Selasa, 30 Oktober 2018

Sebulan Pasca Gempa Dan Tsunami, BUMN Telah Bersinergi Pulihkan Palu Dan Sekitarnya



Masih segar di ingatan kita, tepat sebulan yang lalu tanggal 28 September 2018 sekitar pukul 18.02 , gempa berkekuatan 7,4 SR yang diikuti dengan tsunami melanda pantai barat Pulau Sulawesi, di mana pusat gempa berada di 26 km utara Donggala dan 80 km barat laut kota Palu dengan kedalaman 10 km. 

Kejadian ini tentu saja sangat mengejutkan tatkala bencana alam yang melanda Lombok dan sekitarnya masih menyisakan duka mendalam tak hanya bagi para korban, tetapi juga bagi kita semua di sini. Saya tuh kalau mendengar ada bencana terjadi, rasanya hati ini ikut tercabik-cabik. hiks..


Bisa dibayangkan kehilangan sanak saudara, harta benda hingga tempat tinggal tentu menjadi bencana yang membuat kehidupan para korban bencana alam ini menjadi tak menentu ke depannya. Karena itu, seperti saat terjadi bencana alam lainnya, masyarakat tak segan-segan mengulurkan bantuan untuk para korban yang terdampak bencana sebagai bentuk perhatian dan turut merasakan kesedihan para korban bencana gempa dan tsunami Palu-Donggala ini. 



Photo credit : Jadimandiri.org
Namun, sebulan pasca terjadinya bencana gempa dan tsunami, Kota Palu dan sekitarnya sudah mulai berbenah dan beberapa lokasi yang cukup parah, salah satunya di Desa Lolu dan Desa Sibalaya, Kecamatan Tanambulava, Kabupaten Sigi yang terdampak gempa dan pencairan tanah atau biasa dikenal dengan liquifaksi mulai dibangun kembali. Sebagai informasi buat kamu, Sigi sempat menjadi kawasan terisolir sehingga aliran bantuan lebih sulit disampaikan ke kawasan tersebut. Sedih sekali ya? 

Pendistribusian bantuan ke daerah terdampak bencana tersebut dilakukan oleh berbagai elemen masyarakat, tak terkecuali Bank Mandiri sebagai bagian dari Badan Usaha Milik Negara.


Photo credit : Jadimandiri.org
Setelah sebelumnya, Bank Mandiri telah mengerahkan lebih dari 100 relawan yang terdiri dari para pegawainya guna mendukung bantuan evakuasi dan penyiapan posko bantuan serta dapur umum di lokasi terdampak bencana. Bank Mandiri telah mengirimkan bantuan makanan untuk pengungsi serta 18 unit generator set dan 414 unit emergency lamp untuk memudahkan penyediaan energi listrik dan penerangan.

Tepat sebulan pasca terjadinya gempa dan tsunami ini, Bank Mandiri berperan serta melakukan percepatan dalam membangun 400 Hunian Sementara (Huntara) yang saat ini sudah berada di tahap pengecatan.


Photo credit : Jadimandiri.org
Photo credit : Jadimandiri.org

Bencana alam yang telah memporandakan banyak bangunan ini juga mengakibatkan banyak gedung sekolah hancur sehingga para kesulitan belajar karena gedung yang rusak akibat musibah tersebut. Karenanya, program BUMN Hadir Untuk Negeri ini juga membantu menyalurkan bantuan berupa pembangunan gedung sekolah sementara di daerah pengungsian. 


Photo credit : Jadimandiri.org
Photo credit : Jadimandiri.org
Photo credit : Jadimandiri.org


Dan berbagai fasilitas pendukung seperti toilet dan tempat wudhu


Photo credit : Jadimandiri.org
Tak hanya itu, guna melengkapi sarana pendidikan bagi anak-anak yang berada di lokasi pengungsian, dibangun pula rumah bagi para guru di sekitar lokasi sekolah sementara sekaligus mengirimkan relawan tenaga pengajar untuk melakukan berbagai kegiatan belajar mengajar khususnya untuk anak-anak usia Sekolah Dasar. 


Photo credit : Jadimandiri.org
Photo credit : Jadimandiri.org

Photo credit : Jadimandiri.org
Bantuan untuk anak-anak ini juga tak berhenti di situ saja, berbagai perlengkapan sekolah, mewarna, dan alat permainan yang didistribusikan di Posko Ceria Mandiri juga diberikan kepada anak-anak agar dapat sejenak melupakan kesedihannya pada musibah yang dialaminya. 


Photo credit : Jadimandiri.org
Photo credit : Jadimandiri.org

Photo credit : Jadimandiri.org
Photo credit : Jadimandiri.org
Photo credit : Jadimandiri.org
Photo credit : Jadimandiri.org

Pengerjaan proyek bantuan kali ini bisa lebih cepat dari sebelumnya dikarenakan akses pengiriman barang-barang material yang dibutuhkan untuk menunjang proses renovasi sudah lebih mudah dibandingkan pada saat awal dilakukan pengiriman bantuan. 


Hal ini terjadi karena elemen-elemen dalam BUMN saling bersinergi untuk memulihkan Palu pasca terjadinya bencana sebulan lalu. Misalnya saja Tim Tanggap Darurat WIKA atau Wijaya Karya  yang merupakan perusahaan konstruksi milik Pemerintah Indonesia  juga sedang melakukan perbaikan fungsi mekanikal elektrikal bandara yang pada saat ini sudah masuk pada tahapan tes kelayakan elektrikal.

Sejalan dengan hal tersebut, Ibu Menteri BUMN Rini Soemarno pada Hari Selasa, 30 Oktober 2018 berkunjung ke Desa Sibalaya, Kecamatan Tanambulava, Kabupaten Sigi dalam rangka melihat pemulihan Palu yang dilakukan oleh BUMN. 


Photo credit : Jadimandiri.org
Bersama beliau hadir pula jajaran Direksi BUMN dan juga Bapak Kartika Wirjoatmodjo selaku Direktur Utama Bank Mandiri.


Photo credit : Jadimandiri.org
Kunjungan kerja tersebut tak hanya untuk melihat hasil kinerja BUMN, tetapi juga untuk berinteraksi dengan masyarakat di lokasi bencana. 


Photo credit : Jadimandiri.org
Melakukan kunjungan ke proyek Huntara yang sedang dalam tahap pembangunan tersebut. 


Photo credit : Jadimandiri.org
Dan juga mengunjungi anak-anak yang sedang belajar di ruang kelas sementara.


Photo credit : Jadimandiri.org
Ya, meski dengan perlahan namun pasti, Masyarakat Palu telah kuat dan bangkit dan bergandengan tangan bersama untuk kembali menyongsong kehidupan yang lebih baik di masa depan. Amin. 



0 komentar:

Posting Komentar