Kamis, 22 Oktober 2015

Gurami Jangkrik , Cak Yu, Pedesnya Nendang, Sambelnya Nyakar (Surabaya)

Sejak papa tinggal di Surabaya, rumah kami semakin rame dikunjungi sanak keluarga, yang artinya , saya harus kreatif untuk menyiapkan menu makan siang, terutama bagi mereka yang datang dari luar kota, Malang misalnya

Kemarin, satu rombongan kembali datang kemari, dan bertepatan dengan makan siang juga, kalo yang ini agak istimewa haha karena minta menu makan siang yang kriterianya :

1. Tempatnya kudu adem 
    (maklum orang Malang kalo ngrasain hotnya Surabaya, agak meleleh )
2. Makanannya kudu pedes
3. Gak pake lama (udah lapar bingit )

Pikir punya pikir akhirnya kami memutuskan untuk makan di 
Cak Yu Rungkut 
Lokasinya di :  Jl. Rungkut Madya 195 Surabaya
Telp. 031-878 2777
Jam buka: 10.00 - 22.00 WIB

Tempatnya cukup cozy, adem , bersih dan yang pasti nggak terlalu rame.

Eh, ada Naraya (doc pribadi : @nykece_)
Nah kriteria 1 sudah terpenuhi, tinggal memenuhi yang 2 dan 3 nih.
Pas liat menu,  pramuniaganya bilang kalo ada promo beli 1 gratis 1 untuk paket gurami .. asek...
Pilih pilih pilih.. lhaa kok ada menu sesuai yang kriteria ke 2 (Pedes)
Pas lagi nih.. kami pilih Gurami Jangkrik
haha, Suroboyo banget yah namanya , 
yaitu gurami yang digoreng setengah matang lalu dibakar dan disiram dengan saus ala Cak Yu (seperti sambel bawang yang super pedas) dan disajikan barengan sambel dabu dabu.
Seger.. Pedesnya Nendang, Sambelnya Nyakar ..
Harganya 58.000/porsi 

Gurami Jangkrik (Doc pribadi : @nykece_)


Karena, beli 1 gratis 1, yuk pilih menu kedua alias gratisannya
Sepupuku maunya yang goreng/bakar dan gak mau yang aneh aneh macam kuah, steam, dll. 
Dan karena dia yang request pedes, dipilihnya sambel ijo
Kalo yang ini guraminya digoreng kering, lalu disiram sambel ijo
Biasa aja sih, kalo saya lebih suka yang jangkrik 
karena lebih kaya rasa

Gurami Lombok Ijo (doc pribadi : @nykece_)


Overall, masakan dan pelayanan di Cak Yu Rungkut ini bagus kok, 
Penyajiannya GPL (Gak Pake Lama) , jadi cocok lagi untuk kriteria ke 3.

Menurut saya, resto ini bisa jadi rekomendasi untuk makan bersama keluarga.
Menunya juga bukan cuma ikan, tapi ada ayam, mie, nasi goreng, dll
Secara porsi juga mengenyangkan, guraminya cukup besar
dan variasi menu (guraminya) unik unik
Kapan kapan mumpung masih promo mau ah, balik kemari lagi...



Cabang Cak Yu :

WARUNG IKAN & MIE CAK YU
Jl. Bratang Binangun 21, Surabaya
Telp. 031-501 2299 | Jam buka: 10.00 - 22.00 WIB


WARUNG IKAN CAK YU
Jl. Dharmahusada 173, Surabaya
Telp. 031-596 2998 | Jam buka: 10.00 - 22.00 WIB


Jumat, 16 Oktober 2015

Tak Mungkin Pulang ke Malang tanpa Wisata Kuliner (Edisi 1 )

Minggu lalu, saya pulang ke Malang agak lama, sekitar 2 minggu

Kalo pulang ke Malang, pasti nggak mungkin lah lepas dari yang namanya acara Wisata Kuliner, sesekali (dan bahkan beberapa kali) pasti adalah sesi dimana kami makan diluar karena pingin nostalgia kuliner tertentu.

