Kamis, 15 November 2018

Traveloka Eats Dulu, Kulineran Nang Suroboyo Kemudian



Sudah nonton film Aruna dan Lidahnya? Atau kalau memang belum, tapi pasti tahu kan kalau di sekitar pertengahan Bulan September 2018, sebuah film yang dibintangi oleh Dian Sastrowardoyo, Nicholas Saputra, Hannah Al Rasyid dan Oka Antara ini sempat booming terutama di kalangan pecinta kuliner. 

Lha, kenapa begitu? Yes, sebab film yang diadaptasi dari buku novel karangan Laksmi Pamuntjak ini menceritakan tentang banyak pengetahuan tentang keberagaman kuliner di Indonesia, di mana penonton akan dibawa berpetualang menuju satu tempat ke tempat lain untuk mencicipi berbagai kelezatan kuliner di Indonesia. Dan, salah satu kota yang menjadi persinggahan film tersebut adalah SURABAYA ! 


Bagian serunya, di awal Bulan November kemarin, tepatnya 2-4 November, saya dan Nico beserta para foodiesnya Surabaya mendapat undangan secara langsung dari Tim Traveloka Eats untuk mengikuti Culinary Trip selama 3 hari yang temanya  EATSXARUNADANLIDAHNYA barengan #TEMANKULINERAN. 


Yes ! Acara ini memang terinspirasi dari film Aruna dan Lidahnya tersebut. Namun, tidak semua perjalanan wisata kuliner kali ini sesuai dengan spot-spot yang ada di film tersebut. Demikian juga tidak semua spot yang kami kunjungi juga ada di dalam film itu, tapi semua tidak mengurangi keseruan acara yang sangat-sangat menyenangkan dan mengenyangkan buat kami ber-30 ! Seperti apa keseruannya? Yuk, mari kita kita mulai dari : 


Hari 1 : Jumat, 2 November 2018 
Jam 9 pagi kami, para peserta diwajibkan untuk kumpul dan melakukan registrasi di Hotel Harris Gubeng. (FYI, untuk kelancaran acara, semua peserta mendapatkan fasilitas untuk menginap di hotel tersebut selama 3D2N) Asiknya, karena profesi saya dan Nico sama, so kami boleh ikut berdua dan sudah pasti sekamar dong ya (ini gak perlu dibahas kan, ya sebenernya?)
Untuk review hotel nanti di post terpisah ya. 

Nah, di hari pertama, apa aja sih yang kuliner yang aku santap di hari pertama ? Siap-siap yak ! Ini dia...









Hari 2 : Sabtu, 3 November 2018 


Jadi, sebenarnya di pagi hari kedua ini, kami mendapat jatah breakfast di hotel, tapi karena kedudulan saya dan terlalu bersemangat haha-hihi, tumben tumbenan lupa foto. Tapi yang jelas, menu-menu di resto Harris Gubeng tak perlu diragukan lagi. Kalau kamu sempat makan di sana, jangan lupa cobain wafflenya ya ! Semua teman sepakat bilang wafflenya top markotop 


Baca juga : Marketplace Addicted Buffet Lunch Harris Gubeng : Wajib Coba Makan Di Sini, Gengs !


Siap lanjut ke cerita di hari kedua? Yuk mari, longgarkan ikat pinggang dulu, yak. 








Ahhh.. hari yang melelahkan, menyenangkan, dan sekaligus mengenyangkan sangat! Tapi, herannya menurut cerita teman-teman dan termasuk saya juga, begitu sampai hotel beberapa di antara kami masih laper lho.. Kok bisa ya? 


Untung saja, saya sempat menculik beberapa jajan di mobil untuk bontotan di kamar, sementara temen lain memilih untuk pesen Go-food atau keluar lagi makan malam  tahap ke-dua ! Bener-bener amazing kalian, Gengs!

Masih belum bosan kan?

Yuk, mari lanjut ke :

Hari 3 : Minggu, 4 November 2018 



Oke, sampailah kita di hari ke-tiga !


