Jumat, 22 September 2017

Ayam Bakar Taliwang Bu Midrah, Kuliner Lezat Asli Lombok yang Bikin Nagih

Baru kali ini, kami - Saya dan Nico - ketagihan olahan ayam sampai-sampai dalam seminggu kami order 3x di tenant yang sama.  Amazing kan? 

Kalo nggak bisa dibilang ketagihan, olahan ayam ini bisa dibilang menghantui.. hahaha.. berlebihan? Nggak kok, kalo kamu sudah mencoba kelezatan rasanya.


Jadi, nih ceritanya, beberapa hari lalu, dengan memanfaatkan voucher gofood gratis dari Gojek, kami berdua order Ayam Bakar Taliwang yang lokasinya nggak jauh dari rumah. Tepatnya di Rungkut Madya, depan perumahan Purimas Surabaya. Sebenarnya sudah sejak lama sih kedai ini, tapi baru hari ini kami berniat order. Biasalah, malu-malu pus gitu..hahaha.. 


Dan, pas orderannya datang, sepotong ayam utuh yang nggak seberapa besar, sekitar 700-800 gram yang dibakar dengan bumbu merah seperti bumbu rujak, dengan keempukan sempurna, dan dilengkapi dengan dua macam sambal, yaitu sambal beberuk, dan sambal tomat yang pedasnya nyelekit dan seger banget..


Nggak pake lama, kami berdua menyantapnya, dan seperti dugaan kami sebelumnya. Lauk ini bikin nyemego.. alias ngabis-ngabisin sego (nasi) !! Benar-benar puwas pake W !! Wenak !! 





Dan setelah saya review di Surabaya Kuliner banyak teman yang kemecer (ngiler) termasuk teman-teman admin saya. Demi membunuh rasa penasaran mereka, dan juga sekaligus moment yang baik buat ngajak Nico pertama kalinya ngumpul bersama, Hari Sabtunya kami berlima cuzz ngumpul di gerai Ayam Bakar Taliwang yang lokasinya di Tenggilis Mejoyo 32 AJ 3 Surabaya.

Kenapa milih gerai yang ini? Karena lokasinya di sini lebih luas , dan bukanya juga lebih siang, yaitu jam 11.00 - 22.00 . Nggak ada bedanya kok, kalo di Purimas, yang jual ibunya, sedangkan yang di Tenggilis ini Mas Ecan , sang anak yang sebelumnya pernah membuka gerai di Medokan Asri.






Oh ya, kedai yang ada di Tenggilis ini menempati salah satu pujasera Ny. Yong, yang selain ayam bakar ini juga ada beberapa tenant lain seperti mie kluntung, sosis bakar, dan lain sebagainya. Sayang pas kami kesana, beberapa tenant masih tutup.


Buat kamu yang bingung mencari tempatnya, ancer-ancernya gampang kok, dari Ubaya ambil arah ke Kendangsari, sekitar 300 meter dari Ubaya ada Alfimidi, dan gerai ini terletak sekitar 3 rumah setelahnya. Keliatan banget kok kalo dari jalan.



Pujaseranya sendiri bersih, dan lumayan tertata. Ada oma-oma yang bertugas melayani pembayaran, dan mbak-mbak yang mencatat pesanan kita. Sayangnya agak panas sih, soalnya AC nya nggak dinyalain.. jadi lumayan kemrotos keringetnya wkwkw..

Nah, buat yang penasaran menunya.. kamu bisa pilih dari beberapa menu di bawah ini. Harganya sangat terjangkau lho.. 



Hanya saja, kamu perlu sedikit bersabar karena, yang melayani nggak banyak. Jadi. lumayan butuh waktu untuk menunggu. Kalau kami sih nggak masalah, karena ada beberapa orang yang ngobrol, sedangkan saya menunggu sambil ngobrol-ngobrol dengan penjualnya, plus Cak Budiono yang sibuk syuting buat Youtube Channelnya. 

Sambil ngobrol saya memperhatikan Mas Ecan mengolah ayam yang ternyata dari ayam mentah dan belum diolah lho. Jadi bisa dibilang, masakan ini fresh, karena baru dimasak setelah dipesan ya.

Ayam yang akan dipesan ini terlebih dahulu dipukul-pukul dengan pengempuk daging, lalu digoreng di minyak yang sangat panas. Lho, judulnya ayam bakar, kok digoreng? 
Iya, ternyata kata si Mas, biar prosesnya nggak terlalu lama dibandingkan kalo dibakar langsung dari awal.

Nah, setelah digoreng setengah mateng, ayam kembali diempukkan, lalu diolesi bumbu sesuai orderan. Kalau yang mau dibakar ya, dibakar, kalau yang digoreng ya langsung digoreng sampai matang.


