Senin, 22 Oktober 2018

Menanti Matahari Terbit Di Bukit Kuneer Wonosari


Kalau ngomongin tentang Kebun Teh Wonosari, sebenarnya bukan hal yang baru buat saya. Beberapa belas tahun lalu, kebetulan saja tempat ini sering menjadi lokasi tempat berlangsungnya kegiatan lari lintas alam Hash House Harriers yang sudah kami sekeluarga ikuti sejak tahun 1991-an. 

Jadi, bisa dibilang kenangan yang ada di Kebun Teh Wonosari - Lawang adalah Hash dan udara dingin. Selebihnya, saya sama sekali tidak pernah mendengar lagi cerita tentang kebun teh ini, hingga beberapa waktu lalu ada ajakan untuk dolan bareng di tempat ini bareng Komunitas Liburan Murah dan Blogger Surabaya . 



Pict by : berangan_trip
Tapi, yang nggak saya tahu, seiring dengan berjalannya waktu, ternyata Kebun Teh Wonosari ini nggak cuma menyajikan hamparan pemandangan kebun teh hijau royo-royo yang segar dipandang mata, tetapi juga sudah menjadi satu tempat tujuan wisata yang sangat menarik untuk dikunjungi. 

Yes, apalagi kalau kamu sempatkan untuk menginap di sana dan menanti matahari terbit dari Bukit Kuneer yang menjadi bagian dari Wonosari Agro Wisata ini. 









Menanti Matahari Terbit Di Bukit Kuneer Wonosari

Meski saya ini setiap hari bangun pagi (buat ngerjain pe-er) tapi yang namanya berlibur, biasanya pantang buat bangun pagi apalagi jam 3 pagi kudu melek dan naik truk, hanya untuk melihat matahari terbit. 


Oh, wait? Hanya katanya?? No.. no..  jangan bilang hanya, karena meski perjalanannya lumayan bikin kaki njarem dan pantat bergoyang-goyang di atas truk di jam 4 pagi (akhirnya saya mengerti bagaimana perasaan seekor sapi yang naik truk :)) ) semuanya terbayar lunas dan puas dengan hadirnya mentari pagi yang benar-benar indah di hamparan kebun teh yang serba hijau ini. 







Pict by : berangan_trip
Meskipun ya, meskipun kamu harus menempuh medan yang cukup rumit, tetapi semuanya terbayar sudah dengan kesejukan yang ada di ketinggian 1.109 Mdpl ini. 



Bukit Kuneer merupakan bagian dari Kebun Teh Wonosari dengan bendera Rollass Wisata Agro Wonosari yang ada sejak tahun 1993 ini merupakan objek wisata dengan kekhasan "teh" di bawah PT. Perkebunan Nusantara XII ( BUMN ) yang memiliki Tempat Rekreasi, Tempat Peristirahatan, Tempat Pelatihan / Edukasi.


Di Bukit Kuneer ini kamu bisa menikmati matahari terbit dengan sangat cantik di hamparan hijau segar daun teh yang dipadukan dengan udara yang sejuk segar.  Di sana juga kamu yang demen foto-foto buat Instagram, pasti nggak akan ketinggalan untuk foto-foto di tengah Jembatan Cinta seperti ini :









Dan untuk mencapai Bukit Kuneer kamu bisa mencapainya dengan berbagai pilihan cara, yaitu berjalan kaki (meskipun lumayan jauh dan tracknya mendaki), sewa jeep isi 4 orang, naik motor trail. atau dengan truck terbuka yang bisa disewa rame-rame buat serombongan kayak begini hihihi.. 


Pict by : rodadanroti
Tapi, seru dan menyenangkan kok .. Sungguhan, liat wajahku aja begitu sumringah kan ya? wahahaha



Nah, nggak cuma itu aja, setelah puas menikmati keindahan Bukit Kuneer, kamu juga bisa turun kembali ke area perkebunan dan mulai menjelajah berbagai fasilitas yang ditawarkan Wonosari Agro Wisata seperti : 24 Cottage  & 10 Standart Room, 46 Kamar Hotel, Arena Bermain Anak – Anak,  Berkuda, ATV, Flying Fox, Wall Climbing,  Motor Trail , Sepeda Gunung,  Kereta Kelinci,  Paintball, Kolam Renang.




