dengan nuansa Imlek yang suasanya membawa keunikan tersendiri. 

Kenapa sih saya suka banget dengan suasana Imlek? Yes, karena tahun baru Imlek yang identik dengan berbagai pernak-pernik ini selalu menjadi moment yang spesial bagi mereka warga turunan Tionghoa. Bahkan tahun baru Imlek menjadi ajang untuk berkumpul bersama baik itu dengan keluarga, teman ataupun kerabat jauh. 

Kegembiraan menyambut tahun baru Imlek ini sudah terasa bahkan sekitar 1 bulan sebelumnya. Demikian juga Imlek 2019 yang jatuh pada tanggal 5 Februari ini. 
Bagi warga keturunan Tionghoa yang merayakan, biasanya mereka akan menyibukkan diri untuk menyambut hari bahagia ini dengan berbagai persiapan, misalnya 
persiapan bersih-bersih rumah, merapikan perkakas yang mungkin sudah tidak terpakai, mengecat tembok, hingga menghias rumah dengan berbagai penak-pernik khas Imlek lainnya. 

Dari berbagai kesibukan tersebut, menghias rumah dengan pernak-pernik khas Imlek pun seakan menjadi tradisi yang tak bisa dilepaskan. Bahkan, tidak sedikit orang yang rela menghabiskan dananya demi atribut imlek yang lebih lengkap dengan tujuan untuk menyambut sanak saudara yang akan berkunjung ke rumah mereka.

Dari sekian banyaknya pernak-pernik  tema Imlek yang ada, berikut adalah aksesoris yang wajib ada dan dimiliki untuk menyambut Tahun Babi Tanah ini : 

Angpao

Salah satu barang atau pernak-pernik khas Imlek yang selalu ada dan bahkan menjadi tradisi turun menurun adalah angpao. Angpao menjadi salah satu simbol yang selalu digunakan bagi keturunan Tionghoa untuk mendatangkan kebahagian dengan cara berbagi kepada orang lain. Biasanya tradisi ini akan selalu ada di setiap rumah atau ketunan warna Tionghoa di seluruh dunia.




Angpao sendiri merupakan amlop berwarna merah yang di dalamnya terdapat nilai uang yang akan diberikan kepada orang lain. Biasanya, angpao akan diberikan bagi mereka yang belum menikah atau yang belum memiliki pasangan. Selain itu, biasanya angpao juga diberikan kepada meraka yang lebih tua, misalnya saja seperti anak yang memberikan angpao kepada sang kakek dan sang nenek atau keluarga yang dituakan lainnya.

Angpao sendiri merupakan simbol untuk berbagi rezeki terhadap sesama. Di mana orang yang memberikan angpao dipercaya akan mendapatkan kebahagiaan dalam satu tahun ke depan. Sementara itu, orang yang menerima akan disimbolkan sebagai orang yang membawa kebahagian untuk orang yang memberikannya. Sehingga tradisi berbagi angpao pun sangat melekat saat perayaan imlek dari tahun ke tahun.

Pohon Mei Hwa



Selain angpao, penak-pernik khas Imlek yang selalu digunakan dalam menyambut tahun baru imlek adalah Pohon Mei Hwa. Pohon Mei Hwa sendiri merupakan sebuah pohon khas asli China yang menjadi icon atau lambang kesejahteraan, kemakmuran, dan keberuntungan bagi warna Tionghoa. Mei Hwa berasal dari kata ‘Mei’ yang berarti cantik dan kata ‘Hwa’ yang diartikan sebagai bunga cantik yang akan selalu membawa keberuntungan bagi sang pemiliknya. 

Biasanya dalam perayaan  Imlek, bunga ini dijadikan sebagai lambang atas harapan-harapan yang mereka panjatkan untuk tahun yang akan datang. Harapannya. bunga cantik itu mekar dengan warna merah mudanya dapat diartikan sebagai lambang atas kebahagiaan, kesejahteraan, dan keberuntungan. Selain itu, biasanya orang Tionghoa akan menghias Pohon Mei Hwa dengan berbagai pernak-pernik seperti angpao, pita emas, lampion kecil, dan lainnya.

