Sabtu, 25 Juni 2016

11 Hal Terbaik Tentang Papa

Kadang aku masih belum percaya kalau dia yang kucinta sudah nggak ada lagi di dunia ini.
Hingga 7 Bulan sejak kepergiannya ke Rumah Bapa di Surga, air mata ini masih sering mengalir.

Papa di Hari Lamaranku :)

Aku terlalu mencintainya hingga aku berusaha untuk merelakan dan mempercayai bahwa ke Surga adalah jalan terbaik untuknya lepas dari segala rasa sakit yang harus dideritanya.

Percaya bahwa Tuhan memberikan kedamaian pada jiwanya yang abadi, membuat hatiku sangat tenang, meskipun rasanya masih ada luka yang dalam atas kepergian Papa.

Hari ini adalah hari ulang tahunnya yang ke 65 tahun, seharusnya. 
Tapi menjadi hari ulang tahun pertamanya di Surga untuk Suwargi Papaku yang kembali ke sisi Bapa 17 November 2015 kemarin.

Aku nggak punya hadiah apapun untuk papa hari ini, juga nggak bisa datang ke peristirahatan papa yang terakhir, tapi untungnya adekku Winda mengirimkan foto papa di dalam guci abunya pagi ini, yang bisa mengobati rinduku padanya.
Tapi yang pasti, doaku untuk kebahagiaan kekal papa di Surga adalah yang terutamanya 


Papa pagi ini :) Hallo Papa ..



11 HAL TERBAIK TENTANG PAPA

Papaku dalam segala kenangannya adalah : 

1. Papa itu rendah hati 
Iya, papa itu rendah hati, tidak pernah menyombongkan dirinya atas apapun, papa itu humble .

2. Papa itu mudah bergaul dan punya banyak teman
Ini terlihat saat papa meninggal. Banyak sekali temannya yang mengantar papa ke peristirahatannya terakhir. Bahkan beberapa orang menitikkan air matanya, merasa sedih dan kehilangan papa.

Papa punya banyak temen karena suka ikut berbagai organisasi seperti sepeda, lari lintas alam, anak gunung, kumpulan gereja, rekan kerja, teman dagang, euih entah dari kumpulan mana lagi teme papa termasuk para tetangga kampung yang seminggu sekali sepedaan dan nongkrong bareng papa.

Papaku adalah Biker :D 



3. Papa itu baik hati dan mudah menolong 
Banyak yang mengatakan Pak Freddy itu orangnya baik sekali, terhadap semua orang, dan tidak memilih milih dalam menolong orang.

Mangkanya sekarang kami merasa menuai apa yang ditanam papa, kebaikan papa di masa hidupnya membuat banyak orang semakin memperhatikan kami saat kami membutuhkan pertolongan. Ini dirasakan banget oleh sodara sodara kami yang seringkali dibantu papa bahkan untuk hal yang kecil dan sederhana. Tempat curhat yang baik untuk adik adiknya dan menjadi figur Bapak sejak Engkong meninggal dunia saat mereka kecil.

4. Papa itu protektif dan mudah kuatir tetapi selalu peduli
Hahaha kalo yang ini juga hal terbaik lho, dari aku kecil hingga menikah selalu aja kuatir, kuatir kami sakit kuatir ini itu, saking takutnya kami kekurangan sesuatu apapun. Mungkin seperti ayah kebanyakan buat papa kami berdua selalu jadi his little girlsnya. 
Sampe mama selalu ngingetin " Wes ada bojone lho lapo kamu bingung"
Tapi dibalik semua itu papa itu selalu peduli apapun tentang kami.

5. Papa itu sabar 
Jelas, karena shionya kelinci #eh Papa jarang sekali marah lho, paling ngomel kecil kalo kami rada melenceng dari seharusnya

6. Papa itu suka makanan manis 
Weladalah.. Ini lho yang bikin papa diabetes dan akhirnya menyerah pada gagal ginjal yang menyebabkan papa pergi. Kalau sama makanan manis waduh, seneng banget, sampai pas sakitnya papa minta es krim, es buah, coklat dan buat kami geleng geleng.

7. Papa itu religius
Saat aku remaja, kalau tahu belum ke gereja, papa pasti bilang " buat ngalayap seharian aja bisa, ke gereja satu jam kok susah" dan kalimat ajaib itu jadi peneguh imanku hingga saat ini. Dan kalo lagi perjalanan keluar kota, dan melewati Gua Maria, papa pasti mengajak mampir untuk berdoa. 

Papa saat mengantarku pindah Ke Bali sowan dulu ke Gua Maria Palasari - Jembrana Bali



8. Papa itu teman jalan dan belanja yang menyenangkan 
Sampai aku dewasa masih suka jalan sama papa berdua lho, ngemall, atau kemanapun, terutama paa belanja bulanan, sekalian nyelipin belanja nggak pentingku 

9. Papa itu pendukung yang baik 
Mau ikut kegiatan apapun papa asal itu positif , papa selalu mendukung. 
Terutama nih papa selalu standby mengantar jemput kami yang nggak bisa naek kendaraan apapun. Efeknya sampe sekarang cuma Winda yang bernyali untuk pegang kendaraan, sedangkan saya mah apa atuh. Tergantungnya sama Nico, Gojek dan Uber saat ini

10.  Papa itu Si Serba Bisa
Mau urusan listrik, pertukangan, perbankan, kreatif, sampe belanja, masak, elektronik? Papa bisaaaa..