Pict by : rodadanroti






Terus.. terus yang pingin pengalaman yang berbeda dengan Paket Outdoor bisa memilih beberapa paket yang ditawarkan yaitu :

Paket edukasi : 


Tour kebun teh, kunjungan pabrik  untuk mengetahui proses pembuatan teh. 
Harga start Rp35ribu - Rp135ribu



Paket Outbond
Terdiri dari 3 jenis outbond :
Fun Outbond, Low Outbond, High Outbond 
Harga start Rp 150ribu - Rp280ribu

Paket Petik Teh

Include : Alat Petik teh, Tour kebun, 
Tour pabrik, snack, makan siang, air mineral, minum teh.
Harga : Rp105 ribu




Paket camping
Include : Lahan, Tenda, Api Unggun, 
Makan 3X ( Kotak )
Harga Rp 100rb - Rp110rb 

Harga di atas untuk perorangan ya.

Wah, menyenangkan sekali kan?
Bener-bener sudah maju dan menyenangkan banget Kebun Teh Wonosari saat ini, apalagi ditunjang dengan pilihan fasilitas yang ditawarkan bisa dibuat seseruan bareng rombongan. Asik kan ya?? 

Oh ya, blogpost terpisah nanti bakalan saya ceritakan tentang Pengalaman Menginap Di Rollass Hotel yang sangat rekomended buat menginap sambil menikmati sejuknya udara di Lereng Gunung Arjuno. Tungguin aja yak !!




Selasa, 09 Oktober 2018

Papilio Quick Lunch Tawarkan Paket Makan Siang Menu-Menu Tradisional Dan Berenang Sepuasnya


Demi apa, pada suatu siang saya dijapri seorang kawan yang mengajak saya untuk berenang !! Astaga.. demi dewa laut, saya sudah lama nggak berenang sejak lemak di tubuh saya ini makin membuat saya nggak bisa mengapung lagi 👀

Mau menolak juga nggak enak, soalnya bau-baunya dia pingin curhat nih. Nah, sebagai seorang teman yang baik, saya iya'in aja dengan satu syarat, saya temenin dia di pinggir kolam aja sambil makan #evilgrin

Untungnya temen saya ini baik banget, dan dia bilang 

" Wes tah, Syl kamu mo makan apa aja silahkan, kan paket berenangnya ini juga include makan siang sepuasnya" 

"Woaaah.. sak tenane, yo wes aku tak cuss?"

Dan di sinilah saya siang ini , Batimurung Sky Pool & Cafe yang terletak di Lantai 8 Best Western Papilio Hotel. 




Eh, itu tadi gimana ceritanya berenang sambil makan sepuasnya?

Yes, ternyata sejak minggu lalu Best Western Papilio Hotel membuat paket Papilio Quick Lunch, di mana para tamu yang datang bisa menghabiskan waktu untuk menikmati makan siang di Bantimurung Sky Pool and Cafe dengan 8 pilihan menu tradisional yang dihadirkan di stall-stall yang tersedia.

Menu Papilio Quick Lunch

Menu-menu makan siang yang disajikan di Papilio Quick Lunch ini tidak disajikan secara prasmanan tapi per porsi yang bisa dipilih dari 8 stall yakni 6 stall makanan, 1 stall es dan minuman, dan 1 stall heavy snack seperti  terang bulan, gorengan, pukis, dan lain sebagainya. Yang sempat saya icipin kemarin untuk menu utamanya ada rujak cingur, lontong mie, soto ayam, pangsit mie, batagor. 











Namun, meski disajikan dalam porsi yang menurut saya cukup imut begini, kamu tetep bisa loh ambil makanan dengan sepuasnya. Dan dijamin, tetap kenyang !

Dari semua menu yang paling saya favorit ya batagornya. Karena memang pada dasarnya saya nggak terlalu cocok dengan makanan berkuah (selain bakso tentunya), terus sama yang fenomenal hari itu PUKIS!!

Oh em ji, jauh-jauh ke hotel cuma buat makan pukis ? Yap.. bayangin aja ditemani semilir angin sejuk dan warna biru kolam renang, pukis anget dengan topping coklat dan fla jadi pilihan yang tepat juga lho. Minumnya segelas infused water dan es teh yang bisa direfill sepuasnya. Heaven !



Dan demi kepuasan yang saya dapat dari jam 12.00 - 15.00 ini, saya cukup membayar Rp65 ribu saja. Cukup terjangkau untuk sebuah paket makan siang dan berenang yang juga dapat handuk bersih untuk mengeringkan tubuh. 


source : instagram.com/bwpapiliohotel
Kalau nggak berenang harganya gimana? Ya tetep sama aja sih, namanya juga sepaket. Tapi sungguh, nggak akan rugi karena kamu juga bisa minum es campur dan menikmati potongan menu segar lainnya sepuasnya sampai kenyang.

