Selasa, 29 September 2015

Minggu, 27 September 2015

[Resep] Mendhol, Olahan Tempe Khas Kota Malang

Sabtu kemarin, saya dan Nico kedatangan eks teman kantor Nico, nggak banyak sih cuma ber 4, tapi senengnya seharian ..
Nah, karena mereka ini dulunya kalo saya bawain bekal makan siang buat Nico , mereka pasti doyan dan seringkali minta dibuatin
Salah satu masakan yang mereka suka adalah MENDHOL !!


Doc Pribadi : @nykece_

What? Apa itu mendhol?

Kalau saya mendefinisikan ala saya, :
"Mendhol adalah Olahan Tempe Khas Kota Malang yang diolah dengan cara dihancurkan lalu dicampur dengan bumbu lengkap, lalu dibentuk bulatan dan sebelum digoreng melalui suatu proses fermentasi sehingga menghasilkan cita rasa yang khas "
dan apa sih sebenarnya definisi mendhol menurut Wikipedia?




"Mendol adalah salah satu makanan khas Jawa Timur (selain rawon dan tempe kacang). Makanan ini terbuat dari bahan dasar tempe kedelai juga. Tempe mendol ini banyak ditemukan di daerah Malang baik untuk lauk maupun dimakan sebagai jajanan.

Tempe ini berwarna kehitam-hitaman karena dibuat dari bahan tempe kedelai yang sudah agak basi (baca: tempe bosok)

Bahan utama Mendol adalah tempe Malang yang berbentuk blok. Bumbunya yaitu kencur, bawang, brambang, ketumbar, jeruk purut,garam dan sedikit gula putih, cabe besar merah secukupnya dan cabe rawit kecil bagi yang suka pedas. Semua bumbu digiling menggunakan uleg (batu penggiling bumbu) sampai halus, lalu tempe dilumat bersama dengan bumbu tersebut. Tempe kondisi mentah dilumat tidak lembut, masih bertekstur tempe ( masih terlihat serpihan kedelainya), ratakan bumbu pada lumatan tempe tersebut. Setelah lumatan tempe berbumbu tersebut jadi, lalu dibentuk sebesar sekitar 5 x 3 x 2 cm, biasanya dikepal-kepal dalam tangan. Setelah itu dibiarkan saja sekitar 1-2 jam biar terfermentasi dengan baik, bila ingin rasa masam, biarkan sampai 6 jam. Goreng dengan minyak yang sudah panas, sampai warna kecoklatan. Ada yang suka mendol dengan rasa masam untuk rasa yang lebih khas. Ada yang suka lebih kering, gorenglah sampai berwarna kehitaman. Mendol paling enak dimakan dengan nasi hangat, dan atau bersama sayur asem kangkung."



Kalau menurut wikipedia, mendhol menggunakan tempe yang sudah basi, tapi kalau saya menggunakan tempe biasa yang masih bagus. Hasilnya sama saja kok. Tergantung Bumbu dan pengolahannya, dan bumbu yang saya pakai sedikit berbeda dengan yang ada di wikipedia 
Nah, ternyata nih saya baru ingat, mama di Malang juga terkenal dengan mendholnya yang ngangeni, siapa saja kalau maen ke Malang pasti rikues mendhol si Mama.
Dan inilah resep mendhol ala Oma Mama yang banyak diminta temen temen saat foto mendhol saya aplot ke fesbuk.

Bahan :

1 papan Tempe , hancurkan hingga tidak ada bagian yang menggumpal
Bisa dengan ulegan atau tangan kosong
atau bisa juga diparut kasar

Haluskan (diuleg bukan diblender)

5 butir bawang putih
7 butir bawang merah
1 sdt ketumbar
2 sdt terasi matang
2 cm kencur
3 bh cabe merah besar
5 bh cabe rawit (opsional)
1 cm lengkuas
6 lembar daun jeruk purut buang tengahnya, rajang daunnya
Garam secukupnya



Setelah bumbu halus , campurkan ke dalam tempe, ulet hingga rata, lalu buat bentuk bulat (biasanya agak lonjong) dan biarkan terfermentasi selama kurang lebih 4 jam

Doc pribadi : @nykece_
Kalau sudah muncul aroma menyengat (Orang Malang menyebutnya "Kecing" ) , berarti mendhol sudah siap digoreng. 

Cara menggoreng- nya gampang gampang susah, karena saya tidak memakai bahan untuk memadatkan semacam terigu atau telur, maka cara menggorengnya adalah dengan menyiapkan minyak yang panas dalam wajan, tapi dengan api yang kecil. Ingat ya, api kecil :)
Lalu setelah minyaknya panas, masukkan mendhol tadi, tapi jangan banyak banyak ya, secukupnya saja. 
Supaya menghasilkan mendol yang renyah di luar tapi moist di dalam (eh mendhol pake moist juga ya haha, intinya nggak ikutan garing), biasanya saat menggoreng, wajannya saya tutup 
Beberapa saat jika sudah kecoklatan, balik. Hati hati, jika terlalu banyak dibolak balik bisa hancur
Kalau saya hanya sekali membalik saja
Jika sudah kecoklatan menyeluruh , angkat dan tiriskan.
Sajikan bersama nasi hangat, rawon , pecel atau sayur asem dan sambel
Huih.. kalo Orang Malang menyebutnya nyemego :D

Berani mencoba tantangan ini?
Indahnya berbagi...




Jumat, 25 September 2015

Selamat Idul Adha 1436 H , untuk semua teman yang merayakan !

#100happydays
Hari ke - 6 

Malam hari sebelum Idul Adha kemarin, tetiba ada yang mengetuk rumah . 
Ternyata ada panitia Hari Raya Kurban Langgar gang sebelah sedang membagikan kupon pengambilan daging kurban untuk semua warga di sekitar lingkungan rumah kami.
Tidak lama kemudian ada rombongan lagi yang mengetuk dan membagikan kupon yang berbeda, dengan isi yang sama, dan kali ini datang dari panitia masjid di gang yang lumayan dekat dari rumah



Jadinya, tahun ini kami dapat jatah di 2 tempat. Sebenarnya ini bukan hal baru sih, sejak di Malang, bahkan kemarin di kontrakan lama, setiap tahun kami juga mendapatkan jatah yang sama dengan yang lain setiap Idul Adha.

Dan saat pengambilan daging tiba, untungnya hanya mendapat sedikit daging kambing, sisanya adalah daging sapi. Bukannya apa sih, sebenernya saya nggak terlalu bisa mengkonsumsi daging kambing, bukan karena tekanan darah tinggi, tapi sepertinya tubuh saya tidak bisa berkompromi dengan olahan daging ini.
Setelah sedikit minta pendapat mama, akhirnya justru yang pertama kali saya olah adalah daging kambingnya ini dan inilah hasilnya :
Cukup menggugah selera kan?
Dan entah kenapa, kok kali ini saya bisa makan ya hahahaha #happy


Kambing Bakar Bumbu Kacang ala ala : Doc pribadi : @nykece_
dan setelah 2x makan, daging ini abis juga, tapi saya masih ada Pe Er untuk daging sapinya, mungkin akan saya buat empal tutuk (rikuesnya Nico), dan garang asem daging saja ..

Anyway , kami berdua mengucapkan : 


Foto : Bakso Tetelan Sapi Cak Mad
Lokasi : Raya Medokan Sawah Surabaya
Jam Buka : 11.00 - 21.00 (Jumat buka jam 13.00)

Tutti Frutti , Kafe dengan Ice Cream Lapisnya yang Me- Legenda (Surabaya)

Jaman saya kecil di Malang dulu, ada salah satu es krim yang menjadi favorit kala itu.
Es krim lapis dengan rasa berbeda di setiap lapisannya
Setiap ada acara pasti sering sekali menemukan es ini, karena selain rasanya yang enak, tampilannya juga elegan

Tutti Frutti Es Krim begitu namanya , lokasinya ada di sekitar jalan Kasin Malang

Tidak ada cafe atau tempat untuk dine in, hanya kita beli dan langsung dibawa pulang
Yang paling saya ingat adalah es dengan rasa coklat dan vanila dengan taburan sukade dan kismis di dalamnya
wuih.. nikmat sekali


Ini dia tutti frutti es krim lapisnya yang melegenda (doc pribadi : @nykece_)

Tapi, sampai beberapa tahun kemudian entah kenapa saya lama tidak menjumpai es tersebut, sampai akhirnya saya menemukan lagi akun facebooknya Tutti Frutti Pabrik sedang promosi di Surabaya Kuliner, senang dan bahagia dong.

Tapi, sayangnya saat itu mereka hanya menerima pesanan atau take away, karena tidak ada tempat untuk dine in, sama seperti di Malang

Mau coba , jadi maju mundur, mengingat di Surabaya, panasnya yang aduhai , kalo mo bawa es krim pulang ke rumah , bisa bisa esnya jadi susu anget -_-


Untungnya nihh untungnya , sekarang kegalauan itu bisa terhapuskan, karena kabar gembira untuk kita semua, Tutti Frutti kini ada ekstraknya ,  kafenya !! 



Taken image from here
Kafenya ini terletak di Jalan Ngagel Jaya Utara 66 Surabaya
Lebih tepatnya lagi daerah seberang pom bensin Ngagel
Letaknya di ruko ruko , setelah jembatan kecil,
Jam buka kalau nggak salah sih 10 am - 10 pm dan ini yang kudu dicatat, mereka libur di Hari Senin
Tempatnya  cozy untuk nongkrong dan ngumpul 

Harganya cukup terjangkau kok mulai 6000 keatas, tergantung pilihan sih, ada yang model lollypop, cup, atau yang mau rasa ala ala begini : 



Flappy Jack : 19.000 (doc pribadi : @nykece_)


Classic Banana Split (doc pribadi @nykece_) harga lupa :D



Dan masih banyak produk e krim lainnya, oh ya Tutti Frutti ini juga terkenal dengan ice cream tartnya lho.. bisa jadi pilihan cantik untuk kado ulang tahun

Selain itu, ada beberapa macam snack yang bisa dijadikan pendamping saat kalian nongkrong, dan ini adalah favorit saya 
Doc pribadi : @nykece_
Pollo Cordon Bleu , yang menurut definisinya adalah : Mini Chicken Cordon Bleu (filled with chicken, smoked beef, and melted cheese) 
Oh ma men.. ini bener bener enak !!

Buat kalian yang nggak doyan ice cream, ada pilihan minuman hangat juga kok
Tapi, kalo ke Tutti Frutti tapi nggak nge-esgrim... kurang seru dong...


















Senin, 21 September 2015

(Resep) Bolu Moccaku, Lembut dan Wangi

#100happydays
Hari ke - 4

Masih dalam rangka bahagia karena berhasil membuat Bolu Jerman, hari ini sok sok an lagi buat  dengan menambahkan kopi bubuk instant dan pasta mocca ke dalamnya

Awalnya pingin buat Bolu dengan metode lain, tapi kok masih belum pede, takut bantat

Baiklah baiklah mari kita buat Bolu Jerman rasa Mocca 
Resep masih mirip dengan kemarin kok, semoga ga pada bosen baca resep yang sama hihihi


Bahan :

6 kuning telur (suhu ruang)
3 putih telur (suhu ruang)
100 gram mentega, cairkan diatas panci seperti sedang mengukus/ mengetim
75 gram gula pasir
60 gram tepung terigu, ayak
35 gram tepung maizena, ayak
25 gram susu bubuk, ayak (saya pakai santan bubuk)
1/2 sdt emulsifier (TBM / SP, saya pakai TBM)
1/2 sdt vanili
25 gram kopi instant bubuk
1 sdt pasta mocca

Cara Membuat:

