Rabu, 03 Oktober 2018

Antara Dana Darurat dan Kebutuhan Sehari-Hari. Penting Mana?


Banyak orang yang tidak menyadari pentingnya memiliki dana darurat dalam keuangan pribadi atau rumah tangganya.  Dulu sayapun demikian. Hingga pada awal tahun 2017 lalu Nico sakit hingga berbulan-bulan dan mengharuskannya bedrest total, di sanalah saya menjadi tersadar bahwa memang dana darurat diperlukan saat terjadi sesuatu yang harus dibiayai, tanpa bisa dicegah atau dihindari.

Ya, dana darurat adalah dana yang memang harus kita "paksa" sisihkan dari pendapatan kita sebulan sehingga dapat digunakan saat terjadi hal-hal yang memang di luar anggaran bulanan biasanya. 

Dana darurat ini sebaiknya tidak dengan "sengaja" digunakan, kecuali jika memang ada kejadian yang mengharuskan kita mengeluarkannya untuk urusan yang sangat mendesak seperti saat ada anggota keluarga yang sakit, tiba-tiba kehilangan pekerjaan (kedua hal ini sudah saya alami di saat bersamaan), dan berbagai contoh lainnya. 



Sebenarnya, tidak ada patokan khusus tentang besarnya dana darurat yang harus disiapkan setiap orang atau kelarga. Karena, pendapatan dan kebutuhan setiap orang tentu saja berbeda satu dengan yang lainnya. Namun, ada baiknya dana darurat dapat menyokong kebutuhan hidup, setidaknya selama 6 hingga 9 bulan ke depan. Misalnya nih, biaya hidup bulanan kita Rp3 juta, maka dana darurat yang wajib disiapkan adalah minimal sebesar Rp 18 juta.  

Lha, kan kalau sekarang sakit ada asuransi, BPJS dan lain sebagainya? Hmm.. percayalah, kenyataannya tak seindah itu. Saat ada anggota keluarga yang sakit, dana darurat ini bukan saja bermanfaat sebagai biaya pengobatan, lebih dari itu biaya ini dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan lainnya yang tentu saja tidak dapat ditanggung oleh pihak penyedia jaminan kesehatan. 




"Suzan, suzan, suzan, besok gede, mau jadi apa? "

Buat kamu yang hidup di era 90-an pasti kena dengan lagu yang dinyanyikan Suzan,  boneka cantik yang bisa ngomong milik Kak Ria Enes?  Ya, lagu, itu seakan berbicara bahwa sejak kecil setiap orang memang diharuskan memiliki cita-cita dan impian untuk masa depannya, yang sedapat mungkin diusahakan untuk diwujudkan dan nggak hanya berhenti menjadi khayalan saja. 

Sebenarnya, secara garis besar ada 4 mimpi yang umumnya diharapkan banyak orang dapat terwujud di masa depannya. 




Menikah
Eh, percaya deh, mau diirit seperti apapun, tetapi  urusan menikah ini bukan hal yang bisa disepelekan begitu saja. Pengalaman saya di tahun 2012 kemarin mengatakan demikian. Apalagi jika keluargamu termasuk keluarga besar dan kamu punya banyak fans #eh. 

Punya rumah sendiri
Siapa sih yang nggak mau punya rumah sendiri? Ini beneran lho, saya merasakan sendiri saat harus pindah dari satu kost ke kost keluarga lain, harus pindah satu kontrakan ke kontrakan lain, yang mana harga untuk kontrakan bahkan lebih mahal daripada untuk Uang Tanda Jadi membeli rumah saat ini. 

Traveling
Dunia media sosial belakangan ini membawa peranan penting bagi perkembangan dunia traveling. Saya dan Nicopun juga punya impian untuk traveling, tapi nggak perlu jauh-jauh dulu lah, explore Indonesia dulu baru ke luar negeri. (Pinginnya sih begitu)

Tunaikan perintah agama
Tidak hanya umat Islam saja yang punya keinginan untuk dapat menunaikan perintah agama seperti ibadah haji atau umroh. Kamipun, umat Katolik meskipun tidak wajib juga punya mimpi besar dapat mengunjungi Lourdés, tempat di mana Bunda Maria menampakkan diri. 

Untuk mewujudkan berbagai impian tersebut, tentunya sedari dini kita harus berani melakukan perencanaan keuangan dan menyusun prioritas-prioritas dalam keuangan yang akan mendukung cita-cita masa depan kita.

Lalu, apa sih bedanya tabungan dengan investasi?

Jelas beda. Tabungan itu digunakan untuk jangka pendek dan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sewaktu-waktu misalnya untuk belanja harian, membayar berbagai tabungan, dll.  Sedangkan investasi memang harus disimpan dan dipisahkan dengan dana harian lainnya sehingga dapat digunakan hanya pada saat diperlukan saja. 