Oh ya berbeda dengan paket makan siang di Mariposa Restaurant di Lantai 7, untuk menu Quick Lunch ini kamu bisa datang langsung tanpa perlu reservasi terlebih dahulu. Jadi mau berenang atau makan siang? Semuanya bisa!




Senin, 08 Oktober 2018

Warung Lesehan Rumadi Surabaya, Bisa Jadi Pilihan Kuliner Untuk Keluarga

Sebagai warga Surabaya Timur saya sangat jarang sekali keluyuran sampai ke Surabaya Barat, kalo nggak bener-bener kepepet. Mangkanya nggak heran kalo saya lagi di Barat, banyak temen yang pingin ketemu dan jumpa fans seolah-olah Surabaya Timur dan Barat itu jaraknya New York - Bekasi. #dikeplakRangga 



Sampai kemarin, saya akhirnya nginep selama 4 hari di Barat dan diajak temu kangen dengan seorang kawan di salah satu warung lesehan yang ada di sana. 

Namanya : Warung Lesehan Rumadi



Sebuah konsep warung makan lesehan dengan berbagai menu tradisional di tengah hiruk pikuknya Surabaya Barat. 




Kalau yang nggak bisa duduk lesehan, nggak perlu khawatir soalnya mereka juga menyediakan meja dan kursi biasa juga kok. Bisa menampung banyak orang juga, jadi nggak perlu ragu kalau yang mau ada acara ngumpul, arisan, dll. 



Lokasinya nggak jauh dari pom bensin Citraland ke arah Lidah Kulon. Tempatnya cukup nyaman, saya ke sana di Hari Minggu sekitar jam 3 sore, lumayan rame dan pengunjung bergantian berdatangan. Tempat parkirnya juga lega,  bisa menampung lumayan banyak mobil pengunjung. 



Hari itu kami hanya bertiga, saya dan Nico, serta seorang kawan yang menjamu kami hari itu karena merasa kami ini tamu agung dari Timur . wahahaaa.. 

So, karena kami ini tamu ya wes urusan memilih menu, monggo lah tuan rumah saja yang mengerti, mana yang direkomendasikan untuk dicoba.  Dan inilah yang disajikan untuk kami berdua :




Huhuhu.. banyak sekali ya, Mbak?
Iya, banyak sekali sampe-sampe kami kekenyangan. Karena ada embel-embel, nggak boleh pulang kalo nggak abis. HoEmJi..

Apa aja sih itu?

Ayam Bakar 
Rp 54.000 / ekor

Kalau untuk urusan rasa, ayam bakar ini cukup empuk, berbumbu agak manis seperti bumbu ayam bakar di selametan-selametan gitu. Ah, saya suka ayam bakar seperti ini. Dengan harga segitu, rasanya cukup direkomendasikan. Ini bisa buat 3-4 orang dengan porsi wajar. 



Cumi goreng
Rp 34.000

Cuminya empuk, tepungnya renyah,  tapi rasa agak sedikit hambar. Sebenarnya ada saos asam manisnya si, cuma saya lebih pilih nyolek ke sambal pencitnya yang enak.



Gurami Asam Manis
Rp 58.000

Ini enak juga sih, tapi sama seperti cumi gorengnya, kulitnya renyah dan tepungnya agak sedikit tawar, dan saya juga prefer dicolek sama sambel.



Nah, ini dia sambel pencit yang saya maksudkan tadi, lumayan mantap kok, apalagi dengan pencitnya yang seger. 




Tumis kangkungnya, dimasak dengan pas, nggak terlalu overcook. Bisa untuk 3 orang. 



Urap-urapnya enak juga nih, seger dan bumbu kelapanya juga sedep.



Dan yang nggak boleh ketinggalan adalah ini : 

Es kunyit asem yang maha seger.

Enak banget dinikmati di panasnya hawa Surabaya.
Kami sih ordernya 1 botol gede, yang bisa buat 3 orang dengan takaran puas.



Untuk pelayanannya nggak terlalu lama juga sih waktu itu, hanya saja agak terganggu dengan kedatangan sekelompok lalat dan teman-temannya, jadi terpaksa saya harus minta lilin untuk menenangkan suasana. hahaha..

Overall oke lah, jadi mengingatkan saya dengan warung-warung lesehan yang ada di Malang. Tombo kangen, it's oke lah.