Seperti yang sebelumnya, pagi ini kami diminta kumpul jam 7 pagi buat mengenyangkan perut di hari terakhir ! 

Dasar sudah laper di malam sebelumnya tapi males keluar makan, pagi hari saya sudah kelaparan dan ribut aja mau sarapan di hotel. Lha, pas woro-woro ngajak temen saya Mr. Boo buat makan, eh dia bilang nggak dapet sarapan di hotel pagi itu huhuhu.. Gatot buat foto deh.. 

Tapi, gpp sih, terobati juga dengan perjalanan pagi ke BUBUR AYAM SPENSIX yang ada di Jalan Jawa. 

Bubur ayam yang dibandrol dengan harga per porsi sekitar Rp 14.000 dan Rp 18.000 jika lengkap dengan rempelo ati ini ternyata emang enak.. huhuhu.. kenapa baru tahu hari itu ya? Padahal, saya sebenarnya bukan penggemar bubur.  Bahkan, Mbak Yuniari yang katanya ga doyan bubur (akhirnya mesen setengah porsi) juga bilang enak..  Nah, lho !

Setelah kenyang dengan snack pagi itu (( SNACK )), kami diajak untuk melihat simbol kebanggaan arek-arek Surabaya yaitu TUGU PAHLAWAN.  Nggak perlu pakai guide, sebab, ternyata para pendamping kelompok kami (kami dibagi jadi 4 kelompok) adalah Guide handalnya Surabaya, alias mantan Cak dan Ning Surabaya . Hohoho. Asik tenan kan?

Apalagi, guide kelompok kami, kelompok 3 adalah Cak Teddy , yang adalah Cak Suroboyo 2015. Mantull ! 

Nah, setelah dari TUGU PAHLAWAN, kami diajak cari oleh-oleh di Pasar Genteng. Dan saya memberli sebungkus IKAN LIDAH ASIN , PETIS SASETAN dan PINGGIRAN SPIKU ! hahahaha. emak-emak banget kan?

Puas belanja, kami masih diajak snacking lah. Kemana kali ini? 

Yes, kami akan mencoba mencicipi rujak cingur Ahmad Jais yang seporsinya Rp 70.000 dan setempehnya, Rp 1.050 jeti untuk 15 porsi. Yoopo perasaanmu, Rek? makan rujak cingur sejeti ? hahaha.

Emang enak sih, bumbunya gurih, pekat dan cingurnya emfuk nget.. Tapi, yang namanya rujak cingur yo wes ngono ae lah kalo nurut aku. 
Rujak cingur Ahmad Jais , sejeti lima puluh rebu
Nah, setelah puas menikmati rujak sejeti itu, kami masih diajak untuk nge-game di Pasar Atom yang legendaris juga. Bayangin aja sih, wes kenyang disuruh playon.. hulala ~ 



Sayangnya, kami nggak menang game meski ada kejadian handphone yang melayang dan LCDnya pecah huhuhu.. ~  Tapi, seru kok ya . Lumayan membakar kalori setelah digeber makanan 3 hari full !

Dan setelah kami semua diajak makan siang sekaligus penutupan di SOTO AYAM CAK HAR MEER ! Huhuhu.. jadi selesai nih acaranya ? Selesai? Iya !! Selesai ! Kalau dilamain jadi seminggu, aku bakal menggembul nih hahaha..

Oke deh, itu cerita panjangku tentang pengalaman Culinary Trip bersama Traveloka Eats.
Eh, btw sekarang aku jadi keranjingan ngreview di sana, karena bisa dapet point yang kalau terkumpul bisa dibuat mamam-mamam enak lagi. Plus banyak special offer yang bikin nagih.. Buruan, jangan sampai nggak update !

Akhir kata (cieee) , terimakasih tim Traveloka Eats ! Jangan bosan ajak saya lagi ya. Saya ini orangnya nurut kok hahaha.. 

Tim kami selama 3 hari : Nic, Sisca, Nyonyakece, Venda, Nena, dan Cak Teddy 




1 komentar: