Sabtu, 09 September 2017

Bebek Goreng Palupi Rungkut Asri Tengah, Dadanya Besar


Sejak suami saya Nico harus bedrest dan nggak boleh terlalu banyak berkegiatan, banyak aktivitas yang jadi langka bahkan jarang sekali dilakukan. Salah satunya kuliner dan nongkrong bareng. Mangkanya setiap kali abis nganter Nico nge-lab kami selalu curi-curi waktu sejenak buat sekedar "makan di luar" biar nggak terlalu jenuh juga buat dia. Biasanya sih pilihan kami tetep, Mc Donald πŸ˜€πŸ˜€ soalnya mo kuliner yang lain jam 9 pagi belum pada buka. 

Beberapa kali ini kami sengaja ngelab yang deket-deket aja, di PUSURA Rungkut sana. Dan hari ini kami berangkat agak siangan.  Karena saya laper berat, saya ngajak Nico buat makan siang sambil nungguin hasil lab di :

BEBEK GORENG PALUPI
JL. RUNGKUT ASRI TENGAH 10 SURABAYA
Jam buka : 09.00-21.00

Sebenarnya sudah beberapa kali kami makan di warung bebek goreng yang legendaris dan punya beberapa cabang di sekitar Rungkut sini. Tapi, dari sekian warung yang ada, kami paling sreg di warung yang cuma beberapa langkah dari klinik Pusura. 

Seumur-umur saya makan disana, baru tahu kalo ternyata ada menu DADA BESAR di antara pilihan menu lainnya. Dan karena naga-naga di perut saya sudah berontak, nggak pake ragu saya pilih menu yang ketika diantar ke meja bikin saya melongo. DADAnya BESAR, sis..



Ukurannya hampir separuh piring sendiri... 😁😁 Syok juga nih hahaha, dan lebih kaget lagi, perasaan dulu nasinya juga nggak banyak-banyak amat. Kenapa hari ini nasi putih yang disajikan terpisah dari sambal khas dan sayur lalapnya jadi banyak sekali ya? Apa karena bebeknya jumbo, nasinya juga menyesuaikan? Entahlah...

Dan yang pasti, seperti kekhasan bebek Surabaya, ada bumbu minyak kuning yang ditumpangkan di atas nasinya. Rasanya gurih cenderung asin. Tapi saat dipadukan dengan nasi putih dan sambalnya yang ada rasa nyelekit tapi nggak pedes buat lidah saya ini, jadinya istimewa sekali. 
Kalau bebeknya sendiri selain porsinya besar, dagingnya tebel, bumbunya neresep dan digoreng dengan garing sampe tulangnya bisa dikremus. Perfect πŸ˜‹

Oh ya, buat kamu yang nggak demen sama bebek, masih ada pilihan menu lainnya kok:



semuanya dengan harga yang reasonable untuk ukuran Surabaya. 

Yang pasti, seperti yang saya bilang sebelumnya, saya paling suka di warung yang ini selain pelayanannya yang cepat meskipun sedang jam makan siang, juga tempatnya bersih.  



Para karyawannya sigap sekali melayani pembeli dan juga membereskan meja yang sudah selesai dipakai. Apik sekali.

Wes, pokoknya satu hal mewakili makan siang kali ini : DADANYA BESAR !! 😝😝


5 komentar:

  1. Waini kesukaan suami saya :)

    BalasHapus
  2. wah bikin laper ya, kalau bebek aku selalu nunggu komentar org dulu enak atau gak, krn gak semua bsia masak dg benar ya, soalnya suka amis

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau ini nggak amis sama sekali kok kak, kebanyakan di Surabaya bebeknya enak-enak dan nggak amis. Ayo dicoba-kak :D

      Hapus
  3. Ini enaaaak bangeeet..2 hari yang lalu saya juga baru beli Bebek Palupi karena kebetulan lagi pulang ke Surabaya..
    Bumbu minyak kuningnya itu loh ngangenin..

    BalasHapus