So, yang mau bersantap dengan keluarga besar, bolehlah Warung Lesehan Rumadi ini jadi pilihan. Harganya-pun cukup terjangkau untuk ukuran Surabaya.

Sudah pernah ke mari?

Warung Lesehan Rumadi
Alamat: Jl. Lontar Lidah Kulon No.26, Lidah Kulon, Lakarsantri, Kota SBY, Jawa Timur
Jam buka : 08.00 - 23.00


Rabu, 03 Oktober 2018

Antara Dana Darurat dan Kebutuhan Sehari-Hari. Penting Mana?


Banyak orang yang tidak menyadari pentingnya memiliki dana darurat dalam keuangan pribadi atau rumah tangganya.  Dulu sayapun demikian. Hingga pada awal tahun 2017 lalu Nico sakit hingga berbulan-bulan dan mengharuskannya bedrest total, di sanalah saya menjadi tersadar bahwa memang dana darurat diperlukan saat terjadi sesuatu yang harus dibiayai, tanpa bisa dicegah atau dihindari.

Ya, dana darurat adalah dana yang memang harus kita "paksa" sisihkan dari pendapatan kita sebulan sehingga dapat digunakan saat terjadi hal-hal yang memang di luar anggaran bulanan biasanya. 

Dana darurat ini sebaiknya tidak dengan "sengaja" digunakan, kecuali jika memang ada kejadian yang mengharuskan kita mengeluarkannya untuk urusan yang sangat mendesak seperti saat ada anggota keluarga yang sakit, tiba-tiba kehilangan pekerjaan (kedua hal ini sudah saya alami di saat bersamaan), dan berbagai contoh lainnya. 



Sebenarnya, tidak ada patokan khusus tentang besarnya dana darurat yang harus disiapkan setiap orang atau kelarga. Karena, pendapatan dan kebutuhan setiap orang tentu saja berbeda satu dengan yang lainnya. Namun, ada baiknya dana darurat dapat menyokong kebutuhan hidup, setidaknya selama 6 hingga 9 bulan ke depan. Misalnya nih, biaya hidup bulanan kita Rp3 juta, maka dana darurat yang wajib disiapkan adalah minimal sebesar Rp 18 juta.  

Lha, kan kalau sekarang sakit ada asuransi, BPJS dan lain sebagainya? Hmm.. percayalah, kenyataannya tak seindah itu. Saat ada anggota keluarga yang sakit, dana darurat ini bukan saja bermanfaat sebagai biaya pengobatan, lebih dari itu biaya ini dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan lainnya yang tentu saja tidak dapat ditanggung oleh pihak penyedia jaminan kesehatan. 




"Suzan, suzan, suzan, besok gede, mau jadi apa? "

Buat kamu yang hidup di era 90-an pasti kena dengan lagu yang dinyanyikan Suzan,  boneka cantik yang bisa ngomong milik Kak Ria Enes?  Ya, lagu, itu seakan berbicara bahwa sejak kecil setiap orang memang diharuskan memiliki cita-cita dan impian untuk masa depannya, yang sedapat mungkin diusahakan untuk diwujudkan dan nggak hanya berhenti menjadi khayalan saja. 

Sebenarnya, secara garis besar ada 4 mimpi yang umumnya diharapkan banyak orang dapat terwujud di masa depannya. 




Menikah
Eh, percaya deh, mau diirit seperti apapun, tetapi  urusan menikah ini bukan hal yang bisa disepelekan begitu saja. Pengalaman saya di tahun 2012 kemarin mengatakan demikian. Apalagi jika keluargamu termasuk keluarga besar dan kamu punya banyak fans #eh. 

Punya rumah sendiri
Siapa sih yang nggak mau punya rumah sendiri? Ini beneran lho, saya merasakan sendiri saat harus pindah dari satu kost ke kost keluarga lain, harus pindah satu kontrakan ke kontrakan lain, yang mana harga untuk kontrakan bahkan lebih mahal daripada untuk Uang Tanda Jadi membeli rumah saat ini. 

Traveling
Dunia media sosial belakangan ini membawa peranan penting bagi perkembangan dunia traveling. Saya dan Nicopun juga punya impian untuk traveling, tapi nggak perlu jauh-jauh dulu lah, explore Indonesia dulu baru ke luar negeri. (Pinginnya sih begitu)

Tunaikan perintah agama
Tidak hanya umat Islam saja yang punya keinginan untuk dapat menunaikan perintah agama seperti ibadah haji atau umroh. Kamipun, umat Katolik meskipun tidak wajib juga punya mimpi besar dapat mengunjungi Lourdés, tempat di mana Bunda Maria menampakkan diri. 