11. Papa itu papa terbaikku 
Segala kelebihan dan kekurangan papa adalah yang terbaik untukku. Ada tetesan darah papa yang mengalir dalam darahku, dan itulah yang membuatku bangga

Selamat Ulang Tahun dalam kenangan, Pap
Memikirkanmu di hari Ulang Tahunmu
Berbahagialah selalu dalam tidur panjangmu
25 Juni 1951 - 17 November 2015



Yang mencintaimu, 

Keluarga Besar Papa yang selalu mencintainya dalam kenangan :) 



Selasa, 21 Juni 2016

MR SUPREK, Jagonya Susu dan Ayam Geprek

Beberapa waktu lalu, setiap melewati daerah Ubaya, saya dan Nic terpaku dengan salah satu gerai yang memasang tulisan Makan sepuasnya hanya 16.000, or something like that lah.
Tapi seperti biasanya niatan untuk mampir selalu nggak ada, sampai akhirnya saya membaca review dari seorang kawan di Surabaya Kuliner, dan seketika langsung latah pingin nyoba πŸ˜‚πŸ˜‚

MR.SUPREK
Jagonya Susu dan Ayam Geprek
Lokasinya di Raya Tenggilis AA - 12
Surabaya
Tempatnya model ruko permanen, lumayan luas, parkir juga okelah bisa untuk mobil dan motor.

Didominasi warna merah menyala dengan dekorasi sekumpulan ayam gaul lagi nguleg sambel di salah satu temboknya, membuat gerai ini tampak meremaja hahaha




Pilihan menu utama, sesuai dengan namanya adalah Ayam Geprek.
Ituloh, ayam goreng tepung yang digeprek di sebuah lesung lalu ditambahkan sambal bawang dan, uniknya kalo di Suprek ini ada tambahan daun jeruk purut pada sambalnya. Jadi terasa lebih segar. 

Sambalnya khas sambel bawang, yah cukup nikmat juga kok.
Porsi ayamnya cukup banyak jadi ketika disandingkan dengan nasi, sambel, sayuran pendamping seperti sop , lodeh manisah yang boleh diambil sepuasnya, jadi cukup mengenyangkankanlah makan di SUPREK ini, apalagi  kalo pesen es teh dapetnya gelas jumbo. Super Wareg lahh

Dengan keberanian memberikan garansi kepuasan kepada pelanggan yang membeli produknya, SUPREK menawarkan 3 macam menu utama dengan 2 macam pilihan sambel.
Sambel Original : Sambal Bawang
Sambel Perih : Sambel Terasi

dan menu dengan topping keju cheddar atau mozarella.
Harganya murah saja, mulai dengan Rp 14.000 untuk menu paketan.
Cabenya bisa milih sesuai dengan tingkat kepedasan yang kita mau.
Nasinya bisa pilih nasi uduk atau nasi putih.




Oh ya meskipun free refill untuk beberapa items, jangan sampai nggak habis ya, karena akan dikenakan charge tambahan atas item yang nggak habis sebesar Rp 30.000,-



Saya kemarin pesan yang ayam geprek dengan topping keju cheddar seharga Rp 18.000 per paket, enak juga. Kejunya banyak melimpah, tapi kalo yang nggak terlalu suka keju, agak enek juga sih.


Selain menu ayam geprek, ada juga snack macam roti bakar dan berbagai jenis susu dengan harga yang disesuaikan dengan kantong mahasiswa.
Pokoknya SUPREK  ini, cocok banget  untuk family resto, traktiran, atau untuk yang makannya banyak πŸ˜‚πŸ˜‚


Senin, 20 Juni 2016

[Review] Lava - Grand 2, Smartphone Keren Berspesifikasi Lengkap dari India


Saya bukan tipikal orang yang peduli dengan brand ataupun sesuatu yang #kekinian ketika memilih suatu produk, dan ketika 2 handphone saya terdahulu tetiba mati total dan 1 tablet saya pingsan sempurna, lalu terpaksa saya membangunkan si jadul Nokia E-63 saya yang lawas.  

Saya sih asik - asik saja pakai handphone jadul , bahkan ketika para kawan protes " Ganti handphone dong, masak pake handphone jadul" saya malah ketawa - ketawa dan tidak peduli omongan mereka, yang penting masih bisa dipakai.
Padahal si Nico sudah menawari saya untuk menggantinya dengan yang baru, bahkan kami sudah memilih - milih kira -kira produk mana yang akan saya ambil, tapi ya niat untuk beli juga masih belum muncul.

Dan ketika suatu pagi, saya menemukan Nokia merah maroon saya tidak bisa membuka aplikasi WhatsApp, padahal banyak informasi yang harus saya terima hari itu, si Nico sudah nggak sabar dan mengultimatum "Hari ini harus segera beli handphone"
Dasar sayanya ini emang nggak terlalu "dandan " kalo soal begituan, malah dengan santai jawab " Ke toko buku, aja yuk.. beli hpnya besok - besok aja"  dan Nico dengan judes melirik saya, lalu segera menyeret saya ke Plasa Marina - Pusat Handphone dan IT di Surabaya.