Campur telur, gula pasir, vanili, dan emulsifier. 
Kocok dengan mixer kecepatan tinggi selama sekitar 10 menit sampai berbusa dan rata.
Campur tepung terigu, maizena susu/santan bubuk dan kopi bubuk instant yang telah diayak. 
Masukkan kedalam adonan sebelumnya sedikit demi sedikit sampai habis sambil dikocok dengan mixer kecepatan rendah selama 10 menit atau sampai adonan menjadi kental berjejak.
Masukkan mentega cair sedikit demi sedikit dan aduk dengan spatula dengan metode aduk balik.
Masukkan  pasta mocca ke dalam adonan dan aduk rata dengan spatula.
Masukkan ke loyang yang telah diolesi mentega dan ditaburi sedikit terigu tipis. 
Ketuk pelan loyang untuk meratakan adonan. 
(Saya pakai oven persegi 20 cm)
Panaskan oven 15 menit sebelumnya
Panggang dengan suhu 150 derajat celcius selama 45 – 50 menit sampai permukaannya berwarna kecoklatan. 
Angkat dan segera keluarkan dari loyang.



Dan.. kali ini Bolu Jerman saya mengembang, empuk dan menyenangkan
 sampai Nico bilang "Kayak bukan kuemu, biasanya kan bantat"
Aih... senangnya


Doc pribadi : @nykece_

Bhinneka.com Surabaya , Hadir untuk Menjadi Marketplace Bagi Merchant di Jawa Timur

Hari Sabtu,19 September kemarin, saya dan beberapa rekan dari Blogger Surabaya diundang untuk menghadiri Grand Launching Toko  Bhinneka.com 
cabang Surabaya.



Surabaya merupakan kota dengan pembeli terbanyak ke -2 setelah Jakarta
Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka akhirnya diputuskan untuk membuka toko di Surabaya, yang merupakan toko pertama di luar Jakarta, setelah 6 store yang ada di area Jakarta.



Doc pribadi : @nykece_
Doc pribadi : @nykece_
Menurut, Bapak Hendrik Tio ( Pendiri sekaligus CEO Bhinneka.com) , tujuan dibukanya toko di Surabaya ini adalah : 
  • Merangsang Pemain E-Commerce
  • Menjadi Marketplace bagi merchant yang ada di Surabaya (Jawa Timur) 
 
Bpk. Hendrik Tio, Pendiri dan CEO Bhinneka.com

Dengan adanya Toko  di Surabaya ini diharapkan para pelaku bisnis di bidang tekhnologi yang selama ini belum ada wadah yang tepat, dapat terwadahi disini.

Disamping itu, salah satu tujuannya adalah meningkatkan kepuasan konsumen dengan  membuktikan bahwa Bhinneka.com  adalah benar ada toko ( secara fisik) dan mempunyai barang - barang dengan merchant yang terpercaya, karena setiap merchant yang bergabung di Bhinneka.com ini melalui sebuah proses kurasi terlebih dahulu untuk menjamin kualitas produk dan merchant tersebut.
 
Doc. Pribadi : @nykece_

Doc pribadi : @nykece_
Dalam acara tersebut, pihak Bhinneka juga mengundang beberapa peserta dari pihak pemerintahan untuk melakukan diskusi sehubungan dengan e-katalog LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah) di wilayah Jawa Timur , yang mana sebagai salah satu peserta LKPP, Bhinneka.com ingin memfasilitasi kebutuhan pengadaan barang pemerintah di wilayah Jawa Timur secara cepat dan tepat


Cak Budiono memenangkan Web Camera
 Di akhir acara, kami berkesempatan untuk berfoto bersama dengan Bapak Hendrik Tio , dan beliau berjanji untuk mendukung acara acara komunitas dan juga para pelaku Start -Up  di Surabaya



Doc Pribadi : @nykece_



Penasaran dengan Tokonya?
Maen maen saja ke :   Jalan Dharmahusada 205 Surabaya
Open Hour : Senin - Sabtu / 09.00 - 18.00