Untuk mewujudkan berbagai impian tersebut, tentunya sedari dini kita harus berani melakukan perencanaan keuangan dan menyusun prioritas-prioritas dalam keuangan yang akan mendukung cita-cita masa depan kita.

Lalu, apa sih bedanya tabungan dengan investasi?

Jelas beda. Tabungan itu digunakan untuk jangka pendek dan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sewaktu-waktu misalnya untuk belanja harian, membayar berbagai tabungan, dll.  Sedangkan investasi memang harus disimpan dan dipisahkan dengan dana harian lainnya sehingga dapat digunakan hanya pada saat diperlukan saja. 

Harapannya, dana yang diinvestasikan tersebut dapat terus bertumbuh, terhindar dari inflasi, dan dapat mewujudkan impian di masa depan melalui instrumen yang tepat, seperti Reksa Dana misalnya. 

Baca juga : Mempersiapkan Masa Depan dengan Berinvestasi Melalui Reksa Dana


Merefesh kembali, yang dimaksud dengan Reksa Dana adalah program investasi yang
menggabungkan modal dari banyak investor, dan berinvestasi pada beragam instrumen, serta dikelola secara profesional oleh perusahaan pengelola aset. Kelebihan dari Reksa Dana jika dibandingkan dengan jenis investasi lainnya adalah :

Fleksibel :  Banyak pilihan produk sesuai kebutuhan investasi.
Likuid :  Bisa dicairkan kapan saja, tanpa jangka waktu.
Aman : Terdaftar dan diawasi OJK
Bebas pajak: Hasil investasi tidak dipotong pajak.
Terjangkau :  Bahkan mulai Rp10 ribu!

Ada 4 empat jenis reksa dana, yaitu :
Reksa Dana Pasar Uang : Di mana seluruhnya instrumen pasar uang dengan potensi hasil & fluktuasi cenderung stabil
Reksa Dana Pendapatan Tetap : Minimal 80% obligasi, di mana potensi hasil & fluktuasi rendah.
Reksa Dana Campuran : Porsi obligasi dansaham lebih imbang dengan potensi hasil &
fluktuasi sedang.
Reksa Dana Saham : Minimal 80% saham dengan potensi hasil & fluktuasi tinggi.

Untuk kebutuhan dana darurat seperti yang telah disebutkan di atas, jenis Reksa Dana yang cocok dipilih adalah Reksa Dana Pasar Uang, yang bercirikan "low risk, low return" dengan pengertian risiko rendah dengan keuntungan yang relatif tidak besar juga. 

Sedangkan untuk mimpi dan cita-cita masa depan yang tidak terlalu mendesak, seperti traveling kita bisa menempatkannya pada investasi Reksa Dana Pendapatan Tetap, yakni menginvestasikan minimal 80% aset dalam bentuk obligasi. 


Saat berbicara tentang prioritas hidup, ada beberapa 3 point utama yang sebaiknya kita jadikan acuan, yaitu  Apa? Bagaimana? dan Kapan?
Sebagai contoh, saya buat tabel prioritas keuangan saya, setidaknya untuk 1 tahun ke depan. 

Dalam 1 tahun ke depan, yang saya impikan dalam keluarga setidaknya beberapa hal ini :
1. Punya dana darurat minimal 24 juta yang dapat terwujud dalam satu tahun. 
2. Dengan posisi kami berdua sebagai Agen Properti, kami bermimpi memiliki motor baru yang lebih mumpuni untuk dipakai bekerja, setidaknya dengan budget sebesar 18 juta.
3. Ora et labora, sambil berdoa kita bekerja. Kami berdua pingin banget lho bisa mewujudkan ziarah lokal entah itu saat moment Paskah di Larantuka atau ke Gereja Katolik Graha Maria Annai Velangkanni yang ada di Keuskupan Medan yang mungkin kira-kira perlu persiapan dana sebesar 20 juta. 
Artinya, agar dapat mewujudkan mimpi dan rencana masa depan setidaknya saya harus bisa menyisihkan minimal 5 juta per bulannya untuk berinvestasi. Cukup realistis kan?
Namun yang pasti, apapun produk Reksa Dana yang dipilih sebaiknya sesuaikan dengan kondisi keuangan setiap bulannya, agar tidak mengganggu kebutuhan harian tetapi tetap harus direncanakan  demi masa depan.