Kamis, 31 Agustus 2017

RESEP GARANG ASEM AYAM

Ada yang menyebut masakan ini garang asem, ada juga yang menyebutnya asem-asem. Tergantung daerah dimana masakan ini dibuat. Citarasanya segar, manis, asem. Cocok sekali disantap di siang hari yang panas, apalagi ditambahkan cabe rawit untuk sensasi pedasnya. 




Bahan :
Ayam 1/2 kg
1 bh Tahu yang telah dipotong digoreng setengah matang
Gula dan garam secukupnya
Kecap secukupnya
Air asam (Sesuai selera)
Kecap manis (sesuai selera)
Lengkuas digeprek
Jahe digeprek
Kunyit diuleg

Bumbu yang dirajang :
4 cabai merah besar
7 cabai rawit (optional)
5 bawang putih
4 bawang merah

Cara membuat :
Rebus ayam yang telah dipotong sesuai dengan selera hingga mendidih dan mengeluarkan kaldu ayam

Kemudian masukkan bumbu yang telah dirajang, lengkuas, jahe, dan kunyit yang sudah diuleg

Masukkan air asam, tomat, tahu yang telah digoreng setengah matang lalu biarkan mendidih

Selanjutnya, tambahkan garam, gula, kecap manis sesuai dengan selera (bisa ditambah merica jika suka)

Terakhir, koreksi rasa, matangkan, lalu tutup panci agar bumbu lebih meresap

Garang asem siap dihidangkan

Catatan :

Kalau saya lebih suka dibiarkan dahulu setidaknya 3-4 jam agar bumbu neresep, kemudian dipanasin lagi.
Baru dinikmati saat ayam sudah sangat empuk..

Selamat mencoba..

Jangan lupa subscribe ya :)

Sabtu, 26 Agustus 2017

Penyetan Ikan Asap Sambal Neraka, Pilihan Kuliner Malam sekitar Bratang


Awalnya biasa saja, namun tiba-tiba cinta.. 

Hahahaha, apaan sih ini ya.. 
Oke, setelah sekian lama nggak muncul di dunia perkecean, hari ini saya muncul kembali dengan Penyetan Ikan Asap Sambal Neraka, Pilihan Kuliner Malam sekitar Bratang

Sebenarnya sudah lama postingan ini nangkring di draft saya, dan semoga masih valid yah informasinya ๐Ÿ˜‘๐Ÿ˜‘

Pertama kali saya mengicip kuliner ini pas dibungkusin sama si Nico, dan amboy ini penyetan emang membakar seperti di neraka (koyok yang pernah ke neraka aja.. duh amit-amit ya)



Jadi, penyetan ini adalah sambelan dengan lauk aneka ikan asap yang dipenyet (yaiyalah) yang wuenak banget. Kalo biasa dibilang, ikan panggangan gitu, jadi semacam ikan pe, dan lain-lain yang diolah dulu dengan cara diasap. 




Lapaknya di depan teras toko peralatan baut dan mur Solomon, 
Jl. Bratang Jaya No.16B, Baratajaya, Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60284

buka sekitar selesai Maghrib sampai sekitar jam 10 maleman. 

Di sekitaran bakul ini ada banyak penjual juga, ada bakso, mie ayam, dll.
Keliatan kok kalo dari pinggir jalan..

Nah, untuk penyajiannya cukup bersih kok, dengan piring plastik yang dialasi kertas, dan nasi dengan porsi yang cukup mengenyangkan. Sambelnya bisa rikues manis, ataupun pedas. Kalo pedes ya beneran pedesnya banget.. kalo manis, bakal ditambahkan tomat lebih banyak. 

Tapi 2x saya beli, jujur rasanya nggak konsisten, lebih enak yang pertama, yang kedua terkesan terburu-buru nguleknya jadi ya kurang pas. Oh ya, saat saya kesana terakhir, sambelannya diuleg dulu sih.. jadi kerasa fresh. 

Harganya sih relatif terjangkau ya, sekitar 10 ribuan tergantung lauk yang dipilih. Kalau untuk macam ikan pe yang besar potongannya, seporsi dihargai sekitar 15 ribuan.

Pelayanannya cukup cepat, asal nggak pas keabisan nasi kayak kapan itu hahaha. Yah, tapi oke jugalah kuliner yang satu ini, terutama kalo pingin yang pedes-pedes. 

Nanti deh, kapan-kapan kalo sudah bisa kulineran lagi, aku update lagi ya.. 
sementara sekian dulu lah reviewnya