Sebelum berangkat ke Marina, saya sudah melihat beberapa review dan melihat dari spesifikasi serta kebutuhan, dan disesuaikan dengan budget, saya memutuskan akan membeli Xiaomi Redmi Note 3. 
Lha, sesampainya disana ternyata semua counter tidak ada yang berani menjual produk Xiaomi yang belum resmi beredar di pasaran. Lagi gencar - gencarnya razia, sis !

Dan setelah mengetahui kalau produk tersebut sudah pasti tidak ada di Plasa Marina, saya sempat bimbang memilih diantara 2 produk : Coolpad Shine dan Coolpad Max-Lite. Tapi diantara kedua produk tersebut, ada saja kekurangannya yang bikin saya sulit untuk memutuskan memilih yang mana.

Sampai akhirnya, ketika sekali lagi kami memutari Plasa Marina dengan galau, Nico mendadak berhenti pada satu counter bertuliskan LAVA, dan disitulah kami memutuskan smartphone yang cocok untuk saya adalah LAVA - GRAND 2 dengan spesifikasi yang cukup lengkap dan sesuai dengan kebutuhan saya.

LAVA - GRAND 2, SMARTPHONE KEREN BERSPESIFIKASI LENGKAP DARI INDIA

Jujur saja saya belum pernah mendengar tentang produk ini, dan suatu keputusan yang berani ketika akhirnya saya memutuskan untuk memilihnya. Dengan harga yang masih terjangkau yaitu di kisaran 2,9 juta, smartphone yang berasal dari India ini berani bersaing dengan brand lain yang sudah lebih dahulu terdengar gaungnya di tanah air dengan produk tertingginya saat ini - Grand 2.

Bagaimana tidak saya langsung jatuh cinta ketika beberapa spesifikasinya cocok dengan yang saya mau : kamera bagus,  layar 5,5 inchi dan responsif, body ringan,  dan harganya masuk di anggaran saya. Eh ada satu lagi, warnanya : Gold hahaha..

Sumber : disini

Ada beberapa keunggulannya :

- Layar 5.5″ IPS LCD Capasitive dengan resolusi 720 x 1280 pixels. Layar tersebut telah didukung dengan panel IPS capacitive touchscreen yang memiliki kedalaman warna hingga 16 juta warna yang cemerlang serta resolusi HD 720p membuatnya sangat nyaman untuk browsing, streaming video, dan bermain game.

-  Processor Quad-core dan diperkuat oleh RAM 3GB sehingga menghasilkan multitasking dan layar yang responsif

-  Kamera Utama 13 MP dan kamera depan 8MP yang keduanya dilengkapi LED Flash dan auto focus yang mendukung untuk kegiatan foto memfoto
Kamera pada Lava - Grand 2 ini juga dilengkapi dengan "night pro mode" untuk menghasilkan ISO 30% lebih tinggi, sehingga hasilnya cukup baik ketika digunakan di malam hari.


-  Kapasitas baterai yang lumayan mumpuni untuk mendukung aktivitas smartphone, yaitu 3000 mAh dan removable , cocok bagi yang aktivitasnya tinggi.

- Dengan ruang penyimpanan 16 GB, para penggunanya tidak perlu kuatir, sebab Lava - Grand 2 dengan STAR OSnya mempunyai manajemen memori yang baik, sehingga semua program selain bawaan dari smartphonenya, dapat disimpan di memori eksternal.

- Dengan sentuhan metal hampir diseluruh bodynya yang ringan ini,  membuat Lava Grand 2 tampak mewah dan elegan, dengan pilihan warna white atau gold (saya pilih yang gold).

Sumber : disini


Jadi, berdasarkan keunggulan - keunggulan itu, rasanya kali ini saya nggak salah pilih produk, dan membaca review - reviewnya, semua berseru AWESOME !!

Lava Grand 2 ini punya packaging yang elegan, boxnya mewah , sis.. dan yang bikin kesengsem adalah selain garansi resminya selama setahun, semua aksesoris original bawaannya seperti headset, charger, dan baterainya - FREE REPLACEMENT GUARANTEE selama 6 bulan, ngiler kan?

Sssst.. karena saya beli di distributor resminya, bonusnya sebajek, gile abis :

1. Tongsis
2. Perdana IM3
3. SD Card 8 GB
4. Selfie Lense
5. OTG Connector
6. Powerbank
7. Tumbler
8. Screen Guard Protector
9. Hard Case / Flip Case Originalnya
10. Jam tangan digital yang unyu

Hohoho.. nggak nyesel pilih produk ini dan bahkan saya sekarang JATUH CINTA , mau ikutan saya jadi pecinta Lava ?










Gramedia Exhibition Ngagel Surabaya, Surganya Buku Murah, Sis !

Seperti yang pernah saya ceritakan sebelum-sebelumnya, hadiah yang paling menyenangkan buat saya adalah Buku, dan surga buat saya adalah toko buku, apalagi toko buku diskon dan murah. Wah, bisa bikin saya kalap meraup semua buku yang saya inginkan (dan sesuai dengan budget tentunya.. )




Tahun kemarin, adek saya Winda heboh cerita kalo dia abis angkut - angkut sekresek novel yang didapatnya dari pameran buku murah Gramedia di Plasa Araya - Malang.
Kala itu saya ikutan heboh dan memesan novel - novel yang kebetulan favorit saya, seperti Chicken Soup, chicklit si Shopaholic Akut - Rebecca Brandon (dulu Bloomwood)  karya Sophie Kinsela, sampai cerita anak karangan Roald Dahl yang terkenal dengan kisah si gadis kecil - Matilda. Kerennya lagi novel yang dijual perpaket serian itu (isi 5-8 buku tergantung judul) hanya dijual seharga Rp 50.000. Padahal kalau harga aslinya bisa lebih dari Rp 300.000 nih. Ngiler nggak sih??


