Kamis, 27 April 2017

Makan Siang yang Unik di Depot Dahlia Khas Banyuwangi

Suatu ketika hujan rintik-rintik,   si Nico ngajak makan siang di depot khas masakan Banyuwangi.. Sebut saja namanya DAHLIA..  πŸ˜†πŸ˜†
eh, serius ini, nama depotnya DAHLIA
Lokasinya di jalan Ngagel Jaya Barat no 5.πŸ˜‹πŸ˜‹

Depot ini menyediakan berbagai masakan khas Banyuwangi sono, yang salah satunya adalah Rujak Soto. Jadi, kalo Surabaya terkenal dengan kuliner rujak cingurnya, maka kalau Banyuwangi juga  punya kuliner unik yaitu Rujak Soto. Ini adalah perpaduan antara rujak sayur yang disiram dengan kuah soto. Sotonya yang dipakai biasanya adalah soto daging lengkap dengan babatnya. 

Nah, seperti ini penampakannya: 





Rujak soto yang disajikan di mangkok yang lumayan besar lengkap dengan kerupuknya. 
Kalau kamu penasaran apakah rasanya "nabrak" banget? Nah.. justru ini uniknya. Kesegaran soto ketika dipadukan dengan bumbu rujak yang legit, justru bikin perpaduanna ... "maklegenderrr" (boso opo seh ini? πŸ˜›πŸ˜›)

Serius, enak banget lho, seger - seger, gurih, bercampur pedas.
Sama sekali nggak ada rasa yang nabrak dan aneh, justru enak dan unik apalagi daging dan babatnya disajikan dengan empuk banget, jadi misalnya kamu ngajak opa-omapun pasti nggak akan kerepotan buat menikmati. Seporsi kenyang ini dihargai sekitar Rp 26.000, setara dengan harga rujak-rujak yang ada di depot Surabaya umumnya.

Nah, lain lubuk lain belalang.. lain saya lain Nico. Sementara Nico asik dengan Rujak Sotonya, saya lebih tertarik untuk menikmati seporsi nasi hangat dengan bothok alur.
Ha? Alur apaan?

"Daun alur merupakan jenis rerumputan alias dedaunan yang banyak ditemui pada pesisir pantai. Di Indonesia, daerah pesisir pantai, terutama pesisir pantai pulau Jawa juga cukup mengenal tanaman rerumpunan berwarna hijau ini"
Jadi,  kayaknya dulu saya pernah cerita kalo saya penggemar dedaunan dan sayuran yang aneh-aneh macam alur ini, lalu bunga turi, daun pepaya, daun singkong, pare, luntas, dll. Tapi, soal sayuran umumnya, kayak bayem, sawi, kangkung, bisa bikin saya kabur sejauh-jauhnya. Gak tau kenapa 😌 . Jadi kalo cari pecel atau urap di warung, begitu tahu kalo sayurannya macam kangkung gitu, langsung batal beli dan lebih memilih : Pangsit Mie Ayam  (bukan bandingan juga sih, kadang sama Nico dibilang modus) 😜

Oke, back to alur, jadi akhirnya bothok alur inilah yang mengganjal perutku siang itu.
Harganya Rp 7.000,- per bungkus, tapi bungkusnya gede dan padat. Paduan bumbu kelapa dan alur (yang sebenernya sih nggak ada rasanya) plus nasi putih hangat itu.. Sempurna πŸ‘ ..




 Oh ya selain menyediakan rujak soto, Depot Dahlia ini juga menyediakan berbagai macam bothok dan pepes, aneka masakan seperti bakmoy, timlo, dan juga berbagai kue basah yang katanya sih enak-enak. Saya sendiri belum sempat cobain, karena hari itu keburu banyak urusan 

Kalau mau nyobain berbagai menu silahkan datang sekitar jam 09.00 - 17.00 dan ingat ya, mereka tutup di Hari Senin.. Selamat berwisata kuliner ala Banyuwangi di Surabaya ^^


7 komentar:

  1. Saya masih belum bisa ngebayangin kalau rujak dan soto bersatu. Tapi jaidnya penasaran. Sayangnya di sini gak ada, Mbak :)

    BalasHapus
  2. Jadi pengen..

    Visit balik gan
    http://bloggergaptek2.blogspot.co.id

    BalasHapus
  3. belum pernah merasakan rujak soto jadi penasaran deh

    BalasHapus
  4. Nanti kalo ke Surabaya, mampir ke sini ah :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silahkan kak ^^ asal jangan di Hari Senin yaa

      Hapus