Minggu, 20 September 2015

[Resep] Bolu Jerman Keju , metode Sponge Cake


#100happydays
Hari ke - 3 

Saya ini paling menyerah dengan yang namanya baking
Dengan pede tingkat tinggi , berusaha mencoba berbagai macam resep kue entah cookies, cake, dll yang saya kira mudah dan berseliweran di grup memasak, tapi entah kenapa selalu kena kutukan, dan gagal

Sampai akhirnya saya menyerah dan memfokuskan diri untuk masak aja.
Tapi, Beberapa hari ini, saya dibayangi dengan resep Bolu Jermn yang sempat ngehits beberapa waktu lalu
Kok kebetulan bahan bahan juga ada,akhirnya nekat juga mengeksekusi, dan tekad kali ini harus berhasil !

Dan Puji Tuhan, kutukan itu berhasil saya tangkal,'kali ini percobaan saya berhasil
Bolu lembut mirip sponge cake ini berhasil mengembang dengan sempurna dan menandai kerberhasilan baking pertama saya

Ini saya bagi resepnya ya, barangkali ada yang mau mencoba,
Sedikit saya modifikasi dari resep yang ada 

Doc Pribadi : @nykece_

Bolu Jerman Keju , metode Sponge Cake 

Bahan :

6 kuning telur (suhu ruang)
3 putih telur (suhu ruang)
100 gram mentega, cairkan diatas panci seperti sedang mengukus/ mengetim
100 gram gula pasir
60 gram tepung terigu, ayak
35 gram tepung maizena, ayak
25 gram susu bubuk, ayak (saya pakai santan bubuk)
1/2 sdt emulsifier (TBM / SP, saya pakai TBM)
1/2 sdt vanili
25 gram keju chedar, parut 

Cara Membuat:

Metode ala Sponge cake

Campur telur, gula pasir, vanili, dan emulsifier. 
Kocok dengan mixer kecepatan tinggi selama sekitar 10 menit sampai berbusa dan rata.
Campur tepung terigu, maizena dan santan bubuk yang telah diayak. 
Masukkan kedalam adonan sebelumnya sedikit demi sedikit sampai habis sambil dikocok dengan mixer kecepatan rendah selama 10 menit atau sampai adonan menjadi kental berjejak.
Masukkan mentega cair sedikit demi sedikit dan aduk dengan spatula dengan metode aduk balik.
Masukkan keju parut ke dalam adonan dan aduk rata dengan spatula.
Masukkan ke loyang yang telah diolesi mentega dan ditaburi sedikit terigu tipis. 
Ketuk pelan loyang untuk meratakan adonan. 
(Saya pakai tulban loyang 20 cm)
Panaskan oven 15 menit sebelumnya
Panggang dengan suhu 150 derajat celcius selama 45 – 50 menit sampai permukaannya berwarna kecoklatan. 
Angkat dan segera keluarkan dari loyang.


Noted : ada yang mengatakan saat di oven , adonannya akan mengembang sempurna , tetapi jika dikeluarkan ada kecenderungan mengempis (punya saya juga mengalami hal yang sama)

Voila.. ini Boljer Keju saya :D
Senang sekali akhirnya bisa jadi 

Dok pribadi : @nykece_

Sabtu, 19 September 2015

[Resep] Nasi Goreng Kemangi, Si Hijau yang Wangi

Minggu lalu saya dan beberapa kawan menghadiri sebuah seminar tentang pengelolaan keuangan di Artotel Surabaya
Acaranya dimulai dengan makan siang bersama
Menunya sih sebenernya standart, nasi putih, sayuran,olahan  daging dan ayam
Tapi, ada satu menu yang menarik perhatian saya, yaitu nasi goreng kemangi.