Sampai si Nico ikutan ngiler untuk pesen Musashi dan Taiko yang bisa buat ganjel pintu, dengan harga yang sama, Rp 50.000an. Saya inget sekali, sepulangnya dari belanja buku pesanan kami, si Winda, ngomel - ngomel 
"Tanganku linu, wes koyok kuli angkut ae aku, ngangkut bukumu dari dalem ke parkiran", dan saya cuma bisa ngakak :D #maapdek

Ketika itu masih ada Suwargi Papa, jadi yang kirim - kirim buku yang ternyata frekuensinya sekerdus Jeruk Ponkam itu, ya papa. Untungnya nih, kami punya ekspedisi langganan yang bisa kirim paketan dengan murah tanpa dihitung berdasarkan beratnya (kalo dihitung berdasarkan berat, jelas yang mahal ongkirnya, dong ih)

Oh ya, sebenernya kegiatan berburu buku murah sudah sering saya lakukan dari masa sekolah dulu, bahkan saat ngekost dulu, belanja buku termasuk salah satu hiburan saya, tapi sejak menikah, hobi saya ini sempat terhenti sejenak, karena lebih asik membaca e-book.

Seperti membangunkan macan ngorok, kejadian usung - usung buku kemarin, membuat saya penasaran, mosok yo nggak ada sih toko buku murah di Surabaya? and.. gotcha ! ketika jalan - jalan saya menemukan kumpulan buku murah di Giant Pondok Candra, 10.000an saja, sis untuk novel - novel jenis metropop ini.

Novel kesukaan saya sejenis Metropop begini :D
Kegilaan memborong beberapa buku murah dengan prinsip, "kalo bisa dapet yang murah, kenapa harus beli yang mahal"  dengan tambahan penegasan " beli bukunya yang harga 10rebuan aja, biar dapet banyak" (emak -emak banget) hahaha..membuat saya semakin penasaran dengan buku 10rebuan, dan bertekad mencari buku obralan sejenis.

Petualan mencari buku murah ini membawa saya dan Nic ke Gramedia Exhibition yang lokasinya di Jalan Ngagel Jaya No 41-43 Surabaya. 

Buat saya, Gramedia Exhibition ini surganya buku murah, sis! 
Bagai kalap saya memilih buku buku yang sesuai dengan prinsip saya tadi (cari yang 10rebuan, biar dapet banyak !!)
Buku - buku yang ditawarkan emang bukan judul baru sih, bahkan beberapa buku kertasnya juga sudah agak menguning, tapi jangan salah, semua bukunya masih dalam bungkus plastik kok, jadi bukan buku bekas. Kalau saya sih, selama buku itu belum pernah saya baca ya namanya tetep buku baru.

Suasananya sepi, sepertinya belum terlalu banyak orang tahu keberadaan toko ini, padahal parkirannya luas, dan tokonyapun lumayan gede. Tapi, jangan harap kalian menemukan katalog online, atau judul buku terbaru ya. 
Justru yang akan kalian temui, banyak  tulisan Rp 5.000 - Rp 10.000 - Rp 20.000, Rp 30.000, diskon 40% , diskon 30% . Asik sekali kan?
Tapi ya gitu deh, buku - bukunya agak berdebu, maklum ini adalah turunan buku - buku dari Gramedia dan biasanya sudah tersimpan di gudang atau kardus sampai beberapa lama.

Kebanyakan buku yang ada adalah novel, sebangsa chicklit, teenlit, buku motivasi, komik, buku anak, dan lain - lain.Ah, sungguh bikin kalap ini toko. Hanya saja, periode untuk mengeluarkan buku baru juga nggak tentu, sepertinya menunggu buku yang lama berkurang dahulu. Seperti saya, kesananya cukup 1 bulan sekali, tapi sekali beli bisa 8 -10 judul buku. Dan masih tetep sesuai prinsip, nggak mau beli yang diatas harga 10.000an, rugi nantinya bakal turun juga jadi 10rebu.. hahahaha. Bahkan si Nico yang hobi komik, bisa dapet satu seri isi 5 komik lepas, dengan harga 5000 saja. Gila yah?

Menumpuk menggunung :D 

Jadi nih, kalo sehabis gajian akhir bulan, sudah pasti saya menggeret Nic untuk mampir ke toko ini, siapa tahu bisa memborong 10 buku lagi untuk menambah koleksi buku di rak saya yang sepertinya harus segera diupgrade ini.

Pertanyaannya : Kebaca semua nggak sih?
Nah, itu masih dalam Pe - er saya, hahaha, jujur belom semuanya kebaca, bahkan masih ada yang utuh dalam plastiknya. Yang penting punya dulu lah, toh ternyata, bagaimanapun membaca buku ini jauh lebih asik dibanding membaca buku elektronik 

Siapa mau ikut jejak saya? 






Minggu, 19 Juni 2016

Mie Gajah Mada - Raya Merr Surabaya : Akhirnya ...

