Rabu, 30 Maret 2016

Pemandian Tirta Nirwana Songgoriti - Batu, Wisata Nostalgia jaman kecil

Minggu kemarin, saat liburan Paskah, saya dan Nic berkesempatan jalan-jalan ke kawasan Songgoriti Batu. Sebenarnya sih tujuan kami berdua untuk survey lokasi untuk kegiatan rekoleksi lingkungan gereja di Surabaya

Dan kebetulan lokasinya sangat dekat dengan Pemandian Tirta Nirwana Songgoriti, kawasan wisata yang dahulu ketika saya kecil, kedua orangtua saya sering mengajak kesana. Sering dalam artian sangat sering, karena jaman kecil tahun 80'an, kawasan wisata di Batu tidaklah terlalu banyak, hanya beberapa, sebut saja Selecta, atau air terjun Coban Rondo, dan salah satunya ya Pemandian Tirta Nirwana Songgoriti ini, disamping karena letaknya yang paling dekat dari pusat kota Batu, juga karena pemandian ini milik perusahaan dimana Suwargi Papa bekerja, jadi ada semacam tiket masuk gratis tak terbatas bagi karyawannya hehehe 

Pemandian Tirta Nirwana ini tepatnya terletak di Kelurahan Songgokerto Batu, dan dikelilingi oleh pasar wisata yang berjualan berbagai macam kerajinan tangan, dan souvenir yang bisa dijadikan buah tangan.


Buka dari jam 07.00 pagi hingga 17.00, tiket masuk kawasan wisata ini termasuk murah,hanya Rp 15.000 / orang (per April 2016), kita sudah bisa menikmati pemandangan yang indah, hawa yang sejuk, pemandian (kolam renang), taman untuk berfoto, kolam ikan, danau buatan, dll

kolam renang dewasa

Danau buatan, ada sepeda air yang bisa disewa lho 

Pepohonan yang rindang
Taman Buah - Buahan 

Spot yang asik untuk foto


Bisa berfoto bersama dinosaurus
Dengan tiket masuk yang terjangkau, pemandian Tirta Nirwana Songgoriti ini pantas untuk dijadikan pilihan bersantai, disaat anda berwisata ke kota Batu, atau menginap di villa - villa keluarga yang banyak ditawarkan dikawasan itu . Oh ya di dalam pemandian, banyak sekali penjual makanan kok, ada bakso, jagung bakar, dan jangan lupa cobain sate kelinci  yang murah saja, hanya Rp 13.000/porsinya

Sate Kelinci

Bagi saya dan Nic, yang sehari - hari melihat macetnya jalanan ibukota, Pemandian ini cocok sekali untuk sekedar melepaskan diri dari rutinitas, dan tentunya untuk nostalgia masa kecil kami 


Sate Kelinci khas Songgoriti Batu

Kuliner hari ini saya posting langsung dari Songgoriti Batu.
Hari ini, saya dan Nico berdua meluncur ke Batu Malang dalam rangka survey lokasi untuk kegiatan gereja.
Dan karena lokasinya deket dengan pemandian Songgoriti mampirlah kami kemari untuk nostalgia masa kecil. 
HTM Rp 15.000 per orang
Murah meriah, ada kolam renang, kolam ikan, kolam sepeda air, yang banyak tempat duduk duduk santai dibawah pohon rindang.

