Kamis, 17 Januari 2019

Meluangkan Waktu Sejenak Untuk Memahami Reksa Dana Syariah

Sebagai agen properti, banyak hal yang harus saya ketahui tentang dunia keuangan, yang selama ini bahkan nggak saya pahami sama sekali. Hingga suatu saat ada calon klien minta dicarikan info tentang KPR Syariah. 

Saat ini memang bermunculan pembiayaan-pembiayaan yang berbasis ekonomi Syariah di Indonesia. Seperti yang kita tahu hal ini juga menunjang kondisi masyarakat Indonesia yang memang mayoritas muslim. 


Ya..ya.. ya, katakanlah begini, saat seseorang sudah menjaga makanan yang masuk ke dalam tubuhnya, diolah dengan cara yang halal, tentu saja ia pun menginginkan semua aspek dalam kehidupannya juga dilakukan secara halal termasuk urusan duit. Ye, kan?




Kenapa demikian? 

Ya tentu saja untuk menghindarkan diri dari segala sesuatu yang haram atau bertentangan dengan hukum Syariah, yang diantaranya bisa berbentuk judi (maisir), penawaran palsu (najazy), suap (risywah), penipuan (tadlis), penimbunan (ikhtikar), ketidakadilan (zhulm), tidak bermanfaatan (mudarat) dan juga bunga baik dalam bentuk jual-beli maupun simpan-meminjam (riba).  Di samping itu sistem ekonomi Syariah ini juga diharapkan dapat membawa manfaat bagi orang banyak. 

Yang seperti inipun rasanya juga diajarkan oleh semua agama tetapi dengan penerapan yang berbeda ya?. 

Ngomong-ngomong tentang pembiayaan berbasis Syariah, tidak hanya KPR saja lho, bahkan Reksa Danapun saat ini juga telah mengeluarkan produk Syariah yang tentu saja diharapkan makin membuat banyak orang tertarik untuk melakukan investasinya dengan cara tersebut.  Selain itu, juga menghindarkan dari yang namanya investasi bodong.


Oh ya,  kapan waktu saya pernah berbagi tentang pentingnya berinvestasi melalui Reksa Dana. Sudah baca?


Nah, setelah saya ngobrol-ngobrol dengan teman-teman yang mempercayakan investasinya pada Reksa Dana Syariah, beberapa hal berikut yang makin memantapkan pilihannya : 

  • Reksa Dana Syariah adalah Reksa Dana yang beroperasi sesuai dengan ketentuan dan prinsip syariah Islam, baik dalam bentuk akad antara pemodal sebagai pemilik harta dengan Manajer Investasi.
  • Para pemodal secara kolektif mempunyai hak atas hasil invetasi reksa dana, di mana para pemodal tersebut berhak atas bagi hasil sampai saat ditariknya kembali penyertaan itu.
  • Penempatannya hanya pada Daftar Efek Syariah (DES)
  • Daftar Efek Syariah (DES) nya merupakan perusahaan terbuka yang memenuhi kepatuhan Syariah dan efek diterbitkan sesuai dengan akad syariah, sesuai peraturan terkait penerbitan efek syariah
  • Unit Pengelolaan Investasi Syariah (UPIS)nya diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah yang direkomendasikan Dewan Syariah Nasional dan memiliki izin Ahli Syariah Pasar Modal 
Sayapun manggut-manggut aja saat teman itu menjelaskan, dan iapun menambahkan bahwa saat ini dia mempercayakan investasi Reksa Dana Syariahnya pada MAMI (Manulife Asset Management)  yang dianggapnya amanah sebagai Manajer Investasinya karena memiliki ijin sebagai Pihak Penerbit Efek Syariah dan terdaftar serta diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Gimana?
Sudah sedikit tercerahkan ?

Yes, jadi agen properti emang kudu melek ya.. ahay... !
2019 Makin pinter nih saya..





4 komentar:

  1. Cerah kok mbak, ceraaaah, hehehe

    BalasHapus
  2. Hadirnya investasi Syariah dan Pengelolaan keuangan tentunya memberikan pencerahan sekaligus pilihan yang tepat untuk kita

    BalasHapus
  3. Ternyata Reksa Dana ada yang syariah juga, kirain cuma bank ajah yg ada Syariahnya

    BalasHapus
  4. Baru ini saya tahu ada lembaga DES, UPIS, gitu gitu mbak.. KEren!

    BalasHapus