Sebenarnya yang membuat menarik adalah aroma kemanginya, yang ketika saya coba rasanya mirip dengan nasi bakar.
Unik, dan terasa fresh, karena pada dasarnya saya emang suka dengan masakan beraroma kemangi

Nah, kemarin, saat ada nasi lebih di rumah, langsung deh kepikiran untuk buat nasi goreng kemangi ini, dan dengan pedenya tanpa cari resep dulu langsung eksekusi dengan mengandalkan ingatan lidah, dan voila .. 

NASI GORENG KEMANGI ALA NYONYA KECE 
untuk 2 porsi



Doc Pribadi : @nykece_

2 porsi nasi putih
1 ikat kemangi, pilih daunnya saja, cuci bersihm tiriskan
5 bh bawang putih
3 bh bawang merah
1 bh cabe merah besar , potong 1 cm
1 bh cabe hijau besar potong 1 cm
50 gr udang, kupas dan bersihkan
1 sdt garam
1/2 sdt merica bubuk
bawang goreng untuk taburan
minyak goreng untuk menumis

Cara :
Tumis sampai harum dengan minyak, bumbu halus berupa daun kemangi yang sudah dicuci bersih bersama bawang putih dan bawang merah
masukkan udang , aduk hingga berubah warna
masukkan nasi putih,  lalu tambahkan gula, garam, merica bubuk
aduk hingga rata dan masak hingga matang
sajikan bersama telur mata sapi dan taburan bawang goreng serta mentimun
bisa juga disajikan bersama ayam goreng dan sambal hijau

Nasi goreng kemangi siap disajikan
Selamat mencoba :) 



Jumat, 18 September 2015

[Resep] Mee India, Aca Aca Aca

Terinspirasi dari sebuah grup masak di Facebook dan karena sesuai dengan tema tantangan Grebek Pawon   kali ini yang menantang para Grebekers (sebutan untuk para pelaku #GrebekPawon) , untuk membuat masakan yang berbahan dasar mie
#TantanganMie #KreasiMie
Rabu kemarin saya nekat mencoba sebuah resep yang saya bahkan belum pernah mencicipi hahaha..
Mee India
Untuk 2 porsi
Bahan :
Doc Pribadi @nykece_
1 butir telur kocok, buat dadar lalu iris tipis tipis
1 buah tomat dipotong dadu
1 buah tahu potong dadu lalu goreng setengah matang
Tauge 1 ons
1 buah cabe merah besar potong 1 cm
1 buah cabe hijau besar potong 1 cm
1 buah kentang goreng lalu potong dadu
3 bh bawang putih

5 bh bawang merah
cabe rawit sesuai selera
Udang secukupnya
Dada ayam potong dadu
1 sdm merica
1 sdm kecap asin
4 sdm saos tomat (saya pake delmonte)
3 sdm saos sambal

4 sdm kecap manis (opsional)
1 sdm saos tiram (opsional)
1/4  kg mie kuning basah

sawi hijau (opsional)
1 sdm mentega

3 sdm minyak untuk menumis
garam secukupnya
gula secukupnya

Cara - cara :
Haluskan bawang merah, bawang putih, cabe rawit
Tumis dengan mentega dan minyak hingga harum
Masukkan cabe merah dan cabe hijau yang telah diiris, tumis hingga harum
Masukkan udang, ayam, tumis hingga berubah warna
beri sedikit air, masukkan saos tiram, saos tomat, kecap manis, kecap asin. merica, gula, garam
biarkan hingga mendidih
Masukkan mie, aduk rata, masukkan tauge, sawi hijau, lalu aduk kembali
Masukkan kentang goreng, telur dadar, tahu goreng lalu aduk hingga rata dan masak hingga matang
Taburi dengan bawang goreng, sajikan bersama acar mentimun

Sedapp dan (menurut saya) rasanya seperti Bakmie Jawa hihiihi

Mochi Snow Ice Imperial Lamian, Lagi Promo Lho (Surabaya)

Abis ada acara bareng temen temen Blogger Surabaya di Peluncuran OPPO seri terbaru, 
meluncurlah saya dan Nico ke seputaran Basra (Basuki Rahmat)

