Kamis, 28 Maret 2019

Berkenalan Lebih Dekat Dengan Reksa Dana Pasar Modal dan Reksa Dana Campuran


Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk "menyelamatkan" finansial kita di masa depan, salah satunya dengan cara berinvestasi. Kenapa harus investasi, kan yang penting menyisihkan uang untuk ditabung sudah cukup?

Nei... nei... nei... 

Seperti yang pernah saya bahas sebelumnya, di masa sekarang ini kita tidak bisa mengandalkan tabungan saja untuk mewujudkan impian masa depan kita, karena pada dasarnya tabungan ini digunakan untuk jangka pendek yang sangat besar kemungkinannya terkena inflasi. Sedangkan, investasi cenderung lebih aman untuk dijadikan "simpanan" di masa depan dengan harapan dana yang diinvestasikan dapat terus bertumbuh lebih cepat dari inflasi melalui instrumen yang tepat, misalnya seperti Reksa Dana

Baca juga : Mempersiapkan Masa Depan dengan Berinvestasi Melalui Reksa Dana


Jika pada pembahasan sebelumnya saya pernah belajar tentang Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap, dan Reksa Dana Syariah, kali ini saya akan sedikit berbagi ilmu tentang Reksa Dana Modal dan Reksa Dana Campuran.

Apa itu Reksa Dana Pasar Modal?


Sama dengan pengertian pasar pada umumnya yang mempertemukan antara pembeli dan penjual, pasar modal juga memiliki pengertian yang sama, yaitu tempat bertemunya mereka yang memiliki modal dan mereka yang membutuhkan modal. Kemudian, di dalam pasar modal tersebut kita mengenal juga istilah saham dan obligasi. 





Lantas, bagaimana sih caranya agar kita dapat berinvestasi melalui Reksa Dana?


Mudah saja, kok. Sebab pada intinya hanya ada 3 tahapan dalam investasi jenis ini, yaitu :


Pembelian ➡ Investasi Berkembang ➡ Pencairan (yang dapat dilakukan saat kita merasa nilai investasi tersebut sudah cukup berkembang)





Untuk melakukan investasi melalui Reksa Dana Pasar Modal, sebenarnya tidak sulit kok, Gaes. Asalkan kamu memahami bahwa dalam Reksa Dana Pasar Modal ini Manajer Investasi boleh menjual saham tetapi sisanya tidak boleh lebih renda dari 80% dana yang terkumpul.



Sebentar, kamu pasti akan bertanya-tanya sebenarnya apa sih bedanya menjalankan saham sendiri dan kenapa disarankan untuk  memilih Reksa Dana sebagai instrumennya? 


Begini, temans jika kamu pemula dengan ilmu pas-pasan daan ingin bermain investasi saham sendiri, maka konsekuensinya kamu membutuhkan modal  yang sangat besar dan wajib memantau pergerakannya sendiri. Sedangkan, jika kamu memilih berinvestasi melalui Reksa Dana Saham maka keuntungannya adalah sebagai berikut :
1. Instrumen saham disaring sesuai strategi investasi, kondisi ekonomi, dan politik terkini
2. Modal terjangkau karena dihimpun oleh ribuan investor (bahkan kamu dapat memulainya dari Rp10000,lho)
3. Pergerakan saham dipantau oleh Manajer Investasi dan dapat dialihkan jika kinerja saham tidak sesuai. 

Nah, ternyata bermain saham melalui Reksa Dana tak sesulit yang kamu bayangkan selama ini, kan?

Baca juga : Antara Dana Darurat dan Kebutuhan Sehari-Hari. Penting Mana?

Mengenal Reksa Dana Campuran

Lantas bagaimana dengan Reksa Dana Campuran? 

Reksa Dana Campuran adalah campuran antara instrumen Reksa Dana Pasar Uang dan Saham. Pada intinya, jika porsinya lebih banyak saham berarti lebih cocok untuk investasi jangka panjang. Sebaliknya, jika lebih banyak porsi pasar uang maka investasi ini lebih cocok untuk jangka pendek. 