Kalo ngomongin MIE GAJAH MADA yang lokasinya di Raya Merr - Surabaya , arah UPN samping Masjid At - Tanwir ini, bawaannya baper mulu. 
Nggak saya, nggak Nico , sama - sama baper.
Lha .. lha kenapa sebabnya?

Gini lho, lokasi warung mie ini di deket rumah, hampir saben hari dilewatin pagi - sore- malam, tapi 4 tahun tinggal di seputaran Merr , baru malam ini keturutan (ciamik ya hahaha). Bukannya apa sih, kalo kami lagi niat kemari, ada aja halangannya, yang masih sore sudah abis, yang tutup, dan seringkali sudah kelewatan kami baru ingat .. #krikrikrikrik



Dan, setelah melewati ratusan purnama, malam ini kami berhasil mencicipi kuliner ini, dan lucunya pas mo mengarahkan motornya kesana, Nic ngomong ke saya "Kamu deg - degan nggak? " 
Jawab saya " Iya, deg - deg-an .. jangan - jangan gagal lagi"
(Ya ampun kayak lagi ngomongin apa sih kami ini yah, segitunya banget hahaha)

Pas mandeg di depan parkirannya, saya sudah cemas, karena bapaknya sudah longok - longok, biasanya sih kalo udah seperti itu berarti sudah SOLD OUT.
Dengan tenang, kami turun, dan .. Puji Tuhan, bapaknya anteng - anteng aja.
Berarti mienya masih ada nih batin saya


Kamipun memilih menu, ada beberapa pilihan menu mie-nya.
Saya pilih Song Mie Ayam + Jamur , dan Nic pesan Pangsit Mie Ayam 
Kata bapaknya, bedanya sih kalo Song Mie pakai jamur, udah gitu aja bedanya pangsit mie ayam dan menu mie lainnya.
Kelar milih, bapaknya bilang "Mbak, jamurnya abis, jadi yang ada tinggal pangsit mie ayam saja"
Ealah pak.. dari tadi ngomong dong, ngapain pake acara milih menu segala hahaha.. udah tinggal satu pilihan menu saja, porsinya cuma bisa standart, nggak bisa yang jumbo .. hahaha , si bapak PHP nih.. 



Dan inilah penampakan Pangsit Mie Ayam kami : 


Porsinya lumayan banyak nih, diatas sendiri topping ayam cincang dan daun bawang , lalu mie  , dan dibawahnya disembunyikan slada air mentah dan pangsit rebusnya. Entah kenapa kok sladanya disembunyikan dibawah ya, kalo Cwiemie Malang kan diselipkan di pinggir mangkoknya.

Lanjut ke  mienya, mie keriting kecil ini bertekstur lembut tapi kenyal. Dimasak dengan  tingkat kematangan yang pas, tidak overcook, dan ditiriskan dengan sempurna, jadi kering tidak mengandung air rebusan. Nice ! . Topping ayamnya kalau menurut saya perpaduan antara topping mie ayam Jakarta dan cwiemie Malang, tidak berasa kecap, tapi asin gurih ada rasa manisnya. Sedangnkan pangsitnya biasa saja, tidak ada yang istimewa, jauh masih enak Pangsitnya Mie Kayoon - Embong Kemiri.

Tapi meskipun begitu, kami berdua cukup puas dengan makan malam kami hari ini, cukup untuk mengobati penasaran selama ini, dan dari penilaian rasa serta harganya yang terjangkau (10.000 untuk seporsi Pangsit Mie Ayam) , Mie Gajahmada ini pantas untuk diulang kembali.

MIE GAJAHMADA
Jl. Dr. Ir. H. Soekarno No 487A Rungkut - Surabaya Timur
Raya Kedung Asem T42 Surabaya
Jam Buka : 11.00  - habis 

Wisata Kuliner Blitar - Nasi Pecel Pincuk Bu Gatot - Gaprang - Kanigoro

Masih ingatkan, sewaktu saya cerita tentang susahnya cari warung di Blitar yang buka siang hari?

Baca juga : Wisata Kuliner Blitar 2 - Warung Bakso Lestari Jaya 1 - Jalan Dr. Wahidin Blitar

Nah, keesokan harinya, petualangan mencari Nasi Pecel di pagi hari, nggak kalah mendebarkan hahaha.. sampai kalo kata kawan saya Cak Budiono : Petualangan yang LUWEAR BIYASA (sampai luwe luar biasa : luwe = lapar)

Yah, emang salah kami juga sih, sudah tahu kalo Bulan Ramadhan, masih ngotot nyari sarapan di pagi hari , tapi namanya usaha, apalagi dengan penuh pengharapan, kami yakin  paling tidak,  ada satu warung yang bakal buka.

Dann.. eng ing eng.. dengan mata masih kriyep - kriyep, start dari rumah Garum jam 06.30 dan diterpa udara yang dingin,  kami berdua menyusuri perlahan - perlahan jalanan yang masih lumayan sepi . Lho, kok sepanjang Garum nggak ada yang jual ya? Wah.. wah.. lanjut ke Blitar Kota deh, yang kira - kira sejauh 7 km dari Kabupaten Garum. 

Eh.. kok masih nggak ada yang buka sih, bahkan kami putar - puter dalam kota masih nggak nemu  warung pecel yang buka .. (duileee.. niat sekali ya)
Padahal kalo hari biasa - bukan di bulan puasa, maksudnya - , para bakul pecel ini standby dari jam 4 pagi lho ..ck ck ck ..

