Selasa, 27 Juni 2017

Bukan Sekedar Kelapa Muda

Kelapa muda..
Mungkin bagi sebagian orang ini buah yang biasa, tapi buat aku ini Bukan Sekedar Kelapa Muda
Bukan juga  karena kelapa muda kugunakan  sebagai food therapy si Nico yang saat ini sedang dalam tahap pemulihan dari sakitnya (Tentang sakit Nico dan perjalanan kami, akan aku tulis kemudian)





Tapi karena kelapa muda ini punya cerita, meskipun sederhana tetapi penuh makna.

Pagi tadi saya lagi chat sama seorang teman, dan ditengah chat tetiba saya ingat kalo harus cari kelapa muda karena persediaan kami sudah abis, dan langganan sekitar rumah tutup semua. Kelapa muda ini kami jadikan bahan terapi setelah konsultasi dengan dokter dan hasil referensi ternyata dipercaya bisa membantu menurunkan bilirubin , dan Puji Tuhan setelah mengkonsumsi beberapa hari, bilirubin Nico terbukti turun.

Beberapa teman mengusulkan untuk menggunakan jasa kurir online, tapi masalahnya di hari Lebaran seperti ini,  mencari penjual yang buka itu yang sulit. Ya kali kalo pak kurirnya bisa disuruh muter-muter keliling kota buat nyari degan hijau ini.

Eehhh setelah beberapa lama chat,  nggak lama ternyata teman saya yang tadi, tetiba udah dateng aja ke rumah dengan membawa 5 butir kelapa, yang pas bisa saya jadikan minuman Nico sampai penjual langganan saya biasanya buka. 

Praise The Lord. 
Puji Tuhan...
Semuanya seperti disediakan bagi kami..
Ini hati rasanya langsung plong, ngeliat kelapa sudah tersedia di rumah.

Nah, setelah temen saya pulang, saya langsung telepon mama. 
Lho kok telepon mama?

Gini ceritanya: 

Dulu waktu masih ada Suwargi Papa tercinta, kedua orangtua saya sering membantu siapapun yang sedang kesulitan. Bahkan saat teman saya maupun teman adek sedang kesulitan misalnya ada yang sakit mengantar dan membantu selama di RS, bahkan kadang juga  mengantar makanan untuk teman yang kelaparan di kostnya karena uang kirimannya telat dateng..

Saya terharu mengingat apa yang dilakukan papa mama dan akhirnya semua kebaikan ini saya rasakan terutama saat kami berdua sedang mengalami pengalaman iman yang dahsyat ini.. 

Dan tadi saya telepon cuma mau bilang "Terimakasih, Ma"
Barangsiapa menabur, dia akan menuai. 
Bukan untuk kita sendiri, tetapi untuk bekal anak cucu di kemudian hari.
Sungguh bangga menjadi bagian dari Papa dan Mama
Terimakasih untuk bekalnya yang begitu indah

Jadi, ini memang bukan sekedar kelapa muda biasa
tetapi datang berkat kebaikan yang tersimpan di masa lalu 
yang disalurkan melalui orang yang baik di masa sekarang


Source : https://www.pinterest.com/marik7/family/


3 komentar:

  1. Tuhan membalas kebaikan selalu di waktu yang tepat ya mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mbak... ^^ Selalu tepat dan indah pada waktunya.. Salam kenal, mbak terimakasih sudah mampir ^^

      Hapus
    2. Iya. Salam kenal kembali mbak :))

      Hapus