Jumat, 18 September 2015

Pasar Pahing, Pengalaman Baru , Kesukaan Baru (#100happydays)

#100happydays 
Hari ke - 1

Tertarik dengan tulisan Winda dan Agatha untuk mensyukuri hidup dan membuat hidup ini terasa bahagia, saya mencoba mengikuti tantangan  #100happydays seperti mereka

Sepertinya sih mudah , cuma menuliskan 100 kali sesuatu yang membuat hari itu bahagia
Apakah benar semudah itu ya, sebab dulu saya pernah ikut tantangan untuk menuliskan selama  hari 3 hal yang membuat saya bersyukur, hampir sama dengan challenge ini sih , duh ternyata nggak semudah itu ya.. mengingat setiap hari terkadang kita (saya, maksudnya) sering membuang waktu untuk mengomel, mengeluh, dan merajuk pada keadaan

Jadi.. untuk #100happydays ini, saya sengaja membuat laman tersendiri supaya terlihat apakah benar tantangan ini bisa saya kalahkan..dan tentunya, di hari ke 100 , saya bisa menjadi lebih baik dari hari ini (Amin)

Kebahagiaan saya hari ini, adalah ketika pagi pagi saya berencana membeli telur di sebuah toko ritel dekat rumah, saya lebih senang beli telur disana karena bersih dan telurnya kecil kecil (biasa, ibu ibu kan gak mau rugi, biar dapet banyak alasannya :D ), sampai disana lha kok tokonya masih tutup,kepagian ceritanya.

Daripada pulang, saya mengajak Nico mampir ke Pasar Pahing, itung itung sekalian membunuh penasaran, sudah lama pingin kesini tapi kok belum kelakon terus


Ini nih lokasinya

Terus, apa hubungannya dengan #100happydays?
Jadi gini, saya ini pecinta pasar tradisional. Benaran cinta, yang artinya begitu masuk ke area yang disebut pasar tradisional, senyum saya mengembang sempurna
Aroma bau sayur, amis bercampur keringat pengunjung yang lalu lalang, lantai yang becek itu semua nggak menyurutkan kecintaan saya terhadap pasar tradisional ini
Sederhana saja sebenarnya, karena disana ada banyak cerita
Ada interaksi sosial, ada percakapan hangat, ada keramahan tulus, ada seni menawar juga
Lengkap jika dibandingkan dengan pasar modern

Nahh yang membuat saya memasukkan ini ke #100happydays adalah keramahan penjual di Pasar Pahing yang membuat saya tersenyum puas sepulang dari sana.

Dari saya masuk, entah kenapa menurut saya , semua pedagang disana santun, ramah dan loyal ! haha, saya dapet bonus ini itu, tutur bahasa mereka santun, memberikan senyum saat kita melewati mereka, dan saat saya butuh satu bahan dan gak tau harus beli dimana, mereka informatif banget, sangat berbeda dengan salah satu pasar yang juga termasuk besar di seputaran Rungkut sini, kesan pertama selain tidak teratur, pedagangnya  entah kenapa semuanya muram hahaha

Saya : "Pak Beli tempe, yang padat "
Bakul 1 : Ini mbak, sekalian saya kasih bonus yang tumpuk ya, mau ya mbak ..
Saya : melongo

Saya : Mbak, cari tepung maizena , ada
Bakul 2 : Wah, saya nggak punya tepung maizena, disana mungkin ada. Maaf ya mbak maaf lho
Saya : bengong

Seperti inilah percakapan dengan beberapa bakul di Pasar Pahing
Ah, saya jatuh cinta dengan pasar ini dan yang rencananya hanya beli telur, jadi beli susu sachet, sayuran, ayam, udang, tahu, mie basah, bumbu bumbu, tepung maizena, sedotan, dll
Saya menggila boo hahaha.. dan yang pasti sekarang nggak ngomel lagi kalo pulang pasar
Sebab, sehari hari saya biasanya ke Pasar Kaget dekat rumah yang setiap pulang selalu pusing dengan kemacetan disana

Bahagia itu sederhana ya..
Hanya menerima kebaikan orang saja sudah membuat hari kita jadi indah..

0 komentar:

Posting Komentar