Senin, 13 Agustus 2018

Kenalkan Rempah Indonesia, Menu Baru Lisa's Kitchen Siap Tenar


Beberapa waktu yang lalu, saya dan beberapa teman diajak untuk menikmati menu-menu baru dari Lisa's Kitchen by Ayola La Lisa, satu hotel baru yang terletak di Jl. Raya Nginden No.82 Surabaya. 

Meski terletak di pinggir jalan ramai, tetapi resto yang satu ini tetap bisa menyuguhkan suasana yang cozy, tenang, dan sangat cocok buat tempat nongki barengan temen-temen. 
Di bagian dalam resto suasana homey bisa kamu dapatkan dengan jejeran kursi dan meja tamu yang bikin suasananya tampak seperti rumah - rumah oma jaman dahulu.



Di bagian luar resto ada kolam renang kecil yang bisa digunakan para pengunjung resto yang ingin menikmati kelezatan Lisa's Kitchen sambil menghabiskan waktu bersama keluarga. 




Di area yang sama, kamu juga bisa menikmati secangkir kopi di OASIS Coffee Corner yang membandrol kopinya dengan harga yang terjangkau untuk sebuah coffee shop di dalam hotel. 




Btw, coffee cornernya didesain Instagramable, lho. Kalau kamu mau ngopi syantiek plus upload-upload foto di Instagram bisa banget lho. hohoho. Sayangnya saya belum nyobain kopi di sini, ntar deh kapan bakalan saya cobain, soalnya hari itu saya emang nggak berniat buat ngopi, tapi nyobain menu-menu tradisional yang dikreasikan oleh Head Chef-nya Lisa's Kitchen. 



Kenalkan Rempah Indonesia, Menu Baru Lisa's Kitchen Siap Tenar

Yes, sepertinya Lisa's Kitchen nggak pernah berhenti untuk terus berkreasi menghadirkan menu-menu baru terutama menu Ala Carte untuk memuaskan pecinta masakan-masakannya yang buat saya terbilang sedep. 

Akhir bulan lalu, dengan mengusung aneka rempah unggulan Indonesia, Lisa's Kitchen menyuguhkan menu-menu unik, yang kok ya kesukaan saya semua hihihihihi..

Sup Kikil Kuah Kecombrang ( Rp 58.000,-)




Saya pernah cerita nggak sih kalo saya ini pecinta bunga kecombrang alias bongkot? Dulu, semasa tinggal di Ubud, menu bunga yang punya wangi khas ini selalu jadi santapan saya sehari-hari. Nah, pas tahu ada menu Sup Kikil Kuah Kecombrang yang dibandrol dengan harga Rp 58.000 per porsinya, nggak pakai lama saya langsung memilihnya sebagai menu pertama yang bakal saya cobain. 

Wih.. ternyata perpaduan antara kuah yang pedas dan segar dengan aroma wangi kecombrang plus kikil yang empuk banget, bikin lidah saya makin penasaran dengan kelezatannya. Sampai-sampai saya nggak tega buat menyantapnya bersama nasi. Enak!

Oh ya, tahu nggak kalau bunga kecombrang ini punya manfaat kesehatan yang baik buat tubuh? Yes, di balik wanginya yang menyegarkan, bunga ini juga dapat membersihkan darah, memperkuat tulang dan gigi, mencegah dehidrasi, menetralkan asam lambung, dan masih banyak lagi manfaat lainnya. 

Duh, nulis ini sambil keroncongan perutku....


 Ayam Bakar Jagir (Rp 58.000)



Menurut saya sih secara tampilan Ayam Sambal Jagir ini mirip dengan nasi Padang hehehe.  Hanya bedanya ditambah lalapan dan tahu goreng. Masih menyuguhkan kekhasan rempah-rempah, Ayam Sambal Jagir ini dilengkapi dengan daun singkong rebus yang sudah dibumbui dengan sambal rempah yang memperkuat rasanya. Ayamnya sendiri diolah dengan empuk dan tanpa perlawanan saat dikoyak dengan gigi.

