Rabu, 28 Juni 2017

Cerita tentang Sup Bikinan Oma


Source : https://www.harvesttotable.com/making-hearty-seasonal-vegetable-soup-kitchen-basics/

Sungguh kami nggak menyangka, pindah ke Surabaya ini kami dikelilingi orang-orang yang sangat baik, dan memperhatikan saya dan Nic baik di saat sedih maupun senang.

Salah satunya adalah seorang Oma yang kami kenal di lingkungan gereja. 
Oma Cantik, begitu saja kita panggil ya? Karena oma ini emang cantik, di usianya yang hampir 70 tahun, oma ini fashionable banget, selalu pake baju yang kekinian dan kembaran dengan Opa Ganteng yang juga sangat baik hati. 

Selama Nico sakit sejak 2 bulan lalu, Oma Cantik adalah salah satu yang sangat memperhatikan kami detik demi detiknya. Tidak hanya hanya sekedar menanyakan kondisi Nico, tetapi juga selalu menguatkan saya (kami) dalam menjalani Pengalaman iman yang sangat indah ini. 

Pengalaman iman? Iya, karena kami berdua tidak pernah mengatakan bahwa ini cobaan, dan meskipun dengan tertatih kami mencoba untuk tetap bersyukur mengalami proses ini , meskipun terkadang terasa tidak mudah untuk menjalaninya, tapi kami yakin, kami bisa melewatinya. (Nanti akan segera saya ceritakan tentang yang ini ya) 

2 hari sekali, oma mengecek keadaan Nico dan saya
"Syl, gimana keadaan Nico hari ini?
"Syl, jangan lupa untuk terus berharap kepadaNya ya"

Dan setiap kali jadwal Nico untuk kontrol, Oma Cantik selalu memantau dan menyemangati kami berdua.

Yang paling mengharukan adalah setiap jam 3 pagi beliau bangun untuk berdoa, mendoakan kesembuhan Nico (We Love You, Oma 😘😘😘)

Mangkanya kami tidak pernah kehilangan harapan karena banyak doa yang mendukung kami berdua. (Amin)

Oma Cantik  ini di sela aktivitas sebagai aktivis gereja adalah ibu dari 2 orang putri, masih juga meluangkan waktunya untuk kami berdua. 
Seperti pada suatu siang, beliau mengirimi saya sepanci sup sosis dan semangkok bubur ayam dikirimkan via kurir online sebelum beliau berangkat terapi, katanya "Supaya kamu  nggak perlu repot masak Syl"

Bukan hanya sekedar sup, tapi makna dibalik semua itu yang membuat kami terharu dan merasa selalu dikelilingi berkat.

Padahal, siapa kami ini? 
Kenal juga baru sebentar, ketemu juga paling sebulan sekali.

Ah, Kadang ada hal- hal yang nggak perlu dipertanyakan kenapa bisa terjadi, cukup untuk disyukuri karena hanya Tuhan yang mengetahui kedalaman hati manusia..

Terimakasih omaku sayang.. 
Sehat terus ya..
Kami berdua mengasihimu,


SylNic 

0 komentar:

Posting Komentar