Berbeda dengan Reksa Dana lainnya yang dapat diutak-atik saat prosesnya, Reksa Dana Campuran komposisinya lebih beragam, tetapi sudah permanen dari awal dan tidak bisa diutak-atik setiap saat. 



Namun, keunggulannya kalau ada salah satu saham turun, maka kita  sebagai investor nggak perlu khawatir karena dana kita akan diinvestasikan ke banyak perusahaan. Nah, tugas kita nantinya adalah wajib memantau sehat-tidaknya atau bagus-tidaknya kinerja perusahaan .

Gimana? Sudah sedikit tercerahkan belum soal Reksa Dana yang saya bahas kali ini? Pada intinya sih, apapun jenis Reksa Dana yang akan dipilih sesuaikan dengan kebutuhanmu. Untuk kebutuhan jangka panjang bisa memilih reksa dana saham atau campuran, tetapi untuk kebutuhan jangka pendek pilihlah reksa dana pasar uang.

Selain itu, yang penting untuk kamu ingat dan perhatikan, sebagai investor Reksa Dana, kamu tidak akan diminta data ahli waris seperti saat membuka rekening tabungan di bank. Jadi, pastikan untuk tidak merahasiakan Reksa Dana kamu dari orang-orang terdekat agar bisa dilakukan klaim saat terjadi sesuatu di kemudian hari. 

So, buat kamu yang pingin belajar berinvestasi di usia muda, nggak perlu bingung harus kemana, bertanyalah pada MAMI. Sebab, Manulife Aset Manajemen Indonesia punya pengalaman yang berprestasi di bidang investasi sekaligus dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi investor.







Selasa, 12 Februari 2019

Warung Cabe Jawa Surabaya : Ketika Saya Terpikat Dengan Tumis Timun, Sambel Ulet dan Lobster Penyet



Kalau biasanya lebih sering ngubeg-ngubeg kuliner di daerah Rungkut, sejak mendalami dunia properti, saya sekarang lebih banyak maen-maen di daerah Mulyosari yang tentu saja bikin saya hepi karena banyak kuliner-kuliner enak di sana   dekat kantor. 

Salah satu tempat kuliner oke, yang bikin saya jatuh cinta dengan menunya adalah Warung Cabe Jawa. 


Yoyoi.. yoyoi... jadi nih ada salah satu menu di antara menu-menu yang disediakan warung yang lokasinya terletak di Jl. Raya Mulyosari No.42b, Kalisari, Mulyorejo buat saya berkesan buanget. Ada apa gerangan? Soalnya masakannya kayak masakan emak hahaha.. !

Ini lho, masakan itu. Namanya TUMIS TIMUN (18rb) !

Yha.. baru pertama kali ini saya tau kalau timun bisa ditumis lho, Gengs..


Mau tahu rasanya? Hau jek sen cing ping ahhhh.. ! Jadi, ini sebenarnya kayak tumis (etapi kalo kubilang ini cah ya soalnya ga pake kecap wwkwkwk) biasa, tapi enggak kerasa langunya timun, dan wes gak bisa ngomong, pokoknya sewajan kecil ini kuabisin sendiri. Heran ya, kok bisa sih enak gitu, sederhana tapi resep rumahannya kerasa banget. Buat yang perantauan pasti cocok dah. 

Selain itu, yang istimewa itu ada lobster penyet (37 rb) . Hahaha, ini pengalaman pertama makan lobster (kayaknya) ya, menurut saya sih lobster ya nggak beda-beda jauh sama udang tapi agak sedikit amis sih kalo menurut lidahku . Cuma ini unik, apalagi saya minta sambelnya pedes.. nyammy !! Seporsi dapet 2 ekor mungil dengan sambelnya yang uwenak, gila ! 



Itu aja?  Ya enggaklah ya, orang lapangan kayak kami mana cukup makan segitu aja .. ye kan? Itu belum cukup buat makan siang, soalnya adalagi yang bikin keranjingan.. apa tuh?
Sambel Ulet !