Selain dua menu di atas masih ada menu baru lainnya yang dilaunching  barengan (sayangnya saya nggak ikut ngicipin huhhuhu) , yaitu :

Nasi Krawu (Rp 48.000)



Rujak cingur (Rp 38.000)


Selat Solo (Rp 38.000) 


Menu ini sih saya sempat cobain punya si Louis, untuk olahan dagingnya sih lumayan kerasa daging, tapi kalau bumbu kuahnya saya nggak terlalu cocok karena terlalu manis yang berasal dari gula merah. Kembali ke selera sih, soalnya saya bukan penggemar makanan manis ya. 

Sup Buntut Bakar (Rp 68.000)




Hanya saja kalo yang ini nggak perlu diragukan enaknya: 

Sop Buntut (Kuah) Rp 68.000




 Yang kuahnya seger, berempah,dan buntutnya uwempuk-puk banget, dan ini.. juara !

Rawon (Rp 68.000)




Overall masakan di Lisa's Kitchen by Ayola La Lisa ini rekomended kok. Terutama buat kamu yang pingin ajak tamu dari luar Surabaya untuk menikmati masakan-masakan tradisional yang berempah kuat. Porsinya juga besar dan mengenyangkan, apalagi kalau disantap barengan salah satu dari beberapa minuman baru yang dikreasikan Chef Yusnix ini.

Apple Mojito (Rp 30.000)



Lisa's Sunrise (Rp 30.000)
yang merupakan perpaduan antara Sirup strawberry, orange juice, dan soda. 


dan yang paling unik adalah Mr. Blue (Rp 30.000)



yang adalah campuran dari sirup melon, jus jambu dan blue soda. 

Nggak cuma menu-menu di atas saja yang bisa kamu cobain. Buat kamu yang mau menikmati menu ekonomis yang bisa disantap rame-rame, bisa pilih PARAMEK (Paket Makan Rame-Rame Rek) yang dibandrol dengan harga Rp 125.000 untuk berdua, dan Rp 200.000 untuk berempat untuk mendapatkan berbagai menu rumahan seperti olahan ikan, olahan ayam, sayur, dan free flow drink ice tea untuk menu makan siang serumu.

Gimana? Menarik kan? 

Untuk lebih jelasnya, kamu bisa telepon ke nomer : (031) 99441999 atau langsung menuju lokasi yang sangat-sangat mudah untuk dicapai. 

Lisa's Kitchen by Ayola La Lisa
Jl. Raya Nginden No.82, Baratajaya, Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60284

Selasa, 31 Juli 2018

Mempersiapkan Masa Depan dengan Berinvestasi Melalui Reksa Dana




"Menabunglah sebanyak mungkin sebisamu" begitu nasehat yang sering digaungkan mama sedari saya kecil. 

Dulu, saat belum menikah dan masih menjadi tanggungan orangtua sejujurnya saya nggak terlalu ambil pusing tentang masalah keuangan. Apalagi saat mulai bekerja, semua rasanya fine-fine aja sehingga membuat saya seringkali lumayan boros untuk membelanjakan gaji yang kala itu bisa dibilang cukup. Itulah yang kemudian membuat mama selalu mengingatkan untuk tidak lupa menabung sebisa saya, alih-alih menggunakan untuk berbelanja hal yang sebenarnya nggak penting. 


Setelah menikah, sepertinya kebiasaan itu nggak bisa saya lanjutkan dong ya. Saya harus belajar dengan benar menata dan mengatur keuangan supaya nggak bablas hingga kemudian menjadi problematika rumah tangga. 


Kenyatannya, ternyata selama ini saya dan orang-orang sekitar seringkali mengeluh tentang kondisi keuangan. 





Ada banyak hal yang terjadi, misalnya kenapa uang yang disimpan di bank kok nggak nambah-nambah, ada yang kepepet dengan berbagai masalah keuangan karena tidak punya simpanan, ada yang punya dana dan disimpan di bank, tapi kok nggak nambah-nambah jumlahnya, dan masih banyak lagi permasalahan keuangan lainnya. 



Ngomongin soal menyimpan uang di bank, selama ini orang menabung untuk mendapatkan bunga , tapi nyatanya bunga bank rendah bisa jadi kalah denhan inflasi. Jadi, nggak heran kalau semakin lama dana yang ditabungkan akan habis.