Belum puas dengan pencarian yang sekitar 9 km dari rumah tadi, si Nico mengarahkan motornya ke arah Gaprang - Kanigoro. Rencananya sih mo nyari pecel rekomendasi dari Bupuh - Budhe kami - , yang katanya ada sebelum Pasar Kanigoro, dan itu berarti kami menambah sekitar 6 km lagi untuk mencapainya.

Wuih, niat sekali ya?
Lah , gimana lagi, wong kalo ke Blitar belum mecel itu belum "jangkep" alias belum klop kok , ya jadi harus diniatin, lagian tanggung udah muter - muter kelaperan hihihi..

Dan.. Praise The Lord, akhirnya nyampe di Gaprang tepatnya di Jl. Raya Tlogo, Gaprang - Kanigoro (Depan PAUD Andrea), ada satu warung pecel yang buka.
Sebenarnya bukan tujuan kami sih, tapi sudahlah, kalo sudah laper nggak usah banyak rewel , nih orong - orong dalam perut sudah berontak :D
Apalagi, pagi itu kami masih harus melanjutkan petualangan kami untuk mengurus surat pindah 

Baca juga :
Mengurus Surat Pindah KTP Berbonus Liburan ala Nyonyakece




Nama warungnya : Nasi Pecel Pincuk Bu Gatot , buka jam 6 pagi sampai habis.
Warungnya semi permanen, cukup luas dan lega, hanya saja karena di pinggir jalan besar, jadi cukup ramahnya dengan motor, kalau mobil , bisa tapi nggak terlalu lebar sih.



Ada beberapa meja kayu dan kursi plastik di dalamnya, cukup menampung sekitar 30 orang, bisa juga lesehan sih, tapi sepertinya lebih enak kalo duduk di kursi aja deh, terutama untuk kaum gembul kayak kami ini hehehe..

Lanjut dengan memesan 2 porsi nasi pecel, dan 2 teh hangat, yang dilayani dengan ramah oleh Bapak dan Ibu Gatot . Lumayan ramai juga nih warung, dan setelah kami cerita ke Granny, ternyata warung ini cukup terkenal lho..
Berarti kami nggak salah mampir ya , untunglah.

Taraaa.. nasi pecel kami sudah disajikan, seperti ini penampakannya :


Nasi pecelnya porsi pas, disajikan dalam pincuk atau daun pisang.
Sayurannya simple aja godong ijo, turi, cambah atau tauge dan nggak lupa terancam (timun yang diiris kecil)
Peyeknya peyek grago, gurih, renyah (grago = rebon = udang kecil)

Bumbunya dominan kacang, kental, tapi masih ada aroma kencur samar
nah, yang seperti ini yang saya demen, bumbu dominan kacang.
Nggak lupa disajikan juga bareng sepotong tempe goreng gurih. 
hmm.. kok jadi laper lagi yah, ngreview pecel ini hihihi..

Kamipun makan dengan lahap, dan menikmati nasi pecel 15 km kami, dan memang nikmatnya makan itu kalo penuh perjuangan :D

Nasi pecelpun ludes nggak lama kemudian, perut kenyang, hati gembira, apalagi pas bayar, lha kok murah ya , 2 porsi nasi pecel dan 2 teh hangat cuma habis 13.000 saja. Puas ! Nggak sia - sia nih perjalanan muter seluruh kota, dan bahkan saat kami pulang sekitar jam 8 pagi, masih belum ada satupun warung yang buka.

Terimakasih Bu Gatot , sudah bersedia buka warung pagi - pagi :D 

Sabtu, 18 Juni 2016

Wisata Kuliner Blitar - Warung Bakso Lestari Jaya 1 - Jalan Dr. Wahidin Blitar

Oke, setelah malam hari kemarin kami kuliner Tahu Lontong dan Es Ronde Ramahal, siang ini abis bayar PBB ke Bank Jatim Blitar, kami mengisi kekosongan perut dengan sesuatu yang hangat menyegarkan, pinginnya sih cari Soto Buk Ireng yang terkenal itu, tapi berbeda dengan Surabaya dimana warung - warung pada buka di bulan puasa, di Blitar warung - warungnya pada tutup bahkan sampai 2 minggu menjelang lebaran, apalagi siang itu hujan turun dengan derasnya :D

Baca juga :
http://nyonyakece.blogspot.co.id/2016/06/mengurus-surat-pindah-ktp-berbonus.html

Jadi, pilihan kuliner di siang hari memang nggak banyak, untunglah salah satu warung bakso kesukaan saya buka di siang hari : Bakso Lestari Jaya 1 - Jalan Dr. Wahidin Blitar




Harga per mangkoknya murah meriah, cuma Rp 7.500 saja, dan dalam semangkok bakso campur ini berisi :  4 pentol bakso, 1 tahu putih besar yang enak, dan 1 buah gorengan 
Kuahnya bening dan rasanya light, tidak membosankan, malah menyegarkan.
Ada tambahan suun putih (kebiru- biruan, ini saya heran kenapa ya yang namanya suunnya bakso mesti warnanya gradasi hehehe) dan taburan bawang daun dan bawang goreng. Buat kamu yang nggak pingin bakso campur, bisa memilih pentol bakso saja , harganya sama ko, atau mau pakai lontong ? ada jugaaa.. 