Eits.. jangan berburuk sangka dulu yak.. Sambel ulet (18 rb)  ini isinya sambel, kangkung, tauge, kacang panjang, tempe, dan teri medan yang disajikan jadi satu, terus dimakan pake nasi panas.. haduhh... dosa apakah aku?? Ini uwenak banget !



Apalagi pas ketemu juga dengan iga bakar (38 rb)  yang potongannya gede dan empuk muprul ! Huh hah ! Rasanya saya pingin tinggal di warung itu buat ngerasain enaknya iga ini.. (lebeh kan? lebeh kan??)



Ya nggak terlalu lebeh juga apalagi kubilang kesempurnaan hqq ini terletak pada segelas es pencit segar homemade bersecret recipe dengan rempah-rempah yang bikin anget perut  menutup makan siang ini. 

Fotonya ada nyah? Nggak ! Sudah keenakan nggak sempet moto -_- 

Lha terus gimana?

Yo langsung aja kamu cus ga pake lama ke mari di bawah ini

Dan buktikan sekali lagi lidah saya nggak salah .. Ye kan?




Senin, 04 Februari 2019

Menyambut Tahun Babi Tanah, Pernak-Pernik Apa yang Wajib Ada di Imlek 2019 Ini?





Meskipun ber"casing" gadis Tionghoa ((( GADIS ))), tapi sebenarnya keluarga besar saya tidak terbiasa merayakan Imlek setiap tahunnya. Meski demikian, bukan berarti tidak pernah sama sekali, sesekali saya juga pernah merayakannya bersama teman-teman, dan terlebih dari itu saya suka buanget dengan nuansa Imlek yang suasanya membawa keunikan tersendiri. 

Kenapa sih saya suka banget dengan suasana Imlek? Yes, karena tahun baru Imlek yang identik dengan berbagai pernak-pernik ini selalu menjadi moment yang spesial bagi mereka warga turunan Tionghoa. Bahkan tahun baru Imlek menjadi ajang untuk berkumpul bersama baik itu dengan keluarga, teman ataupun kerabat jauh. 

Kegembiraan menyambut tahun baru Imlek ini sudah terasa bahkan sekitar 1 bulan sebelumnya. Demikian juga Imlek 2019 yang jatuh pada tanggal 5 Februari ini. 
Bagi warga keturunan Tionghoa yang merayakan, biasanya mereka akan menyibukkan diri untuk menyambut hari bahagia ini dengan berbagai persiapan, misalnya 
persiapan bersih-bersih rumah, merapikan perkakas yang mungkin sudah tidak terpakai, mengecat tembok, hingga menghias rumah dengan berbagai penak-pernik khas Imlek lainnya. 

Dari berbagai kesibukan tersebut, menghias rumah dengan pernak-pernik khas Imlek pun seakan menjadi tradisi yang tak bisa dilepaskan. Bahkan, tidak sedikit orang yang rela menghabiskan dananya demi atribut imlek yang lebih lengkap dengan tujuan untuk menyambut sanak saudara yang akan berkunjung ke rumah mereka.

Dari sekian banyaknya pernak-pernik  tema Imlek yang ada, berikut adalah aksesoris yang wajib ada dan dimiliki untuk menyambut Tahun Babi Tanah ini : 

Angpao

Salah satu barang atau pernak-pernik khas Imlek yang selalu ada dan bahkan menjadi tradisi turun menurun adalah angpao. Angpao menjadi salah satu simbol yang selalu digunakan bagi keturunan Tionghoa untuk mendatangkan kebahagian dengan cara berbagi kepada orang lain. Biasanya tradisi ini akan selalu ada di setiap rumah atau ketunan warna Tionghoa di seluruh dunia.




Angpao sendiri merupakan amlop berwarna merah yang di dalamnya terdapat nilai uang yang akan diberikan kepada orang lain. Biasanya, angpao akan diberikan bagi mereka yang belum menikah atau yang belum memiliki pasangan. Selain itu, biasanya angpao juga diberikan kepada meraka yang lebih tua, misalnya saja seperti anak yang memberikan angpao kepada sang kakek dan sang nenek atau keluarga yang dituakan lainnya.