"Eh, gimana-gimana?"


Gini lho, Gaes misalnya katakanlah bunga di bank itu hanya 1% lalu terkena imbas inflasi maka jelas yang terjadi bukannya nilai uang yang kita simpan bertambah, malah jadinya berkurang, malah bisa jadi minus. Wah, gawat juga ya kalo gitu. Terus kudu gimana nih?


Dilahirkan sebagai manusia yang akan  menentukan peran dalam hidup, ada 3 tahapan yang harus dilalui manusia, yakni : 

1. Usia kecil hingga remaja,  di mana masih tergantung pada orang tua dan income dianggap rendah.
2. Usia produktif di mana sedang sehat-sehatnya, masih punya mimpi dan lain sebagainya. 
3. Usia pensiun, yang di Indonesia umumnya dimulai di atas usia 55 tahun. 

Dalam ketiga tahapan tersebut, usia produktiflah saat di mana  bisa mempersiapkan segala sesuatu yang menyangkut masa depan kita selanjutnya. Namun, sayangnya membicarakan masa depan itu membuat kita ragu, takut, atau bisa jadi belum tahu atau sekedar denial sehingga menjadi kendala untuk mempersiapkan kebutuhan di masa depan.
Yang kemudian akhirnya mengeluarkan  pemikiran "Gimana nanti" yang justru akan berpengaruh pada masa depan kita. 


Faktanya, kita tidak pernah tahu bagaimana gimana nantinya hidup kita kalau tidak dipersiapkan sedini mungkin. Apalagi, secara data ekonomi setiap tahunnya terjadi kenaikan harga barang secara umum : 5,38% per tahun yang membuat harga semakin mahal.

Ambilah contoh yang mudah, kalau dulu kita bisa membeli semangkuk bakso dengan harga Rp 500 dengan porsi kenyang plus mendapat gratis es teh, jaman sekarang untuk mendapatkan kepuasan yang sama harus membayar Rp 30 ribu, itupun hanya mendapat gratis senyuman. 

Itulah yang disebut dengan inflasi di mana seakan-akan uang kita diambil "maling tdk kelihatan" yang menggerogoti tabungan kita sehingga nominalnya berkurang.

Memasuki usia produktif tentu kita sangat semangat dalam melakukan banyak hal, sayangnya usia produktif di Indonesia adalah 55 tahun, dengan usia harapan hidup masa sekarang setidaknya 70 tahun. 

Umur panjang tentu saja harus disyukuri, tetapi dalam bidang ekonomi hal itu menyebabkan munculnya istilah risiko umur panjang yakni risiko yang harus ditanggung saat tabungan usia produktif hrs menanggung usia panjang. Dan yang nggak banyak disadari orang bahwa kebutuhan dana hari tua sangat besar, lho. 

Sudah mempersiapkan dengan baik belum? Nggak mau kan di hari tua kita mengandalkan anak? Sudah nggak jamannya lagi kan?


Nah, karena itu ada beberapa cara yang harus dilakukan supaya kita bisa mempersiapkan masa depan kita dalam hal ini hari tua kita dengan baik, misalnya dengan berinvestasi. 

Apa saja sih yang diperlukan untuk berinvestasi?

Yes, untuk berinvestasi apapun bentuknya setidaknya kita butuh 3 hal, yaitu :
1. Uang
2. Pengetahuan
3. Waktu untuk memonitor instrumen yang kita miliki. 


Dan, bentuk-bentuk investasi ada berbagai macam, seperti :


Dan semuanya tentu memiliki kelebihan dan kekurangan, tapi yang jelas saya yakin bahwa nggak semua orang tahu bahwa tabungan di bank, membeli emas dan properti sebenarnya bukan investasi, tetapi hanya satu aktivitas untuk melindungi agar nilai uang tdk turun

Nah, nggak mau terjebak dalam permasalahan keuangan yang begitu-begitu terus, saya tertarik menyimpan dana yang saya miliki dalam bentuk lain, setelah adik semata wayang saya Winda cerita kalau dia mulai mengalihkan tabungannya ke Reksa Dana. Awalnya sih saya sempat nggak yakin, karena yang seringkali saya dengar reksa dana cukup berisiko jika dibandingkan dengan investasi lainnya. 