Warung Bakso Lestari Jaya ini terletak di sebuah bangunan permanen, tempatnya lumayan resik, parkirannya juga enak, pelayanan juga oke.. 
Bisa dijadikan referensi nih kalo mampir ke Blitar :)

Jumat, 17 Juni 2016

Wisata Kuliner Blitar - Tahu Lontong dan Es Ronde RAMAHAL - Jalan Cokroaminoto



Kenapa Ramahal (Ora Mahal) ? 
Begitu tanya seorang kawan ketika saya mereview kuliner ini di Facebook . 
Ya dengan dongkol sih saya jawab "Karena Murah " hahaha.. pertanyaan yang nggak perlu dijawab sebenarnya, tapi bener juga sih kalau dipikir - pikir, kuliner di Blitar ini cukup murah terutama jika dibandingkan dengan kuliner yang ada di Surabaya (Ya jelas lah ..)

Dan, hari pertama ketika kami sampai di kota ini, tujuan pertama adalah Tahu Lontong dan Es Ronde Ramahal yang letaknya di Jalan Cokroaminoto Blitar. Jam bukanya diatas jam 5 sore - malam.

Jujur nih, selama 4 tahun sliweran di Blitar, saya kok nggak bisa cocok dengan Tahu Lontong khas Blitar ini yah :(, tapi anehnya setiap tahun selalu ngajak untuk mampir untuk sekedar mengetest apakah tahun ini selera saya berubah terhadap kuliner yang satu ini . hahaha.. Gak jelas banget ya?


Kalau pesanan saya ini nasi tahu :) 



Baca juga : Mengurus Surat Pindah KTP Berbonus Liburan ala Nyonyakece

Berbeda dengan olahan tahu di kota lain, nasi tahu atau tahu lontong khas Blitar ini, bumbunya hanya kecap dan petis lalu kacang tanahnya ditaburkan bukan diuleg seperti tahu tek Surabaya atau tahu lontong Malang

Kalau penyajiannya sih sama saja, tahunya dipotong kecil dan tidak lupa disajikan bersama taburan Brambang goreng dan daun Brambang lalu tauge pendek atau biasa disebut capar, dan krupuk pasir.
Enak sih sebenarnya, simple saja rasanya, tapi kalo untuk lidah saya kok rasanya cuma makan nasi dengan tahu goreng dan kecap. Kurang kaya rasa . (pendapat pribadi lho ini)

Nah kalo menurut saya, yang unik tuh justru Es Ronde - nya. Kalo biasanya ronde disajikan panas - panas, nah kalo ini malah disajikan dingin . Unik tapi seger banget, apalagi ketika perpaduan panasnya jahe dan segarnya es sirup mengalir di tenggorokan.. wow.. badan jadi terasa hangat lho..Oh ya kalau di Surabaya, wedang ronde kan isinya macem - macem , ada yang pakai degan (kelapa muda) , kacang, kolang -kaling, dll, tapi kalo disini isinya cuma ronde bulet dan kacang bawang. Sederhana sekali, kan?

Selain ronde  masih ada banyak pilihan kudapan lain seperti kolak roti, es dawet, dll 

Es ronde yang unik tapi menyegarkan
Kalau mo cemil - cemil jajanan lawas sembari menunggu tahu lontong dan es ronde disiapkan juga ada lho .. dan menurut Nico, sejak puluhan tahun lalu menunya nggak pernah berganti dan bertambah , cuma 3 macam saja  : tetel / jadah (bakar/ tidak) , kue wajik, dan tahu petis hahaha.. 

Wajik gurih warnanya mengingatkan saya pada Hulk :)

Jadah atau tetel bakar ini enak juga lho, aroma sangit bakarannya membuat semakin gurih rasanya

Dan kembali ke nama Ramahal, malam itu pesanan kami 2 es ronde dan 2 tahu lontong dan 2 jadah bakar totalnya Rp 26.000 saja, kira - kira sih untuk seporsi tahu lontongnya 6000an, rondenya 5000an, dan jadahnya 2000an

Ramahal kan? 


Mengurus Surat Pindah KTP Berbonus Liburan ala Nyonyakece



Genap setahun menempati rumah  ini, akhirnya kami berdua memutuskan sudah saatnya untuk berpindah KTP menjadi Warga Kota Surabaya.Disamping lebih memudahkan untuk mengurus segala administrasi kami di kemudian hari, kok ya rasanya aneh juga, sudah punya rumah sendiri di Surabaya tapi KTP nya masih KTP Blitar hehehe.

Minggu kemarin, kami berdua sepakat untuk off dari segala kegiatan, dan mudik ke Blitar untuk urusan yang satu ini. Sengaja kami ambil cuti agak panjang, karena gosipnya ngurus / cabut KTP di daerah asal, belum secanggih Jakarta yang bisa dalam waktu kurang dari 2 jam .. Dan, benarlah yang terjadi 5 hari kerja ternyata nggak cukup untuk ngurus segala yang tampaknya remeh temeh ini #sad :(


PROSES CABUT KTP 

Jadi , langkah - langkah yang kemarin kami lakukan adalah :


1. Minta surat keterangan pindah dari RT setempat

2. Bawa surat keterangan dari RT tersebut lalu minta tandatangan dan stempel dari RW

Kedua langkah ini mudah sekali, yang tersulit adalah mencari waktu kapan perangkat RT dan RW nya ada di rumah ehehehe.. jadi , berdasarkan pengalaman yang sudah - sudah , kami mruput jam 7 pagi ke rumah Pak RT di kala beliau masih merem melek dan sarungan :D 