Nostalgia? Iya nostalgia , karena kebanyakan kuliner yang saya jajaki , bukan kuliner baru, melainkan kuliner kuliner favorit saya sebelum pindah ke Surabaya, eits ada juga yang favoritnya Nico sih, tapi kebanyakan emang favorit saya (karena saya yang doyan makan :p ) :

Ini nih diantaranya yang sempat saya icip awal Oktober 2015 kemarin :


1. Es Dawet Beras
Lokasi : Pintu Belakang  Fakultas Teknik Universitas Brawijaya
Jl. Watugong

Doc pribadi : @nykece_

Doc pribadi : @nykece_
Es dawet ini adalah langganan Nico , katanya sih favoritnya anak anak Brawijaya
Pas saya cobain emang seger banget, dawet berasnya lembut dan santannya murni gurih serta manisnya pas, dan gulanya gak bikin serik.
Harganya murah Rp 4.000 saja , porsinya banyak banget, memenuhi isi mangkok dan tentu saja menyegarkan untuk melepas dahaga
Isinya bisa pilih mau dawet saja, atau dengan tape ketan hitam dan kacang hijau.
Kalau saya lebih suka memilih dawet saja, tanpa campuran lainnya.

2. Tahu Campur dan Siomay Bandung Telkom
Lokasi : Telkom Malang Jl. Basuki Rahmad (Kayutangan)

Tahu Campur Rp 10.000,- (Doc pribadi : @nykece_)

Lha kalo ini wiskulnya nggak sengaja, karena  di rumah ortu entah kenapa kok sinyal internet berbagai provider byar pet dan kebanyakan petnya daripada byarnya .
Nanya sana sini akhirnya diputuskan kepusat wifi di Telkom Jl. Kayutangan
Nah, sampai disana, pandangan mata terfokus pada kuliner kaki lima yang berbaris disana
Memang dari dulu Telkom jadi pusat jajanan malam, tetapi sekarang sebagian besar bergeser sekitar 50 meter ,jadi disini hanya tersisa bakul siomay, roti bakar, dan tahu campur
Tapi cukup mengenyangkan juga kok kalau kita mengicipinya semua hahaha..
Kalau saya lebih suka siomaynya sih, hanya bumbunya agak sedikit encer.


Siomay Bandung, Rp 8.000 (Doc pribadi : @nykece_)

Bersambung ...

[Resep] Mujaer Steam

Beberapa hari lalu, saat di Malang, saya dan Nico mengunjungi teman lama
Namanya ibu ibu kalau nggak sharing resep dan masakan kayaknya nggak lengkap nih
dan God Bless, saya nemu satu resep baru yang mudah sekali pengolahannya
Asiknya lagi, ini resep ikan ikanan yang cocok sekali untuk papa (dengan batasan porsi juga)

Spesial Thanks buat mbak Vivian untuk ilmunya, ya
langsung tak eksekusi nih dengan sedikit modifikasi :D

Mujaer Steam
(untuk 1 porsi) 


Doc Pribadi : @nykece_


1 ekor ikan mujaer ukuran sedang (atau apa saja), bersihkan, belah tengah jangan sampai putus
2 cm jahe potong seperti korek api
2 bh bawang putih cincang
3 bh bawang merah rajang 
Daun bawang rajang halus
7 sdm Kecap asin
5 sdm Minyak

Cara :
1.  Taburi  dengan potongan jahe dan bawang putih didalam dan diatas ikan
2.  Kukus selama kurang lebih 10 menit
3. Buka kukusan, taburi dengan daun bawang,  dan bawang merah yang sudah dirajang
4. Kukus lagi selama 5 menit
5. Angkat lalu sajikan dalam piring
6. Siram dengan kecap asin
7. Panaskan minyak , lalu siram pada ikan yang sudah ditata dalam piring tadi
8. Sajikan selagi hangat

Mudah bukan... 
Dan pasti fresh untuk disantap segala suasana

Selamat mencoba ^_^

[Drama Korea] Let's Eat - Si Doyan Makan Kayak Saya

Eh, ini beneran lho saya nggak pernah membayangkan kalo bakal mau dan bahkan suka dengan yang namanya Drama Korea -_-

Felicia, ponakan saya itu tipikal abege yang suka banget nonton DraKor ini
Setiap ke Surabaya (dia tinggal di Malang), tujuannya sudah pasti ke Pasar Atum atau ke PTC buat ngeborong  DVD Korea yang entahlah apa itu namanya
Saya yang ngeliat, nggak habis pikir apa sih menariknya drama dramaan seperti itu