Benarkah begitu? Tak kenal maka tak sayang, maka saya mulai mencari tahu apa yang dimaksud dengan reksa dana dan apa saja yang ada di dalamnya. 

Seluk Beluk Reksa Dana

Reksa dana adalah program investasi yang menggabungkan modal dari banyak investor  dan berinvestasi pada beragam instrumen serta dikelola oleh perusahaan pengelola aset. 

Ehm, gampangnya gini, reksa dana itu seperti arisan gitu lho, hanya saja bedanya kalau reksa dana besaran nominalnya berbeda tiap orang dan untuk pengelolaannya dikelola secara profesional dari manajer investasi.

Investasi memiliki kelebihan :
1. Fleksibel. Banyak pilihan produk sesuai dengan kebutuhan investasi
2. Likuid. Bisa dicairkan kapanpun juga
3. Aman. Para pelaku yang terlibat dalam pengelolaan aset diawasi oleh OJK
4. Bebas pajak. Saat pelaporan pajak termasuk dalam harta dan tidak termasuk penghasilan
5. Terjangkau.  Mulai Rp. 10 ribu

Reksa dana sendiri terbagi dalam beberapa jenis yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan seperti berikut ini : 


Berkenalan dengan Manulife Aset Manajemen Indonesia 

Beberapa waktu lalu, adik saya Winda cerita kalau dia saat ini mulai menginvestasikan dananya dalam bentuk reksa dana. Awalnya saya pesimis, tapi setelah saya cari tahu lebih dalam, akhirnya saya "nyantol" dengan produk reksa dana milik Manulife. 

Lho, bukannya Manulife itu asuransi? 

Yes, emang iya, saat ngomongin tentang Manulife, secara otomatis kita akan menyangkutkan dengan produk asuransi. Padahal, Manulife sebenarnya punya produk lain berupa  pengelolaan investasi (reksa dana) yang dinamakan dengan Manulife Aset Manajemen Indonesia atau disebut dengan MAMI.

Kebetulan Hari Minggu, 28 Juli 2018 kemarin ada acara Kopdar Investarian di Bangi Kopi, sehingga saya sedikit tercerahkan tentang produk pengelolaan investasi milik Manulife ini. 



Dan, kebetulan juga narasumbernya Bapak Legowo Kusumonegoro,Presiden Direktur Manulife Aset Manajemen Indonesia. 



Dengan cara penyampaiannya yang mengedukasi saya jadi tahu kenapa sih harus berinvestasi melalui MAMI. 

Karena MAMI asik !! Ini lho keasikannya: 

1. Edukasi : seluruh interaksi dan pengenalan produknya didasarkan pada edukasi, bukan hanya sekedar menjual produk lalu prospek seperti di tempat lain. 
2. Hemat biaya : 
Reksa Dana Manulife tidak membebankan biaya pembelian, maka 100% dana investor menjadi modal investasi. 
3. Online aja
Kita, sebagai investor dapat melakukan transaksi (jual, beli, alihkan) dan memonitoring pertumbuhan investasi melalui www. klikmami.com. Bahkan, kita juga bisa mendaftarkan investasi kita juga secara online. Asik banget kan?


4.  LANI :  Layanan Investasi MAMI siap membantu setiap hari jam 08.00-22.00 WIB lewat telepon, e-mail, atau live chat


Wah, ternyata nggak terlalu rumit ya memahami reksa dana itu. Semua hal yang kita lakukan memang pasti berisiko, tetapi bagaimana meminimalkan risiko yang harus kita pertimbangkan baik - baik demi masa depan kita nantinya. Setuju?

Senin, 30 Juli 2018

Warung Tengkleng Boyo : Menikmati Olahan Kambing Muda dengan Lebih Sehat


Apa yang kamu pikirkan saat mendengar kata tengkleng? Yes, tengkleng selama ini terkenal sebagai salah satu olahan kuliner khas Solo yang menggunakan tulang (sapi/kambing) yang masih ada sedikit daging sebagai bahan utamanya. Tengkleng sendiri sebenarnya memiliki citarasa yang mirip dengan gulai, tetapi lebih encer sehingga rasanya terasa menyegarkan. 