Dan yang pasti nggak terlewatkan menikmati sate kelinci Rp 13.000/porsi isi 10, nasi putihnya Rp 4.000 di kafetarianya.
Satenya kecil kecil empuk, bumbunya dominan kecap.
Untuk sekedar nostalgia okelah

Sebenernya sih tadi sudah kenyang disuguhin sarapan semeja penuh sama owner hotel tapi siapa menolak godaan sate kelici 


Ayam Adun Asli Madura, Daging ayamnya dibakar dahulu


Makan Siang hari ini dipersembahkan oleh masakan temen
"Ayam Adun Asli Madura"
Kenapa asli Madura? karena ayamnya bener bener dibawa dari Madura oleh mertua tercintanya :D
dan Orang Madura menyebutnya Dun - Adun atau Kolak Dun
Ayam adun ini adalah masakan yang (konon katanya) hanya bisa dijumpai saat Lebaran di Pulau Garam sana, mangkanya kuliner ini cukup diburu saat itu, tapi beberapa saat lalu saya sempat menemukannya di sebuah warung khas Madura di daerah Ngagel Dadi (Surabaya).
Sekilas, kuliner ini tampak seperti kare, namun yang membuat unik, setelah dipotong dan dibersihkan, daging ayam kampungnya dibakar dengan merang dahulu sebelum akhirnya dimasak bersama kuah santan kental. 
Perpaduan bumbunya juga harus pas, karena kalau tidak masakan ini tidak akan enak di lidah.
Oh ya, kata temen saya Jeng Maya, dia lebih suka membuatnya dari ayam kampung yang baru disembelih, ketimbang menggunakan ayam potong, karena rasanya akan berbeda dan kurang mantap.


Doc : pribadi @nykece_


Setelah mencari informasi sana - sini, akhirnya terjawab juga rasa penasaran saya, kenapa kok kulit ayamnya hitam seperti dipanggang. 
Kalau dari segi rasa jelas enak, karena saya penggemar masakan tradisional, 
dan ketika memakannya ada sensasi rasa rempah yang beda yang belum berhasil saya kenali.

Oh ya menurut cerita temen, kuliner ini merupakan menu "ter-ater" atau saling bertukar masakan di Madura sana saat Lebaran

Akhirnya keturutan juga kuliner unik ini, kamu sudah pernah belum?

Jumat, 04 Maret 2016

Pecel Terong Pete, Bukan Pecel yang Sesungguhnya

Wuih, sudah lama nih cuti curcol dimari, lagi ngurusin beberapa proyek dari surabayakuliner.co.id nih, jadinya personal blognya jadi sedikit terlupakan #sigh

Hari ini postingan pertama di Bulan Maret, nyonyakece mau berbagi resep sederhana, cocok untuk pecinta terong. Pas kebetulan hari ini Jumat, dimana saya harus pantang protein hewani, so mari kita berbagi resep Pecel Terong, favorit mamaku 

Entah bagaimana namanya bisa pecel terong, karena kalau dilihat dari bumbu dan penampakannya ini bukan pecel yang biasanya, tapi yang jelas nggak kalah enak dengan pecel yang sesungguhnya meskipun nggak mengandung bumbu kacang

PECEL TERONG
untuk 2 orang

Bahan : 
2 buah terong ukuran sedang, potong sesuai selera
1 ruas pete (optional)
5 butir kemiri
2 cm kencur
5 buah bawang putih
7 buah cabe kecil (optional tergantung selera)
3 buah cabe besar 
1 sdt terasi
1 sdt garam
2 sdt gula
100 ml santan kental

Pecel terong pete
Cara membuat :

1. Goreng setengah matang pete dan terong yang sudah dipotong
2. Goreng setengah matang bumbu : cabe merah, cabe kecil, kencur, kemiri
3. Uleg kasar bumbu yang sudah digoreng setengah matang bersama terasi, garam
4. Tumis kembali bumbu yang sudah diuleg bersama sedikit minyak, tambahkan sedikit air , matangkan, tambahkan gula, garam (jika kurang) , terakhir masukkan santan kental
5. Jika kuah sudah siap dan matang, masukkan pete dan terong yang sudah digoreng setengah matang tadi, lalu matangkan sebentar, matikan api, lalu tutup wadahnya supaya matang sempurna.
6 Sajikan bersama nasi putih hangat, tempe goreng, atau telur rebus yang dipenyet lalu disiramkan kuah ini

Mudah sekali, kan? Selamat menikmati ^_^