Rencananya , pingin liat seminarnya  Tung Dasem Waringin

, tapi karena sudah nyampe Tunjungan Plasa dan sudah lama nggak kencan, mampir dululah melepas dahaga, nyobain ini : 


Doc pribadi : @nykece_
Apaan sih ini? 
Ini adalah Snow Ice Mochi , belinya di Imperial Lamian - Tunjungan Plasa 4 Surabaya
Hari ini lagi promo dari 20.900 jadi 8.000 saja, murah meriah untuk kelas resto seperti itu.
Ketentuannya Senin - Jumat, jam 15.00 - 18.00 saja , lewat dari hari dan jam itu, nggak berlaku ya promonya
Ini seperti es serut rasa kopyor dengan topping mochi (ronde :D) dan marshmallow (kue ayas kayaknya), almond dan ditabur milo bubuk
Porsinya jumbo, saya ga abis haha, adem banget sih..
Selain itu ada promo makanan juga, seperti dimsum dengan harga 9.900 (untuk item tertentu) tapi karena abis makan , saya pilih nyeruput ini saja

Yuk, mari yang lagi pingin seger seger... 


Nasi Bungkus Gudeg Jogja Bu Nur , Favorit saya yang Lauk Babat (Surabaya)

#100happydays
Hari ke - 2

Kencan hemat ala saya , ini sebenernya 1,5 tahun lalu pernah saya review di Surabaya Kuliner, tapi hari ini pingin saya review lagi disini, sekaligus nostalgia hehe grin emoticon

Setelah tadi melepas dahaga dengan snow ice Imperial Lamian yang lagi promo dari 20.900 jadi 8.000, terus kaki sudah capek dan lecet puter puter TP , pulang aja yuk.. tapi sebelum pulang cari makanan favorit yang dulu jaman masih kinyis kinyis selalu dibeli..Apaan tuh? NASI BUNGKUS !!

Nasi Bungkus depan GO SKATE (Embong Malang) ini selalu jadi favorit saya

selain harganya murah dan nggak naik naik dari 1,5 tahun lalu (cuma Rp 8.000 / per bungkus untuk yang 1 lauk, dan 10.000/bungkus untuk yang 2 lauk ayam dan daging), porsinya banyak dan sedep juga masakannya.
Sambelnya pedes mantep, dan bungkusannya rapi, bersih dilapisi dengan kertas minyak sebelum kertas bungkus

Favorit saya nasi campur lauk babat . potongan babatnya cukup banyak, empuk, dan bersih babatnya, kalau Nico tadi pilih  yang lauk empal .

Sama juga empalnya bersih dan cukup gede potongannya .
Dengan pelengkap oseng sayur (wortel, buncis), sambel, kering tempe, mie (dan kalau babat ada bumbu kuningnya) , bohong banget kalo bilang nggak kenyang grin emoticon
Untuk harga yang murah, rasa yang sedep, porsi yang banyak dan penampilan yang bersih, layak saya kasih nilai 7,5/10
Doc pribadi @nykece_

Pilihan lauknya ada beragam, ada ayam goreng, ayam bakar, gudeg, babat, empal, dll.

Jualnya tepat di depan toko barang antik itu, mas nya pake sepeda dengan tulisan Gudeg DJogja Bu Nur
Mulai standby jam 18.00 - abis, yang geli-geli makan di pinggir jalan bisa bawa pulang aja kok, kalo yang mau dimakan di tempat, bisa ngemper di emperan toko ntar dipinjemin sendok 
Ada yang sudah pernah beli ini , atau malah sudah jadi langganan?


Doc pribadi : @nykece_


Btw, hari ini saya bahagia banget, dari pagi ikut acara peluncuran OPPO, kencan dengan Nico seharian, dan ketemu dengan makanan favorit saya yang hemat tapi mengenyangkan.

Jadi, kalo nasi bungkus ini saya masukkan dalam postingan #100happydays
Boleh kan ya? 

