Minggu, 26 November 2017

UMKM Surabaya Kudu Bonek, Rek !


Hari Kamis,  23 November 2017 kemarin,  saya dan beberapa teman Blogger Surabaya, rekan jurnalis,  dan para pelaku UKM diundang untuk  menghadiri Focus Group Discussion dengan tema : KIAT UMKM DAN PERBANKAN HADAPI PERUBAHAN POLA KONSUMSi MASYARAKAT.  


Hadir sebagai pembicara,  4 tokoh penting,  yaitu :

Bapak Dani Surya Sinaga, Direktur Pengawasan OJK Regional IV Jawa Timur
Bapak Achmad Basuki,  Kepala Bidang UMKM Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Timur 
Bapak Kuncarsono Prasetyo,  Pelaku UMKM,  Owner Kaos Sawoong
Bapak Atta Alva Wanggai,  Regional Credit and Bussiness Development Bank Mandiri Wilayah VII Jatim

Acara ini diadakan sebagai bentuk kepedulian pemerintah untuk menggenjot para pelaku UMKM di Jawa Timur khususnya agar mampu bersaing di perekonomian global jaman sekarang.


Pelaku UMKM harus memulai usahanya dengan EMPAT TITIK NOL


Begitulah inti pembicaraan yang disampaikan oleh Bapak Dani Surya Sinaga selaku Direktur Pengawasan OJK Regional IV Jawa Timur. Empat titik nol yang dimaksudkan disini adalah produktif, kreatif, punya jiwa enterpreneur, dan satu lagi go-digital. 

Di jaman sekarang, pelaku UMKM yang sudah mulai terbiasa dengan pemasaran produk via online harus mulai memperhatikan beberapa aspek dalam menjalankan usahanya yaitu dari segi Product, Price, Place, dan Promotion. Dan ini didukung dengan perkembangan era digital yang mampu membantu UMKM memasarkan produknya keluar wilayahnya, bahkan juga ke seluruh belahan dunia lainnya. 

Nah, untuk Jawa Timur, khususnya Kabupaten Banyuwangi, telah memulai pengembangan promosi UMKM daerahnya melalui www.banyuwangimall.com yang menampilkan semua produk UMKM disana mulai dari produk berupa barang, maupun jasa. Nggak heran, sebab saat ini Banyuwangi merupakan salah satu kabupaten yang maju dengan pesat sektor ekonomi dan pariwisatanya. Setidaknya ada 77 kegiatan yang telah dipublish dan dipromosikan oleh Bupatinya dan semuanya melibatkan UMKM di dalamnya. 

Tiga dari empat pembicara hari ini | doc : nyonyakece


Munculnya lembaga pembiayaan mempermudah UMKM untuk mengembangkan usahanya. 
Bapak Dani juga menyampaikan, bahwa terhitung sejak Desember 2016, pemerintah melalui OJK telah mengeluarkan ketentuan mengenai Fintech  yang merupakan lini bisnis berbasis perangkat teknologi. Setidaknya sudah ada 25 perusahaan yang bergerak di bidang perusahaan yang tentu saja berjalan dalam pengawasan OJK. 

Salah satu perusahaan pembiayaan yang dicontohkan adalah Amartha.com yang menawarkan pinjaman mulai dari nominal kecil sekitar Rp 3.000.000 yang memang ditujukan bagi pedagang kecil seperti pedangang kelontong. Cara pengajuannya juga sangat mudah, dan permohonan akan dijawab dalam 3 hari kerja, serta sistem pembayarannya setiap minggu dengan pengajuan melalui online. 

Jadi, pada inti pembicaraan yang disampaikan Bapak Dani Surya Sinaga ini adalah dengan munculnya berbagai lembaga pembiayaan yang diawasi oleh OJK ini akan semakin memudahkan UMKM untuk bisa mendapatkan modal dalam mengembangkan usahanya

Pelaku usaha harus memiliki legalitas dan standarisasi dalam usahanya


Yang mengejutkan, ternyata pertumbuhan ekonomi Jawa Timur jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional, lho. Jika pertumbuhan nasional hanya sebesar 5,07% maka pertumbuhan perekonomian di Jawa Timur sudah mencapai 5,17%, jadi kalau dirupiahkan telah mencapai Rp 1,880 triliun. Nggak cuma itu, yang paling mengagumkan, sebesar 54,9 %-nya didukung oleh UMKM dan Koperasi. Keren!


Oleh sebab itu Pemprov Jatim sangat mendukung pelaku UMKM dalam mengembangkan usahanya, terutama dalam hal :


Produksi , termasuk di dalamnya mempermudah pengurusan legalitas, mewujudkan standartisasi, serta membantu pemasaran.


Oh iya, salah satu yang dilakukan Pemprov dalam membantu pemasaran adalah dengan menggunakan jaringan SMS untuk membantu promosi produk UMKM melalui bekerjasama dengan salah satu operator seluler . Jadi nih, jangan heran kalau setiap melintasi sekitaran Juanda, buat kamu pengguna Telkomsel bakal dapat SMS promosi tersebut.


Demikian hal yang disampaikan oleh Bapak Achmad Basuki, Kepala Bidang UMKM Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Timur 


Selain itu yang nggak kalah pentingnya adalah tentang Legalisasi yang seringkali dianggap sepele oleh para pelaku UMKM. Padahal legalisasi ini sangat penting untuk dilakukan terutama di era digital ini. Nah, untuk mewujudkan legalitas usahanya, pelaku usaha harus memiliki standartisasi. Misalnya dalam bidang kuliner, harus dilengkapi dengan sertifikasi halal, atau surat keterangan dari BPOM, dan dalam hal ini dinas koperasi dan UMKM bersedia membantu mendapatkan semua kelengkapan itu. 


