Selasa, 19 Juli 2016

Wisata Kuliner Blitar - Soto Daging - Sami Mawon - Jalan Kelud

Melanjutkan tentang pengalaman kuliner kala mudik ke Blitar bulan kemarin, kali ini saya dan Nic mampir di sebuah warung soto yang jadi pelipur lara ketika warung soto langganan kami tutup.

Baca juga : Mengurus Surat Pindah KTP Berbonus Liburan ala Nyonyakece

Sebenarnya sih dari segi rasa,  sama saja alias "Sami Mawon" (sesuai dengan nama warungnya yang tepat bersebelahan dengan Warung Soto langganan kami, "Bhuk Ireng") terutama untuk lidah saya yang jarang makan soto model beginian. 

Sama - sama dengan mangkok kecil, sama - sama soto daging, sama - sama ada rasa manis kecapnya, sama - sama penjualnya duduk  di tengah warung sempit dengan dandang besar beranglo isi kuah soto, pokoknya kalau menurut saya sama, tapi ternyata menurut orang Blitar tetap lebih enak yang original "Bhuk Ireng"

Baca juga : Blitar Kuliner




Oh ya seperti yang tadi saya cerita diatas, soto daging khas Blitar yang lokasinya di Jalan Kelud Blitar, pas di samping setopan alias traffic light ini  selalu dirindukan para perantauannya, mempunyai rasa yang berbeda dengan soto daging kebanyakan, yaitu rasa manis yang berasal dari kecap manis yang dibubuhkan sebelum disajikan ke pembelinya. Penyajian di mangkok kecil dengan jenis daging yang bisa dipilih sesuai dengan keinginan kita , bisa daging saja, jerohan saja, atau campur. Kalo saya ya jerohan dong, isinya babat, gajih, limpa hahaha.. serem banget ya #krikrikrikrik

Dann biasanya kalo pembeli cowok kayak Nico gitu nggak mungkin cuma abis semangkok, pasti nambah 2-3 mangkok. Kalo saya sih biasanya 1,5 aja cukup, soalnya kalo 1 mangkok biasanya kurang, kalo 2 pura-puranya kenyang #nyengir
Soto daging ini dihargai Rp 8.000 permangkoknya, cukup worth untuk mengobati nostalgia akan kota ini. Segar dan unik.

Jumat, 08 Juli 2016

Olahan Serba Menthok yang Pedas di Medokan Ayu (Surabaya)

Suatu malam, sebelum saya dan Nic mengikuti acara Hunting Takjil bareng komunitas Google Local Guide, kami menyempatkan untuk mampir di sebuah warung yang menjual berbagai olahan Mentok di dekat rumah.

Sebenarnya kami sudah lama tahu warung ini, sudah ada sejak beberapa Bulan belakangan,tapi belum ada kesempatan untuk mencobanya.

Warung Rica Menthok
Medokan Ayu I - G19  Surabaya
Ancer- ancernya : Seberang UPN, masuk gang pompa air , sederet dengan Sekolah Mentari Kasih






Warungnya permanen, cukup bersih. Ada 3 meja dan kursi panjang kayu di dalam nya.   Ada juga versi lesehan bagi yang kepingin nyantai. 
Buka dari jam 17.00 hingga habis di Bulan Ramadhan dan jika hari biasa buka dari siang sekitar jam 11 siang .




Menu yang ditawarkan adalah menthok rica, pedesan menthok dan menthok goreng. 

Yang menjadi best seller sepertinya yang versi pedas, yaitu pedesaan menthok yang dimasak bumbu kuning ala kare. Sayang pas kami kesana, pedesannya sudah ludes.



Menu berikutnya yang nggak kalah menggugah adalah rica menthok. Dengan bumbu merahnya yang pekat, rica menthok ini nggak kalah bikin gobyos dan kemringet. pedes , sis !


Sedangkan yang goreng, cukup gurih, sayang untuk lidah saya sambalnya kurang mantap dibandingkan olahan yang lainnya.




Untuk daging menthoknya besar,  empuk dan lembut, porsi nasi putihnyapun cukup mengenyangkan dengan harga dibandrol Rp 15.000,- perporsinya.

Kalian lebih suka mana, bebek atau menthok?
Rumornya sih menthok lagi lebih menyehatkan karena kolestrolnya lebih rendah dibanding bebek.