Yah, tapi seperti kutukan kutukan sebelumnya (eaaa) , saya selalu kena getah diakhirnya
pahit sih, tapi lengket (apaan  -_- )

 Gegara pasang tipi kabel yang unlimited internetnya, iseng iseng saya buka satu situs nontondrama online , eh kok ternyata banyak banget daftar dramanya, dan mayoritas emang drama korea sih (nah nah nah..) , dengan merontokkan idealisme saya selama ini ..saya coba cari drama yang menarik.. daann bisa ditebak, cari drama yang berbau bau makanan dong hahahaha

Mungkin memang sudah berjodoh kali ya, saya menemukan drama yang judulnya nyata sekali : LET'S EAT !! HAHAHA saya banget ini.. dan akhirnya serial ini dinobatkan sebagai drama korea pertama saya.. #keplokeplok


Image taken from here
 Jadi, nih ceritanya ada seorang cewek , Lee So Kyung (Lee So Kyung, 33 thn) yang tinggal di sebuah apartemen dimana terjadi sebuah kasus pembunuhan.
Lee So Kyung tinggal sendiri dalam kehidupannya pasca perceraian di usia 20 tahun, dan bekerja di sebuah kantor pengacara.

Dalam kesehariannya, Lee So Kyung ini sangat berhati hati dalam segala hal dan tindakan, bahkan kehati-hatiannya ini sering menimbulkan sikap curiga pada orang lain dan membuat dirinya menemukan kesulitan 
Namun kehatihatiannya ini berbanding terbalik dengan keinginan makan dan bisa dibilang hilang kendali saat menikmati makanan

Yap, menikmati makanan. Beneran saat melihat adegan makannya, beneran bikin ngiler hahaha... menikmati bingittt..
Sampai sampai nih, saya yang ora doyan mie instant, selama periode serial itu (16 episode) tetiba jadi suka mie instant.. opo nggak dahsyat tuh efeknya (atau saya aja yang gampang kepingin ya :D )

Nah, hobi makannya ini semakin menggila saat dia menemukan sebuah blog yang berisi ulasan kuliner, dan uniknya foto yang tersaji di blog itu adalah foto piring kosong , dimana itu artinya penulisnya menikmati makanannya sampai tetes terakhir.
Dan, tak disangka sangka ternyata bloggernya adalah tetangga sebelah apartemennya yang selama ini selalu dimusuhinya.

Wah, asik ya dramanya.. iya asik banget apalagi pas adegan makan memakan
tapi yang jelas, meskipun banyak adegan memamah biak makannya, kurang sip kalo nggak ada adegan dengan bumbu percintaan kan?

Nah, penasaran dengan ceritanya?
Buruan deh.. sepertinya sekarang masih tayang di salah satu televisi kok (tv cable sih )
Dijamin bakalan menelan ludah terus kayak saya hehehehe 



 

Kamis, 15 Oktober 2015

[Resep] Ikan Mujaer Kuah Pindang

Dengan misi menyehatkan papa, yang terkena gagal ginjal
membuat saya harus berkreasi untuk memasak makanan apa saja yang baik untuk papa.

Menurut ahli gizinya, ikan (jenis tertentu) baik untuk dikonsumsi papa , tentunya dalam jumlah dan takaran tertentu.

Untungnya nih, resep olahan ikan ada di mana mana
jadi tinggal googling aja, sim salabim sudah ada

Dan hari ini, saya terpaku pada satu resep yang bahannya simpel sekali
dan kebetulan saya juga punya semua bahannya

Sajian ini cocok untuk disantap siang hari
karena kuahnya yang asem, manis, dan segar
bisa menambah napsu makan Anda.