Lampion



Pernak-pernik khas Imlek yang selalu ada di dalam perayaan tahun baru Imlek lainnya pun adalah lampion. Lampion sendiri merupakan lampu yang terbuat dari kertas yang memiliki simbol sebagai lambang kebahagiaan dan pengharapan bagi mereka yang merayakannya. 

Tak heran jika para keturunan Tionghoa pun akan selalu mengganti lampu lampion mereka setiap tahunnya dengan tujuan harapan baru yang lebih baik lagi. Selain itu, sinar dari lampu lampion sendiri juga memberikan lambang untuk kebahagiaan setiap orang.

Karenanya, lampion termasuk salah satu pernak-pernik wajib yang selalu ada di setiap perayaan Imlek dari tahun ke tahun. Biasanya lampu lampion akan di pajang di rumah-rumah, jalan raya, sudut-sudut kota, taman, hingga berbagai pusat usaha lainnya. 

Kue Keranjang

Saya suka banget sama kue keranjang! Yes,  kue bernama Kue Keranjang ini menjadi salah satu makanan khas Tionghoa yang selalu disajikan saat perayaan imlek menjelang. Kue yang berwarna warna coklat dan berbentuk bulat ini dibuat dari bahan tepung ketan dan gula. Kalau mama sih biasanya suka mengolahnya dengan cara digoreng dengan telur. Menyerap minyak banget sih, tapi percayalah, ini enak !!



Nama kue keranjang sendiri diambil karena kue ini dibuat di dalam cetakan berbentuk keranjang. Sedangkan bentuknya yang bulat melambangkan akan arti sebuah kehidupan. 

Bahkan kue ini juga menjadi lambang bagi mereka yang menikmati untuk bisa hidup bersama-sama dengan keluarga, dengan penuh tekat dan kerukunan hingga akhir hayatnya. Selain itu, bagi orang lain yang menikmati kue keranjang juga dipercaya akan diberikan umur yang lebih panjang. Sehingga kue ini akan selalu ada di setiap perayaan imlek.

Barongsai dan Aksesorisnya

Selain pernak-pernik imlek di atas, ada salah satu pernak-pernik yang tak bisa lepas dari perayaan imlek setiap tahunnya, yaitu barongsai. Barongsai sendiri merupakan sebuah tarian yang diiringi dengan musik khas China dan dimainkan oleh 2 – 3 orang di dalamnya. 



Biasanya Barongsai menjadi salah satu pertunjukan khas China yang akan selalu meramaikan perayaan imlek setiap tahunnya. Kamu sendiri bisa melihat pertunjukan Barongsai di pusat-pusat perbelanjaan, jalanan umum, atau bahkan tempat lainnya.

Petasan


Satu lagi yang tak boleh ketinggalan saat perayaan imlek menjelang, yaitu petasan. Meskipun saat ini petasan sering dijadikan sebagai mainan khas anak-anak atau bahkan orang dewasa. 

Namun, di balik bunyinya yang keras dan beragam ini. Petasan memiliki arti dan simbol tersendiri bagi warna China khususnya keturunan Tionghoa. Konon dulunya, petasan digunakan untuk mengusir mahkluk-mahkluk yang sering membuat keonaran. Dengan suaranya yang keras, dipercaya petasan mampu mengusir mahkluk jahat dari kehidupan seseorang. Tak heran jika kebanyakan orang Tionghoa membunyikan petasan saat perayaan imlek menjelang.

Nah, dari sekian banyaknya pernak-pernik tema Imlek di atas, buat kamu yang merayakan Imlek 2019 dan tidak sempat berburu aksesoris di mall karena berbagai kesibukan, kini saatnya memilih iLotte.com yang memiliki banyak pilihan yang beragam dengan harga yang dibandrol lebih terjangkau.