Jika kamu salah satu penggemar tengkleng, nggak perlu jauh-jauh ke Solo, karena sejak Bulan April 2018 kemarin, di Surabaya telah hadir sebuah spot kuliner anyar yang secara khusus menawarkan tengkleng sebagai menu yang utamanya. Namanya Warung Tengkleng Boyo.



www.nyonyakece.com
Sebenarnya sudah beberapa kali saya melewati warung yang satu ini. Maklum, selain dekat rumah, Warung Tengkleng Boyo yang berlokasi di Jalan Raya Tenggilis 91-93 Surabaya ini terletak di seberang supermarket Chicco di mana saya sering belanja keperluan sehari-hari.  Jadi, bisa dibilang saya sejak awal saya sudah tahu tentang keberadaan warung ini mulai dari awal pembangunannya. 

Namun, yang nggak saya tahu ternyata warung yang punya parkiran cukup luas ini, bagian dalamnya luas dan cozy banget !


Begitu masuk kamu akan menemukan deretan meja kayu dengan beberapa kursi yang berjejer dengan rapi. 



www.nyonyakece.com

Saat masuk lebih ke dalam lagi kamu akan disuguhi taman di dalam rumah yang selain membuat suasana tampak adem dan asri juga cukup keren buat foto-foto alias Instagramable! 



www.nyonyakece.com


www.nyonyakece.com

Di dalampun ada banyak meja dan  kursi yang berjajar dengan suasana rumah makan khas keluarga yang nyaman dan sangat bersih. Bisa dibilang tempat ini cukup cozy dan homey . Kalau nggak salah sih ada ruangan VIP juga sih, yang mungkin ditujukan buat rombongan yang pingin menikmati waktu makan mereka tanpa terganggu pengunjung lainnya. Overall ambiencenya oke punya, nih. 



www.nyonyakece.com

Beranjak ke menunya, kamu bisa memilih berbagai olahan kambing yang ditawarkan dalam lembar menu ini. Buat yang nggak suka daging kambing, sayangnya belum ada menu lain yang bisa dipilih kecuali mungkin cukup dengan menikmati roti canainya saja. 



www.nyonyakece.com
www.nyonyakece.com

Hari itu, saya dan teman-teman Admin Surabaya Kuliner  yang sudah lama nggak makan bareng nyobain berbagai macam menu yang ada di Tengkleng Boyo ini. Karena kami sangat lapar, jadi cukup banyak menu yang dipesan hari itu. hahaha.. 

Untuk minuman kompakan nyoba menu spesialnya yaitu ES KOPYOR ASLI (Rp 25ribu) . Disajikan dalam sebuah gelas tinggi dengan paduan es serut dan sirup cocopandan, es kopyor ini punya sensasi rasa yang cukup menyegarkan untuk dinikmati kala santap siang. 



www.nyonyakece.com

Saking laparnya, ada beberapa menu yang nggak sempat difoto, termasuk menu-menu unggulannya di sini hahaha.. tapi, demi mengobati rasa penasaran, tanpa mengurangi kelezatan rasanya, saya grab dari Instagramnya Tengkleng Boyo #nyengir. 

Menu 1  yang kami pesan, sekaligus menjadi unggulan dari warung tengkleng yang mengusung nama Boyo untuk menandakan bahwa menunya disesuaikan dengan citarasa Arek Suroboyo ini adalah Tengkleng Boyo (Rp 45ribu)

Tengkleng boyo disajikan dengan kuah ringan tanpa santan, bercita rasa asam segar mirip asem-asem yang sangat cocok untuk disantap siang hari. Jangan lupa tambahkan irisan cabe buat kamu penggemar pedas ya. 

source : instagram.com/tengklengboyo

Menu ke-2 adalah Gule Kambing (Rp 45ribu) yang disajikan dengan kuah santan dan paduan bumbu rempah yang gurih. 


pict by cak tatax
Menu ke-3 ini adalah Tengkleng Rica-Rica (Rp 45 ribu) yang punya rasa pedas dan gurih. 


pict by cak tatax
Selanjutnya menu ke-4 adalah Karangbinaci (Rp 45 ribu). Karangbinaci adalah masakan khas Madura yang tidak umum kita jumpai dan konon katanya ini adalah masakan untuk keluarga bangsawan Madura. Menurut sejarahnya Karang Binaci ini yang asli menggunakan daging kambing namun dalam perkembangannya banyak digunakan daging ayam dan sapi sebagai alternatif.