Oh ya dokumen yang harus disiapkan adalah :


* KTP Asli dan siapkan beberapa lembar fotokopiannya

* Kartu Keluarga asli dan fotokopiannya
* Akta Lahir dan fotokopiannya
* Akta Nikah dan fotokopiannya
* Pas foto 4x6 dan 3x4 dengan latar belakang biru untuk tahun kelahiran genap, dan merah untuk tahun ganjil (yang ini butuh agak banyak, siapkan sekitar 8 lembar untuk 4x6 dan 6 lembar untuk 3x4)
* Bukti pembayaran PBB terbaru dan fotokopiannya ( nah, kalo ini kemarin jadi satu kendala yang membuat proses kami terhambat, karena seharian harus mengantri pembayaran)
* Uang secukupnya untuk administrasi (biasanya sekitar 10.000 - 20.000 untuk setiap pembuatan surat administrasi, tergantung lokasi)


3. Setelah dari RT dan RW, lalu kita menuju kantor kelurahan, nanti dari kantor kelurahan akan diberikan surat pengantar untuk mengurus ijin ke kecamatan, koramil, dan untuk pembuatan SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) yang berlaku 6 bulan sejak tanggal dibuatnya


4. Setelah semua proses selesai, nanti akan diberikan surat pengantar untuk diserahkan ke Dispendukcapil , yang nantinya akan mengeluarkan surat pindah ke daerah yang kita tuju.


Mudah sekali bukan? Sebenarnya sih mudah, asalkan semua dokumen kita lengkap,  tapi yang membuat lama, adalah prosedur bolak-balik ke masing - masing kantor, dan menunggu perangkat "desa" nya ada di lokasi, untuk tanda - tangan surat - surat kita #miris . Tapi, nggak semuanya seperti itu kok, berdasarkan sharing dari teman - teman ada juga daerah yang bisa mempermudah proses ini, meskipun mayoritasnya sih sama lamanya 


Nah, proses kami sementara sampai disini dulu, karena masih menunggu surat pengantar dari Dispendukcapil, yang selesai dalam 7 hari kerja (lamanyaa), kalo ini kami nggak harus mengurus sendiri, tinggal menitipkan surat pengambilan pada kerabat disana, dan mengirimkan kepada kami untuk diproses selanjutnya. 

(Nanti diupdate lagi yah kalo sudah ke tahap berikutnya)

BONUS LIBURAN SERU 


Sembari menunggu proses yang sebenarnya membuang banyak waktu, kami berdua - Saya dan Nic - mengisinya dengan liburan kecil - kecilan tapi lumayan seru, buat kami berdua yang jarang sekali berlibur  #kasiansekali :D 

Tentunya yang banyak aktivitas kuliner dong hehehe , maklum kami berdua kan duo Nic yang gembul dan doyan makan ,
Eit.. tapi nggak melulu soal makan kok, ada waktu senggang di akhir minggu yang kami gunakan untuk ziarah dan berdevosi ke Gua Maria Lourdes Pohsarang - Kediri 

Jadi berikut list review yang nantinya akan saya ceritakan untuk kalian semua 


1. Wisata Kuliner Blitar 1 - Tahu Lontong dan Es Ronde RAMAHAL - Jalan Cokroaminoto 
2. Wisata Kuliner Blitar 2  - Bakso Lestari Jaya 1 - Jalan Dr. Wahidin Blitar
3. Wisata Kuliner Blitar 3 - Nasi Pecel Pincuk Bu Gatot - Gaprang - Kanigoro
4. Wisata Kuliner Blitar 4 - Soto Daging - Sami Mawon - Jalan Kelud 
5. Wisata Kuliner Blitar 5 . Kampung Coklat - Kademangan 
6. Wisata Kuliner Blitar 6 - Nasi Lodeh Pedas Bu Harti (dahulu Sarikem) - Parkiran Makam 
    Bung Karno
7. Wisata Kuliner Blitar 7 - Sego Contong - Pertigaan Jalan Cepaka Blitar
8. Wisata Kuliner Blitar 8 - All You Can Eat ala Mak Ti - Minggirsari - Kanigoro
9. Wisata Kuliner Blitar 9 - Pecel Mbok Bari 6 - Depan Makam Bung Karno
10. Wisata Kuliner Blitar 10 - Warung Moro Seneng - Ir Soekarno
11. Wisata Kuliner Blitar 11 - Toko Roti Orion - Merdeka Timur
12. Wisata Kuliner Kediri 1 - Warung Rahayu - Taman Hidangan Kana - Gua Maria 
      Pohsarang 
13. Wisata Kuliner Kediri 2 - Soto Ayam  Taman Mas Giman - Taman 
14. Review Pohsarang 1 - MbahKung Homestay
15. Review Pohsarang 2 - Jalan Salib Bukit Golgota
16. Review Pohsarang 3 - Pondok Rosario Nazareth 

Lho hee.. ternyata banyak sekali ya yang akan saya ceritakan hahaha dan benar tho, 80% nya adalah soal kuliner.. hahaha


Yo wes, yuk alon - alon asal kelakon kita pelan - pelan menyusuri satu persatu jejak liburan saya


Selamat berpetualang ^_^