Rabu, 07 Oktober 2015

(Tentang Papa) Menyalakan Lilin lebih baik daripada mengutuki kegelapan

#100happydays
#harike8


Sejak papa sakit beberapa bulan kemarin, makanan menjadi salah satu topik perdebatan kami

Satu pihak, papa kalo lagi nggak mau tarak ,apapun dimakan, nggak peduli sakitnya dan nggak bisa dilarang. Ngeri. Padahal seharusnya diet ketat.

 Di lain pihak, kalau nggak mau makan, bisa sama sekali nggak mau, mungkin juga bosan.
Karena sayur, buah, karbo, protein benar benar harus dibatasi, bahkan dilarang. Jujur, yang di rumah bingung mengatur menu.

Tapi 5 hari di Malang, saya mencoba untuk memberi pengertian ke papa tentang kesehatannya tetutama tentang makanan.

Seperti malam ini, papa pingin mie kuah dokdok.
Nggak boleh dong.
Kalo biasanya dilarang pasti ngambeg, lantas nggak kehilangan akal, putih telur saya potong tipis tipis menyerupai mie (papa harus makan putih telur dan selama ini selalu menolak), lalu saya masak dengan tauge (kebetulan saya baca boleh) dan saya olah menyerupai mie kuah, saya beri taburan bawang merah putih

God bless, papa makan lahap dan gak minta mie dokdok lagi :D

Sebenarnya hanya perlu mensubstitusi apa yang diinginkan apa tapi dilarang, dengan apa yang diperbolehkan.
Itupun juga pinter pinternya kita mengakali dan bertindak sekreatif mungkin.

Orang sakit itu bukan hanya perlu dijaga tubuhnya, tapi terpenting adalah moodnya dan memotivasi untuk bisa sehat kermbali.
Papa sempat kehilangan itu, gegara ada seorang tenaga medis yang menangani papa mengatakan, " iki wes bosok pak, kari mateke" ( ini sudah busuk pak, tinggal matiinya)

Wth, apaan itu.. Kalau emang menurut medis tidak bisa sembuh tapi bukan berarti harus menjatuhkan mental. Mangkanya nggak heran, pap kehilangan motivi hidup, seringkali berucap "Percuma, gak bakalan bisa sembuh kata dokter" dan susah diajak untuk memulihkan kesehatannya.
Ya ya , mungkin dokter itu benar, tapi kita masih punya yng Maha Menyembuhkan, Tuhan.

Teringat cerita seorang ibu dengan kasus yang sama dengan papa (gagal ginjal) yang punya semangat tinggi dan Puji Tuhan, kondisinya membaik, sehat kembali. Satu dari sekian kasus yang membuat heran dokter yang mengobati. Prinsipnya cuma satu
"Tuhan maha segalanya, dan saya yakin saya bisa sembuh"

Banyak cerita yang mungkin nantinya akan saya ceritakan tentang papa dan usaha saya untuk membantu papa pulih

Memang, menyalakan lilin itu lebih baik daripada mengutuki kegelapan
Cepat seat ya pa..



0 komentar:

Posting Komentar