Ikan Mujaer Kuah Pindang
untuk 1 porsi


Doc pribadi : @nykece_


 Bahan :
1 bh ikan mujaer, potong 2 bersihkan sisiknya, cuci, tiriskan
5 bh cabe merah besar (2 bh iris tipis, 3 buah diuleg bersama bawang merah dan bawang putih)
5 bh bawang merah
2 bh bawang putih
bawang bombay secukupnya iris tipis
1 bh wortel ukuran sedang
bunga kol sesuai selera
putih telur yang sudah direbus potong kotak kotak
1 bh tomat ukuran sedang 
3 lbr Daun Jeruk
2 sdt Gula
1 sdt Garam
Asam


Cara : 
Rebus air sampai mendidih  masukkan wortel

Haluskan : bawang merah, bawang putih dan 3 buah cabe merah besar
Iris : cabe merah, bawang bombay, tomat

Tumis dengan sedikit minyak bahan yang sudah dihaluskan dengan bahan yang sudah diiris
lalu masukkan daun jeruk, tumis hingga harum.
Matikan kompor

Masukkan bumbu yang sudah ditumis tadi lalu ke dalam air yang sudah mendidih bersama wortel.
Masukkan bunga kol,butih telur  bubuhkan gula, garam, dan jangan lupa asam
jika sudah setengah matang, masukkan ikan mujairnya
Didihkan hingga matang, jangan terlalu sering diaduk karena ikan mudah hancur
Angkat, lalu sajikan bersama taburan bawang goreng

Selamat mencoba ^_^


(Tentang Papa) Cause We're Family


#100happydays


#harike9

Hari ini saya kembali ke Surabaya dengan misi utama : Menyehatkan papa

Dengan kondisi kreatin yang sudah 8,1 (normalinya dibawah 1)

Puji Tuhan, dokter mengijinkan saya untuk menyehatkan papa dengan diet rendah protein

jadi tidak perlu cuci darah dahulu

Bukan, hal yang mudah karena kondisi papa masih naik turun

Sesampainya di Surabaya, papa terlihat lemas dan akhirnya kami terpaksa membawa papa ke UGD Royal Hospital.


Melihat dan merasakan perhatian dan cinta teman teman dan keluarga untuk kesembuhan dan kepulihan papa
Rasanya hati ini trenyuh dan terharu
Sebegitu cinta itu terasa menguatkan kami disaat kami juga butuh support untuk membantu papa lebih sehat


Bagi saya tidak ada yang sederhana yang mereka lakukan
Semuanya begitu besar artinya dan terasa begitu ikhlas
Dalam kesibukannya, mereka masih mengingat untuk memberikan perhatiannya.

Tidak ada kata "sekedar" , karena ketulusan mereka yang membuat saya masih punya semangat dan keyakinan, papa pasti bisa sembuh

Doa, menanyakan kabar, memberikan info kesehatan , menjenguk, dan semua perhatian lainnya kepada papa
Doc pribadi : @nykece_


Kami tidak sendiri, ketika Tuhan menyatakan kehadiranNya dalam hidup kami melalui sahabat sahabat terbaik
Saya yakin, Dia akan menunjukkan kuasaNya dalam proses kesembuhan papa

Ayo pa, sembuh lagi

Jumat, 09 Oktober 2015

Sun Life: Yuk, Mapan Secara Finansial !

Image taken from here




Tanggal 11 September kemarin, saya dan beberapa kawan dari Komunitas Blogger Surabaya, menghadiri satu event keren persembahan dari Sunlife Indonesia, dengan tajuk "Yuk, Kelola Keuangan dengan Bijak"
Bertempat di Artotel Surabaya , event dengan tagline #lebihbaik  ini diikuti lebih dari 50 peserta, yang awalnya penasaran, bagaimana sih cara mengelola keuangan itu.

Sebagai Pembicara, hadir  Pembicara Kondang Alviko Ibnugroho yang selama kurang lebih 2 jam
membuat kami terpukau dengan materi tampak sederhana, tapi ternyata adalah hal hal yang
Catet dengan huruf tebal . PENTING !!

Sebagai pembuka, hadir Ibu Sherly J , Head of Marketing PT Sunlife yang memperkenalkan tentang visi misi perusahaan ini.
PT Sunlife sendiri berdiri sejak tahun 1865 di Kanada, dan saat ini telah hadir di tujuh negara yaitu Hongkong, Vietnam, China, Indonesia, Malaysia,Filipina, dan India
Dengan misi sebagai pemimpin finansial yang baik dengan memfokuskan diri kepada nasabah,
PT Sunlife mempunyai prioritas utama membentuk Most Respected Agency dan menjadi 10 besar perusahaan asuransi terbesar di Indonesia.