Menurut saya, karangbinaci ini sebenarnya punya rasa dan penampilan seperti perpaduan antara lapis daging dan krengsengan. Hanya saja rasanya lebih berempah dan kuat sehingga sangat cocok untuk dinikmati bersama dengan nasi putih hangat. 


Jika dibandingkan dengan menu lainnya yang porsinya personal, karangbinaci yang dagingnya empuk dan ngeprul ini porsinya cukup banyak, sehingga bisa dinikmati untuk berdua. Apalagi bumbunya yang meresap sempurna pada dagingnya bikin napsu makan "nyemego" alias tambah-tambah nasi. 



pict by cak tatax

Menu ke-5 ini adalah favorit kami semua,  Sate Kambing Bakar (Rp 45 ribu) per porsinya. Nggak tanggung-tanggung kami pesan 3 porsi karena yakin kalau satenya ini bakal enak. Dan memang terbukti lezatos maknyus !


Dalam seporsi terdapat 5 tusuk sate kambing bakar, dengan potongan daging kambing yang empuk dan bumbu yang meresap sempurna. Bisa dibilang tidak perlu perlawanan gigi untuk mengoyak dan mengunyahnya. 
Aroma bakaran yang khas berpadu dengan keempukan daging dan kelezatan sate ini membuat kami tak henti-henti memuji kenikmatan sate ini. 


 soure : instagram.com/tengklengboyo
Menu selanjutnya cukup unik, yaitu Salad Daging Kambing. Lha? Apa itu? Menu seharga Rp 25 Ribu ini menyajikan berbagai sayuran dan telur rebus dengan kelengkapan daging kambing yang diolah mirip dengan galantin yang gurih. Dressingnya kamu bisa pilih mau ori, thousand island, atau creamy peanut. Semuanya enak. 


pict by cak tatax

Yang menyenangkan, di sini kamu boleh ambil nasi secukupnya dan sepuasnya, alias free flow. Tapi, tetap saja dihitung per-orang ya. Dan nasi ini bisa kamu ambil sendiri di tempat yang disediakan di depan warung. Puas deh !

www.nyonyakece.com

Overall, semua masakannya enak nih. Dan kalau bilang favorit, sate kambing bakarnya juarak!


Sejujurnya, saya itu bukan penggemar daging kambing, karena buat saya olahan daging kambing umumnya beraroma prengus alias bau, dan biasanya alot. Tapi, buang segala galau dan risau, sebab di Tengkleng Boyo, kamu bakal ketemu sama olahan masakan yang berkesan bersih, empuk banget karena menggunakan kambing muda di bawah 3 bulan, dan juga nggak perlu kuatir hipertensi dan lain sebagainya. 


Karena, penggunaan garamnya yang minim buat makanan ini jadi lebih sehat, dan gak feeling guilty saat mengonsumsinya. 




source : instagram.com/tengklengboyo

Gimana, sudah ngiler belum? Hahaha.. Kalau belum, coba pandangi wajah-wajah kenyang plus puas kami berlima ini. 


Ada yang bisa menyebutkan siapa saja kami?




So, buat kamu yang penasaran, silahkan mampir di Tengkleng Boyo yang buka mulai jam 09.00 pagi hingga 21.00. Kalau mau kebagian satenya, usahakan ke sana sebelum jam 19.00 ya, menurut kabar kambing, kalau lagi rame satenya bakal ludes sebelum warungnya tutup.


Tunggu apalagi, segera cuss... 


Warung Tengkleng Boyo
Jl Raya Tenggilis No 91-93 Surabaya
Buka  : 09.00 - 21.00