Angpao sendiri merupakan simbol untuk berbagi rezeki terhadap sesama. Di mana orang yang memberikan angpao dipercaya akan mendapatkan kebahagiaan dalam satu tahun ke depan. Sementara itu, orang yang menerima akan disimbolkan sebagai orang yang membawa kebahagian untuk orang yang memberikannya. Sehingga tradisi berbagi angpao pun sangat melekat saat perayaan imlek dari tahun ke tahun.

Pohon Mei Hwa



Selain angpao, penak-pernik khas Imlek yang selalu digunakan dalam menyambut tahun baru imlek adalah Pohon Mei Hwa. Pohon Mei Hwa sendiri merupakan sebuah pohon khas asli China yang menjadi icon atau lambang kesejahteraan, kemakmuran, dan keberuntungan bagi warna Tionghoa. Mei Hwa berasal dari kata ‘Mei’ yang berarti cantik dan kata ‘Hwa’ yang diartikan sebagai bunga cantik yang akan selalu membawa keberuntungan bagi sang pemiliknya. 

Biasanya dalam perayaan  Imlek, bunga ini dijadikan sebagai lambang atas harapan-harapan yang mereka panjatkan untuk tahun yang akan datang. Harapannya. bunga cantik itu mekar dengan warna merah mudanya dapat diartikan sebagai lambang atas kebahagiaan, kesejahteraan, dan keberuntungan. Selain itu, biasanya orang Tionghoa akan menghias Pohon Mei Hwa dengan berbagai pernak-pernik seperti angpao, pita emas, lampion kecil, dan lainnya.

Lampion



Pernak-pernik khas Imlek yang selalu ada di dalam perayaan tahun baru Imlek lainnya pun adalah lampion. Lampion sendiri merupakan lampu yang terbuat dari kertas yang memiliki simbol sebagai lambang kebahagiaan dan pengharapan bagi mereka yang merayakannya. 

Tak heran jika para keturunan Tionghoa pun akan selalu mengganti lampu lampion mereka setiap tahunnya dengan tujuan harapan baru yang lebih baik lagi. Selain itu, sinar dari lampu lampion sendiri juga memberikan lambang untuk kebahagiaan setiap orang.

Karenanya, lampion termasuk salah satu pernak-pernik wajib yang selalu ada di setiap perayaan Imlek dari tahun ke tahun. Biasanya lampu lampion akan di pajang di rumah-rumah, jalan raya, sudut-sudut kota, taman, hingga berbagai pusat usaha lainnya. 

Kue Keranjang

Saya suka banget sama kue keranjang! Yes,  kue bernama Kue Keranjang ini menjadi salah satu makanan khas Tionghoa yang selalu disajikan saat perayaan imlek menjelang. Kue yang berwarna warna coklat dan berbentuk bulat ini dibuat dari bahan tepung ketan dan gula. Kalau mama sih biasanya suka mengolahnya dengan cara digoreng dengan telur. Menyerap minyak banget sih, tapi percayalah, ini enak !!



Nama kue keranjang sendiri diambil karena kue ini dibuat di dalam cetakan berbentuk keranjang. Sedangkan bentuknya yang bulat melambangkan akan arti sebuah kehidupan. 

Bahkan kue ini juga menjadi lambang bagi mereka yang menikmati untuk bisa hidup bersama-sama dengan keluarga, dengan penuh tekat dan kerukunan hingga akhir hayatnya. Selain itu, bagi orang lain yang menikmati kue keranjang juga dipercaya akan diberikan umur yang lebih panjang. Sehingga kue ini akan selalu ada di setiap perayaan imlek.

Barongsai dan Aksesorisnya

Selain pernak-pernik imlek di atas, ada salah satu pernak-pernik yang tak bisa lepas dari perayaan imlek setiap tahunnya, yaitu barongsai. Barongsai sendiri merupakan sebuah tarian yang diiringi dengan musik khas China dan dimainkan oleh 2 – 3 orang di dalamnya. 