Sesi berikutnya, Bung Alviko menceritakan  tentang 3 Fase Kehidupan secara Finansial dan Renungan Masyarakat Indonesia tentang Kondisi Finansial


Doc pribadi : @nykece_
.
Fase Pertama : usia 20 -25 : punya waktu tetapi sedikit uang
Fase Kedua :  usia 25 -35 :   punya waktu dengan sedikit lebih banyak uang
Fase Ketiga : usia 35 - 50 :  punya sedikit waktu dan banyak uang

Dari ketiga fase tersebut muncullah Dosa Dosa Keuangan  dan Solusi yang dibahas secara detil, dan membuat kami ternganga oleh hal hal yang sama sekali tidak terpikirkan sebelumnya.

Berawal dari Kurang Bijaknya kita secara Finansial. jika terus kita biarkan akan semakin sering berulang dan akhirnya memunculkan Dosa Finansial itu tadi.

Ada beberapa Dosa Dosa Keuangan (dan Solusinya) yang harus benar benar kita perhatikan, jika tidak ingin keuangan kita di masa depan menjadi lebih tidak terkontrol.

Dosa 1 : Terperangkap dalam Mitos Masyarakat
misalnya adalah bagaimana masyarakat berpikir menjadi karyawan itu lebih baik .sehingga bagi sebagian orang tidak peduli bahwa profesi khusus itu adalah hobi bukan profesi yang menghasilkan kemapanan finansial
Solusinya untuk menjadi #lebihbaik, patahkan mitos itu dan buang jauh jauh pemikiran itu.

Dosa 2 : Masyarakat cenderung memilih untuk Buta Finansial
Why? Masyarakat tidak punya waktu untuk memahami apa sebenarnya masalah finansial
Itu bisa disebabkan karena bagi sebagian orang menganggap bahwa masalah finansial adalah hal yang kurang menarik (Saya termasuk dalam golongan ini .. :( )
Solusinya mudah : Luangkan waktu sejenak untuk membaca sesuatu tentang "uang" dengan demikian Anda dapat mulai berbicara tentang keuangan dan mulai pada tahapan "Meng-Gaji diri sendiri" sehingga Anda dapat menghargai diri Anda sendiri

Dosa 3 : Manusia cenderung berjuang demi bertahan hidup, bukan demi keinginan hidup (Yak, saya lagi ini :( )

Hal ini disebabkan oleh perbedaan antara kebutuhan hidup dengan keinginan hidup.
Solusinya : Untuk itu Anda harus berbicara mengenai pemahaman finansial dan berani mengambil resiko ,  dengan orang terdekat Anda, yaitu dengan suami/istri.
Sehingga dengan begitu Anda berdua dapat membangun mimpi yang sama yaitu kehidupan yang lebih baik secara finansial.

Doc pribadi : @nykece_

Dosa 4 :  Tidak menerapkan target finansial 
Yang menyebabkan kebingungan menetapkan prioritas finansial (Saya lagi ..huhuhuuh)
Solusinya :
Skala Prioritas dalam mengatur keuangan sangat penting.
Karena seringkali keinginan besar, tetapi kemampuan tidak besar.
Untuk itu buatlah target finansial dalam step step kecil.

Dosa 5 : Tidak Menggunakan Uang dengan Bijak
Nah Nah nah.. kalo yang ini pasti semua pada ngerasa tersindir nih , karena mayoritas dari kita sering menggunakan uang dengan tidak bijak tanpa disadari.
Apa sih yang menyebabkan kita masuk menjadi kriteria ini?
-  Membelanjakan uang untuk pelipur lara
- Membelanjakan sesuatu karena dorongan emosi
- Belanja untuk menebus rasa salah
dan yang terakhir - Terperangkap Obral

Well,  kita saya banget ini. apalagi yang namanya cewek kalo sudah dengar dan lihat yang namanya OBRAL. pasti cenderung "menciptakan kebutuhan"
Lalu, apa nih Solusi - nya : 
Pertama :  Gunakan uang tunai
Kedua : Gunakan konsep MBA , lho apa itu MBA , ternyata Management By Amplop , artinya kita memilah milah mana kebutuhan kebutuhan pokok kita ke dalam amplop amplop
Ketiga : Jangan Belanja Ketika Emosi tidak Stabil
Keempat : Buat Daftar Belanja

Dosa 6 : Tidak Menetapkan Anggaran 
Solusi : Buatlah prosentasi Anggaran


Doc pribadi : @nykece_


Dosa 7 : Tidak melakukan Investasi
Solusi : Berinvestasilah sebanyak Mungkin !!
dengan memiliki Aset sebanyak mungkin, anda akan mendapatkan ketenangan dan membentuk kemapanan di masa depan,


Wah, ternyata hal yang kita anggap nggak penting selama ini, termasuk Dosa Dosa Finansial dan membuat kita tidak bijaksana (secara finansial)  ya.