Harapannya, dana yang diinvestasikan tersebut dapat terus bertumbuh, terhindar dari inflasi, dan dapat mewujudkan impian di masa depan melalui instrumen yang tepat, seperti Reksa Dana misalnya. 

Baca juga : Mempersiapkan Masa Depan dengan Berinvestasi Melalui Reksa Dana


Merefesh kembali, yang dimaksud dengan Reksa Dana adalah program investasi yang
menggabungkan modal dari banyak investor, dan berinvestasi pada beragam instrumen, serta dikelola secara profesional oleh perusahaan pengelola aset. Kelebihan dari Reksa Dana jika dibandingkan dengan jenis investasi lainnya adalah :

Fleksibel :  Banyak pilihan produk sesuai kebutuhan investasi.
Likuid :  Bisa dicairkan kapan saja, tanpa jangka waktu.
Aman : Terdaftar dan diawasi OJK
Bebas pajak: Hasil investasi tidak dipotong pajak.
Terjangkau :  Bahkan mulai Rp10 ribu!

Ada 4 empat jenis reksa dana, yaitu :
Reksa Dana Pasar Uang : Di mana seluruhnya instrumen pasar uang dengan potensi hasil & fluktuasi cenderung stabil
Reksa Dana Pendapatan Tetap : Minimal 80% obligasi, di mana potensi hasil & fluktuasi rendah.
Reksa Dana Campuran : Porsi obligasi dansaham lebih imbang dengan potensi hasil &
fluktuasi sedang.
Reksa Dana Saham : Minimal 80% saham dengan potensi hasil & fluktuasi tinggi.

Untuk kebutuhan dana darurat seperti yang telah disebutkan di atas, jenis Reksa Dana yang cocok dipilih adalah Reksa Dana Pasar Uang, yang bercirikan "low risk, low return" dengan pengertian risiko rendah dengan keuntungan yang relatif tidak besar juga. 

Sedangkan untuk mimpi dan cita-cita masa depan yang tidak terlalu mendesak, seperti traveling kita bisa menempatkannya pada investasi Reksa Dana Pendapatan Tetap, yakni menginvestasikan minimal 80% aset dalam bentuk obligasi. 


Saat berbicara tentang prioritas hidup, ada beberapa 3 point utama yang sebaiknya kita jadikan acuan, yaitu  Apa? Bagaimana? dan Kapan?
Sebagai contoh, saya buat tabel prioritas keuangan saya, setidaknya untuk 1 tahun ke depan. 

Dalam 1 tahun ke depan, yang saya impikan dalam keluarga setidaknya beberapa hal ini :
1. Punya dana darurat minimal 24 juta yang dapat terwujud dalam satu tahun. 
2. Dengan posisi kami berdua sebagai Agen Properti, kami bermimpi memiliki motor baru yang lebih mumpuni untuk dipakai bekerja, setidaknya dengan budget sebesar 18 juta.
3. Ora et labora, sambil berdoa kita bekerja. Kami berdua pingin banget lho bisa mewujudkan ziarah lokal entah itu saat moment Paskah di Larantuka atau ke Gereja Katolik Graha Maria Annai Velangkanni yang ada di Keuskupan Medan yang mungkin kira-kira perlu persiapan dana sebesar 20 juta. 
Artinya, agar dapat mewujudkan mimpi dan rencana masa depan setidaknya saya harus bisa menyisihkan minimal 5 juta per bulannya untuk berinvestasi. Cukup realistis kan?
Namun yang pasti, apapun produk Reksa Dana yang dipilih sebaiknya sesuaikan dengan kondisi keuangan setiap bulannya, agar tidak mengganggu kebutuhan harian tetapi tetap harus direncanakan  demi masa depan. 

12 komentar:

  1. Dana darurat emang ga pernah kepikiran selama ini, makasih mba udah diingetin hheee

    BalasHapus
    Balasan
    1. ahahaha iya, saya baru menyadari setelah ada kejadian suami sakit itu

      Hapus
  2. Dari sekian rencana aku fokus pada kalimat ganti motor. Ya kali motorku juga minta ganti haha..
    Waduh, dananya nambah lagi deh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. motorku sudah tak mampu menahan beban berat kami berdua huuhuhu

      Hapus
  3. Smoga setelah dpt pencerahan dari sini, bisa mengimplikasikannya.wujudkan mimpi dgn investasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. amin.. amin, makasih kunjungannya ning ^

      Hapus
  4. Baca ulasan ini jadi memikirkan untuk persiapan dana darurat dengan investasi Reksadana

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak.. yuk selagi masih bisa

      Hapus
  5. Buatku dana darurat dan tabungan sama ptgnya. Makanya tiap abis gajian, dua budget itu selalu lgs aku pisahin. Kalo utk dana darurat, sengaja aku masukin ke reksadana supaya ga kepake dan bisa berkembang :). Ga pgn samasekali saat terjadi emergency lgs kelabakan.

    BalasHapus
  6. ziarah lokalnya semoga bisa terlaksana dengan invest reksa dana mbak

    BalasHapus