Biasanya Barongsai menjadi salah satu pertunjukan khas China yang akan selalu meramaikan perayaan imlek setiap tahunnya. Kamu sendiri bisa melihat pertunjukan Barongsai di pusat-pusat perbelanjaan, jalanan umum, atau bahkan tempat lainnya.

Petasan


Satu lagi yang tak boleh ketinggalan saat perayaan imlek menjelang, yaitu petasan. Meskipun saat ini petasan sering dijadikan sebagai mainan khas anak-anak atau bahkan orang dewasa. 

Namun, di balik bunyinya yang keras dan beragam ini. Petasan memiliki arti dan simbol tersendiri bagi warna China khususnya keturunan Tionghoa. Konon dulunya, petasan digunakan untuk mengusir mahkluk-mahkluk yang sering membuat keonaran. Dengan suaranya yang keras, dipercaya petasan mampu mengusir mahkluk jahat dari kehidupan seseorang. Tak heran jika kebanyakan orang Tionghoa membunyikan petasan saat perayaan imlek menjelang.

Nah, dari sekian banyaknya pernak-pernik tema Imlek di atas, buat kamu yang merayakan Imlek 2019 dan tidak sempat berburu aksesoris di mall karena berbagai kesibukan, kini saatnya memilih iLotte.com yang memiliki banyak pilihan yang beragam dengan harga yang dibandrol lebih terjangkau.

Kamis, 17 Januari 2019

Meluangkan Waktu Sejenak Untuk Memahami Reksa Dana Syariah

Sebagai agen properti, banyak hal yang harus saya ketahui tentang dunia keuangan, yang selama ini bahkan nggak saya pahami sama sekali. Hingga suatu saat ada calon klien minta dicarikan info tentang KPR Syariah. 

Saat ini memang bermunculan pembiayaan-pembiayaan yang berbasis ekonomi Syariah di Indonesia. Seperti yang kita tahu hal ini juga menunjang kondisi masyarakat Indonesia yang memang mayoritas muslim. 


Ya..ya.. ya, katakanlah begini, saat seseorang sudah menjaga makanan yang masuk ke dalam tubuhnya, diolah dengan cara yang halal, tentu saja ia pun menginginkan semua aspek dalam kehidupannya juga dilakukan secara halal termasuk urusan duit. Ye, kan?




Kenapa demikian? 

Ya tentu saja untuk menghindarkan diri dari segala sesuatu yang haram atau bertentangan dengan hukum Syariah, yang diantaranya bisa berbentuk judi (maisir), penawaran palsu (najazy), suap (risywah), penipuan (tadlis), penimbunan (ikhtikar), ketidakadilan (zhulm), tidak bermanfaatan (mudarat) dan juga bunga baik dalam bentuk jual-beli maupun simpan-meminjam (riba).  Di samping itu sistem ekonomi Syariah ini juga diharapkan dapat membawa manfaat bagi orang banyak. 

Yang seperti inipun rasanya juga diajarkan oleh semua agama tetapi dengan penerapan yang berbeda ya?. 

Ngomong-ngomong tentang pembiayaan berbasis Syariah, tidak hanya KPR saja lho, bahkan Reksa Danapun saat ini juga telah mengeluarkan produk Syariah yang tentu saja diharapkan makin membuat banyak orang tertarik untuk melakukan investasinya dengan cara tersebut.  Selain itu, juga menghindarkan dari yang namanya investasi bodong.


Oh ya,  kapan waktu saya pernah berbagi tentang pentingnya berinvestasi melalui Reksa Dana. Sudah baca?


Nah, setelah saya ngobrol-ngobrol dengan teman-teman yang mempercayakan investasinya pada Reksa Dana Syariah, beberapa hal berikut yang makin memantapkan pilihannya : 