Kalau kamu, ada berapa dosa finansial yang kamu anut?

Tenang.. tadi kan sudah saya jabarkan tentang solusinya, jadi mulai sekarang bisa segera mengubah gaya hidup finansial kita sebelum terperosok dalam jurang yang lebih dalam..

Pingin mengubah hidup Anda menjadi Pribadi yang Mapan secara Finansial?

Sukses Anda = Sukses Keluarga !!

Doc pribadi : @nykece_





Nb : Ditulis dalam rangka Lomba Menulis Jumpa Blogger Sunlife
(Surabaya)

Rabu, 07 Oktober 2015

(Tentang Papa) Menyalakan Lilin lebih baik daripada mengutuki kegelapan

#100happydays
#harike8


Sejak papa sakit beberapa bulan kemarin, makanan menjadi salah satu topik perdebatan kami

Satu pihak, papa kalo lagi nggak mau tarak ,apapun dimakan, nggak peduli sakitnya dan nggak bisa dilarang. Ngeri. Padahal seharusnya diet ketat.

 Di lain pihak, kalau nggak mau makan, bisa sama sekali nggak mau, mungkin juga bosan.
Karena sayur, buah, karbo, protein benar benar harus dibatasi, bahkan dilarang. Jujur, yang di rumah bingung mengatur menu.

Tapi 5 hari di Malang, saya mencoba untuk memberi pengertian ke papa tentang kesehatannya tetutama tentang makanan.

Seperti malam ini, papa pingin mie kuah dokdok.
Nggak boleh dong.
Kalo biasanya dilarang pasti ngambeg, lantas nggak kehilangan akal, putih telur saya potong tipis tipis menyerupai mie (papa harus makan putih telur dan selama ini selalu menolak), lalu saya masak dengan tauge (kebetulan saya baca boleh) dan saya olah menyerupai mie kuah, saya beri taburan bawang merah putih

God bless, papa makan lahap dan gak minta mie dokdok lagi :D

Sebenarnya hanya perlu mensubstitusi apa yang diinginkan apa tapi dilarang, dengan apa yang diperbolehkan.
Itupun juga pinter pinternya kita mengakali dan bertindak sekreatif mungkin.

Orang sakit itu bukan hanya perlu dijaga tubuhnya, tapi terpenting adalah moodnya dan memotivasi untuk bisa sehat kermbali.
Papa sempat kehilangan itu, gegara ada seorang tenaga medis yang menangani papa mengatakan, " iki wes bosok pak, kari mateke" ( ini sudah busuk pak, tinggal matiinya)

Wth, apaan itu.. Kalau emang menurut medis tidak bisa sembuh tapi bukan berarti harus menjatuhkan mental. Mangkanya nggak heran, pap kehilangan motivi hidup, seringkali berucap "Percuma, gak bakalan bisa sembuh kata dokter" dan susah diajak untuk memulihkan kesehatannya.
Ya ya , mungkin dokter itu benar, tapi kita masih punya yng Maha Menyembuhkan, Tuhan.

Teringat cerita seorang ibu dengan kasus yang sama dengan papa (gagal ginjal) yang punya semangat tinggi dan Puji Tuhan, kondisinya membaik, sehat kembali. Satu dari sekian kasus yang membuat heran dokter yang mengobati. Prinsipnya cuma satu
"Tuhan maha segalanya, dan saya yakin saya bisa sembuh"

Banyak cerita yang mungkin nantinya akan saya ceritakan tentang papa dan usaha saya untuk membantu papa pulih

Memang, menyalakan lilin itu lebih baik daripada mengutuki kegelapan
Cepat seat ya pa..