Jumat, 16 Oktober 2015

Tak Mungkin Pulang ke Malang tanpa Wisata Kuliner (Edisi 1 )

Minggu lalu, saya pulang ke Malang agak lama, sekitar 2 minggu

Kalo pulang ke Malang, pasti nggak mungkin lah lepas dari yang namanya acara Wisata Kuliner, sesekali (dan bahkan beberapa kali) pasti adalah sesi dimana kami makan diluar karena pingin nostalgia kuliner tertentu.

Nostalgia? Iya nostalgia , karena kebanyakan kuliner yang saya jajaki , bukan kuliner baru, melainkan kuliner kuliner favorit saya sebelum pindah ke Surabaya, eits ada juga yang favoritnya Nico sih, tapi kebanyakan emang favorit saya (karena saya yang doyan makan :p ) :

Ini nih diantaranya yang sempat saya icip awal Oktober 2015 kemarin :


1. Es Dawet Beras
Lokasi : Pintu Belakang  Fakultas Teknik Universitas Brawijaya
Jl. Watugong

Doc pribadi : @nykece_

Doc pribadi : @nykece_
Es dawet ini adalah langganan Nico , katanya sih favoritnya anak anak Brawijaya
Pas saya cobain emang seger banget, dawet berasnya lembut dan santannya murni gurih serta manisnya pas, dan gulanya gak bikin serik.
Harganya murah Rp 4.000 saja , porsinya banyak banget, memenuhi isi mangkok dan tentu saja menyegarkan untuk melepas dahaga
Isinya bisa pilih mau dawet saja, atau dengan tape ketan hitam dan kacang hijau.
Kalau saya lebih suka memilih dawet saja, tanpa campuran lainnya.

2. Tahu Campur dan Siomay Bandung Telkom
Lokasi : Telkom Malang Jl. Basuki Rahmad (Kayutangan)

Tahu Campur Rp 10.000,- (Doc pribadi : @nykece_)

Lha kalo ini wiskulnya nggak sengaja, karena  di rumah ortu entah kenapa kok sinyal internet berbagai provider byar pet dan kebanyakan petnya daripada byarnya .
Nanya sana sini akhirnya diputuskan kepusat wifi di Telkom Jl. Kayutangan
Nah, sampai disana, pandangan mata terfokus pada kuliner kaki lima yang berbaris disana
Memang dari dulu Telkom jadi pusat jajanan malam, tetapi sekarang sebagian besar bergeser sekitar 50 meter ,jadi disini hanya tersisa bakul siomay, roti bakar, dan tahu campur
Tapi cukup mengenyangkan juga kok kalau kita mengicipinya semua hahaha..
Kalau saya lebih suka siomaynya sih, hanya bumbunya agak sedikit encer.


Siomay Bandung, Rp 8.000 (Doc pribadi : @nykece_)

Bersambung ...

0 komentar:

Posting Komentar