UMKM Surabaya kudu bonek, Rek!


Di era digital ini banyak hal yang telah dilakukan pemprov khususnya Dinkop untuk mengajak masyarakat Jawa Timur untuk bersama-sama melakukan terobosan dalam bidang perekonomian. Terutama bagi pelaku usaha yang telah memiliki legalitas bisa mendaftarkan diri melalui website dengan mengisi 18 indikator. 


Sayangnya, dengan berbagai fasilitas yang ada, banyak orang yang malas untuk diajak maju dan itulah yang yang dapat menghambat kemajuan usaha para pelaku UMKM sendiri. UMKM Surabaya kudu bonek! Sebab, untuk menjalankan usaha harus ditopang kemauan dan niat yang tinggi untuk menunjukkan jalan menuju keberhasilan. 



Performance produk melalui pengemasan dan penyajiannya yang baik merupakan Branding



Kuncarsono Prasetyo, Pelaku UKM, Owner Kaos Sawoong
Session berikutnya dilanjutkan oleh Bapak Kuncarsono Prasetyo,  Pelaku UMKM,  Owner Kaos Sawoong, salah satu yang sukses di bidangnya. 

Menurutnya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar sukses dalam memasarkan produk, yaitu :


1. Pengemasan produk harus sebaik mungkin untuk menaikkan value.

Ada cerita tentang salah satu produk salah satu UMKM yang karena kemasannya dipercantik, membuat harga produk yang awalnya hanya RP 4.000 per bungkus akhirnya melonjak menjadi Rp 25.000 dan bahkan mencapai Rp 50.000 saat dijual di Juanda. WOW, ternyata hal-hal seperti itu harus ikut dipikirkan juga ya. 

2. Penyajian harus berkualitas, sebab sebagus apapun suatu produk diproduksi jika penyajiannya tidak bagus akan berpengaruh pada penjualan. 


3. Pemasaran jaman sekarang harus punya target. Penting banget ini, jangan sampai di era digital ini kita melakukan penjualan ala jaman purba yang jalan tanpa tujuan dan target. Jadi, kenali target pasarmu dahulu sebelum melakukan usahamu.


Intinya, performance produk melalui pengemasan dan penyajiannya yang baik adalah Branding sebagai identifikasi usaha yang kita jalankan.


Rumah Kreatif BUMN mengakomodir UMKM dalam membentuk Digital Economy Ecosystem.



Atta Alva Wanggai,  Regional Credit and Bussiness Development Bank Mandiri Wilayah vIII Jatim

Sessi terakhir disampaikan oleh Bapak Atta Alva Wanggai,  Regional Credit and Bussiness Development Bank Mandiri Wilayah vIII Jatim


Saat ini Pemerintah telah memiliki suatu program yang mereka namakan dengan Rumah Kreatif BUMN yang disingkat dengan RKB. Di Surabaya, sejak Januari 2017, RKB ini dikoordinir oleh Bank Mandiri dan telah memiliki 42 kegiatan hingga saat ini. 


RKB sendiri adalah :





RKB memiliki alur dan proses dalam menjalankan programnya, yaitu :

1. Menjemput UKM
2. Analisa data UKM
3. Konsultasi dan Quality Control
4. Digitalisasi dan E-commerce

Sedangkan untuk menjadi member RKB sangatlah mudah, para pelaku UMKM hanya cukup melakukan registrasi, dan akan mendapatkan beberapa manfaat :

1. Dapat menggunakan fasilitas ruangan di RKB untuk kepentingan meeting dengan klien
2. Mendapatkan fasilitas konsultasi usaha dan dapat dilakukan selama jam kerja
3. Diundang untuk mengikuti pameran dan training yang dilakukan oleh RKB
4. Bisa mendisplay produknya di RKB

Asik juga ya? Yuk.. buruan yang belum mendaftarkan diri bisa main-main ke Jalan  Khairil Anwar No.18,  Surabaya jangan kalah dengan 1100 member lainnya yang sudah terdaftar lho. 

Selain itu untuk mempercantik programnya, RKB telah meluncurkan sebuah portal uploading untuk produk UMKM yaitu www.portalbumn.id

Hmm.. nggak ada alasan untuk nggak mau maju lho..


Huah... acara hari ini super padat, keren, dan bermanfaat. Bahkan buat saya yang biasanya ngobrolin soal makanan, kuliner, dan kenyang. Ini sampai melongo dibuatnya.
Tambah kawan, tambah ilmu, tambah pinter, dan punya bekal buat jalanin usaha Daster Cantik

Last but not least

Nggak cuma keren, tapi acara hari ini juga bertabur hadiah, yang sayangnya nggak ada seorangpun di antara kami para Blogger cantik yang dapet.. padahal kami sudah ngincer voucher nginep di hotelnya lho .. hahaha



Acara yang bertabur hadiah | pict by nyonyakece


Tapi, nggak apa deh yang penting seru, bisa ketemuan, dan bisa wefie bareng ๐Ÿ˜๐Ÿ˜ #eaaaa 


Yang penting hepi | pict by mbakavy









4 komentar:

  1. kalo nggak mbonek.... gak maju-maju ya sist hehehehe

    BalasHapus
  2. Hooo jelas itu kak hahaha kudu bonek luar dalam.

    BalasHapus
  3. Seru ya mbak kegiatannya. Banyak informasi yang didapat dari review mbak ini, terutama bagi saya yang juga sebagai pelaku UKM.

    BalasHapus