Hari itu karena kami datang dalam keadaan lapar, inilah yang kami pesan :

Ayam Bakar Taliwang Pedas (dan tidak pedas)
Jadi, secara rasa hampir sama seperti ayam bakar bumbu rujak  dengan bumbu meresap hingga ke dalam dagingnya. 
Karena ada pasukan yang nggak suka pedas, jadi kami order dua macam.
Menurut saya sih selain dari tingkat kepedasannya, yang membedakan keduanya, kalau ayam bakar pedas bumbu lebih cenderung asin dan gurih. Sedangkan yang tidak pedas lebih manis (eh, atau ini sebenarnya ayam bakar madu ya?)



Ayam goreng Sasak
Ini juara dari segala ayam hari ini. Jadi ceritanya, ini ayam yang digoreng matang, dengan bumbu garam dan kemudian disiram sambal beberuk (tanpa terong) dan ditabur irisan bawang merah.  Rasanya? Jangan ditanya lagi, Bung.. Ini nagih !! Sensasi garingnya ayam bercampur dengan minyak sambel yang bikin lidah mendesah penuh kenikmatan. Bener-bener juara!



Nggak cukup itu sih.. kami juga nyobain : 

Ikan bakar Taliwang
Ikannya yang enak dan nggak amis. Ini ikan gurami yang  digoreng kering, dan diolesi bumbu seperti ikan bakar. Manisnya daging ikan dipadukan dengan bumbu yang gurih dan bakaran yang khas, bikin sempurna hari itu. 




Dan jangan lupa semua masakan ini tadi dicolek dengan sambal beberuk yang seger itu ya.. Sambal tomat dengan isian terong sambal dan irisan brambang mentah.



Kalau dicampur sambel yang satu ini, jelas makin dahsyat.. Sis.. 




Sayangnya kami nggak kebagian plecing kangkungnya. Huhuhuhu.. kata masnya plecing yang dipakai khusus dikirim dari Lombok, dan kebetulan hari itu abis. Sebenarnya pingin nyoba pakai kangkung lokal tapi beda.. huhuhu.. kapan-kapan deh kami cobain lagi..



Hebatnya, kami pikir dengan 4 menu itu sudah berlebihan untuk kami berlima. Nyatanya, nggak pakai lama semuanya tandas ludes, dan efeknya.. mereka ikut ketagihan..


Oh ya? Ikut ketagihan kayak saya? Betul.. nggak disangka besoknya mereka kembali lagi untuk menuntaskan kepuasan olahan ayam yang benaran bikin nagih ini.
Dan kami berdua, kembali tergoda ikutan order via gofood lagi dong hahahaha..

Wes, pokoknya buat saya kuliner ini harus, patut, dan wajib dicoba kalo kamu mampir ke Surabaya buat cari kuliner kenyang, dan murah. Tapi sedikit catatan, semoga sang vendor bisa segera menemukan solusi bagaimana melayani saat banyak pembeli, sehingga nggak perlu mengantri panjang ..


Wes, super balenable !! Layak buat dibaleni ini.. 


Photo credit by : Cak Tatax & Budiono 

9 komentar:

  1. Ayo ke Lombok mbak, menikmati langsung kuliner Ayam Taliwang dari tempatnya ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahha iya katanya disana banyak makanan menggiurkan.. Soon aaahh..

      Hapus
  2. wah aku ngerasaain ayam taliwang di lombok, setelah itu gak lagi krn di cirebon belum ada

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah dari Crb ya mbak.. Saya dulu sempat disana bbrp waktu lo.. Ini saya jg baru ngerasain nih ayam Taliwang dan ternyata nagih.. ๐Ÿ˜

      Hapus
  3. agak2 tricky ya mmg ayam taliwang ini..karena selain di lomboook jarang bgt ditemuin di tempat lain..

    beruntung bgt mba bisa ada di dekat tempat tinggalnya

    BalasHapus
  4. Saya pikir tadinya warungnya di Lombok, tapi tetep berhasil bikin saya ngiler :( huhu pengen makan jadinya Mbak. Sayangnya, saya nggak di Surabaya jadi ga bisa pesen go-food juga huehehe

    BalasHapus
  5. Agghhh aku udh semangat bacanya, trnyata ini di surabaya huhuhhu... Jauuuh. Di jkt ada bnyk sih resto ayam taliwang. Tp sampe skr yg aku bilang enak itu, di gading. Tapii itu penjualnya kyk ga niat jualan. Kdg buka kdg ga. Trs tempatnya ga pake plang lg. Hihhh, kan sebel yaa, apalagi aku ga gampng inget jalan.

    BalasHapus
  6. ayam taliwang memang jawara lah ya rasanya....di Batam juga ada beberapa yang jual..rasanya pun maknyuss

    BalasHapus
  7. wah mantep banget ini mbak. jadi pingin cobain ayam bakar taliwang ini. kapan-kapan kalo plesir ke Surabaya mampir ah. Suka nulis tentang resep dan kuliner? Coba nulis di belanga.id yuk. Lagi ada kompetisi berbagi foto dan kuliner #JadiKangenIbu. Hadiahnya jutaan rupiah. Cek https://belanga.id/kangenibu/ jangan lupa follow Instagram @belangaindonesia dan like Page FB Belanga Indonesia :)

    BalasHapus