Pasar Pahing, Pengalaman Baru , Kesukaan Baru (#100happydays)

#100happydays 
Hari ke - 1

Tertarik dengan tulisan Winda dan Agatha untuk mensyukuri hidup dan membuat hidup ini terasa bahagia, saya mencoba mengikuti tantangan  #100happydays seperti mereka

Sepertinya sih mudah , cuma menuliskan 100 kali sesuatu yang membuat hari itu bahagia
Apakah benar semudah itu ya, sebab dulu saya pernah ikut tantangan untuk menuliskan selama  hari 3 hal yang membuat saya bersyukur, hampir sama dengan challenge ini sih , duh ternyata nggak semudah itu ya.. mengingat setiap hari terkadang kita (saya, maksudnya) sering membuang waktu untuk mengomel, mengeluh, dan merajuk pada keadaan

Jadi.. untuk #100happydays ini, saya sengaja membuat laman tersendiri supaya terlihat apakah benar tantangan ini bisa saya kalahkan..dan tentunya, di hari ke 100 , saya bisa menjadi lebih baik dari hari ini (Amin)

Kebahagiaan saya hari ini, adalah ketika pagi pagi saya berencana membeli telur di sebuah toko ritel dekat rumah, saya lebih senang beli telur disana karena bersih dan telurnya kecil kecil (biasa, ibu ibu kan gak mau rugi, biar dapet banyak alasannya :D ), sampai disana lha kok tokonya masih tutup,kepagian ceritanya.

Daripada pulang, saya mengajak Nico mampir ke Pasar Pahing, itung itung sekalian membunuh penasaran, sudah lama pingin kesini tapi kok belum kelakon terus


Ini nih lokasinya

Terus, apa hubungannya dengan #100happydays?
Jadi gini, saya ini pecinta pasar tradisional. Benaran cinta, yang artinya begitu masuk ke area yang disebut pasar tradisional, senyum saya mengembang sempurna
Aroma bau sayur, amis bercampur keringat pengunjung yang lalu lalang, lantai yang becek itu semua nggak menyurutkan kecintaan saya terhadap pasar tradisional ini
Sederhana saja sebenarnya, karena disana ada banyak cerita
Ada interaksi sosial, ada percakapan hangat, ada keramahan tulus, ada seni menawar juga
Lengkap jika dibandingkan dengan pasar modern

Nahh yang membuat saya memasukkan ini ke #100happydays adalah keramahan penjual di Pasar Pahing yang membuat saya tersenyum puas sepulang dari sana.

Dari saya masuk, entah kenapa menurut saya , semua pedagang disana santun, ramah dan loyal ! haha, saya dapet bonus ini itu, tutur bahasa mereka santun, memberikan senyum saat kita melewati mereka, dan saat saya butuh satu bahan dan gak tau harus beli dimana, mereka informatif banget, sangat berbeda dengan salah satu pasar yang juga termasuk besar di seputaran Rungkut sini, kesan pertama selain tidak teratur, pedagangnya  entah kenapa semuanya muram hahaha

Saya : "Pak Beli tempe, yang padat "
Bakul 1 : Ini mbak, sekalian saya kasih bonus yang tumpuk ya, mau ya mbak ..
Saya : melongo

Saya : Mbak, cari tepung maizena , ada
Bakul 2 : Wah, saya nggak punya tepung maizena, disana mungkin ada. Maaf ya mbak maaf lho
Saya : bengong

Seperti inilah percakapan dengan beberapa bakul di Pasar Pahing
Ah, saya jatuh cinta dengan pasar ini dan yang rencananya hanya beli telur, jadi beli susu sachet, sayuran, ayam, udang, tahu, mie basah, bumbu bumbu, tepung maizena, sedotan, dll
Saya menggila boo hahaha.. dan yang pasti sekarang nggak ngomel lagi kalo pulang pasar
Sebab, sehari hari saya biasanya ke Pasar Kaget dekat rumah yang setiap pulang selalu pusing dengan kemacetan disana

Bahagia itu sederhana ya..
Hanya menerima kebaikan orang saja sudah membuat hari kita jadi indah..