  • Reksa Dana Syariah adalah Reksa Dana yang beroperasi sesuai dengan ketentuan dan prinsip syariah Islam, baik dalam bentuk akad antara pemodal sebagai pemilik harta dengan Manajer Investasi.
  • Para pemodal secara kolektif mempunyai hak atas hasil invetasi reksa dana, di mana para pemodal tersebut berhak atas bagi hasil sampai saat ditariknya kembali penyertaan itu.
  • Penempatannya hanya pada Daftar Efek Syariah (DES)
  • Daftar Efek Syariah (DES) nya merupakan perusahaan terbuka yang memenuhi kepatuhan Syariah dan efek diterbitkan sesuai dengan akad syariah, sesuai peraturan terkait penerbitan efek syariah
  • Unit Pengelolaan Investasi Syariah (UPIS)nya diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah yang direkomendasikan Dewan Syariah Nasional dan memiliki izin Ahli Syariah Pasar Modal 
Sayapun manggut-manggut aja saat teman itu menjelaskan, dan iapun menambahkan bahwa saat ini dia mempercayakan investasi Reksa Dana Syariahnya pada MAMI (Manulife Asset Management)  yang dianggapnya amanah sebagai Manajer Investasinya karena memiliki ijin sebagai Pihak Penerbit Efek Syariah dan terdaftar serta diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Gimana?
Sudah sedikit tercerahkan ?

Yes, jadi agen properti emang kudu melek ya.. ahay... !
2019 Makin pinter nih saya..





Selasa, 15 Januari 2019

Ada Yang Dahsyat Dari MakaroniBrayy Cemilan Khas Bandung Yang Bikin Gregeettzz

Saya itu paling lemah kalau ada makanan yang berbau makaroni.  Mau diolah jadi sup campur sosis, mau diolah jadi pastel tutup, mau jadi makaroni schotel, atau bahkan jadi camilan kriuk-kriuk, semua bakalan bikin saya tak mampu menolaknya. 

Apalagi kalo camilan itu gurih, asin, dan pedes.. Wuih rasanya bakal tak kekepin sendiri, dan gak bakalan ada yang boleh minta (pelit kan? iya, pelit.. biarin aja kali..) 




Nah.. sayangnya, kadang kalo beli makaroni cemilan kriuk-kriuk sembarangan itu, berakhir dengan saya batuk dan kalau sudah gitu, sedih deh soalnya gak bisa kerja. Mana target #HutangLunas2019 kudu segera terpenuhi pula. (lha, malah curcol hahaha). 

Jaman kecil dulu, bahkan saya bener-bener dibatesin untuk cemilan-cemilan berperisa. Mangkanya, saya super sensitif kalo cari cemilan padal saya ini hobi ngemil !

Terus gimana dong?
Ya, akhirnya kudu cari yang bener-bener aman, dan salah satu cemilan makaroni yang aman adalah MakaroniBrayy !! Yay !!



Awalnya sih, saya dapat kiriman temen, katanya 
"Nyah, cobain ini ada makaroni wenak. Aku sudah nyobain, dan pasti kamu cocok. Makaroninya empuk banget, dan juga gak bikin serik" 

Pertamanya sih saya udah underestimate aja nih, yang namanya makaroni kriuk-kriuk kan yah paling sama wae. Eh, ternyata pas saya cobain satu .. Gregets buangets!!



Yes ! Namanya #MakaroniBRAYY - Cemilan Khas Bandung yang emang terkenal dengan cemilan yang pedes dan gurihnya. MakaroniBRAYY ini punya 3 varian rasa, yaitu rasa keju, Pedas Seblak & Pedas Bawang Jeruk. Dan saya sudah cobain semuanya !!

MakaroniBrayy Rasa Keju

Sebagai pecinta keju, kalo ngeliat varian keju, sudah pasti pertama kali yang saya ambil ya yang rasa keju. Dan MakaroniBrayy rasa keju ini emang beneran ngeju... huhuhu.. Sungguhpun saya sangat pelit dan tidak mau berbagi yang varian ini sama Nico .. enak banget, dan nggak ngebosenin. 

MakaroniBrayy Rasa Keju

MakaroniBrayy Pedas Seblak

Kalau rasa yang satu ini cocok buat penggemar pedes. Pedes gurihnya lumayan nampol, tidak terlalu sadis tapi cukup bikin lidah kayak kegigit. Haahha.. kalo yang ini kesukaannya Nico, sebungkus dia abisin sendiri.. 

MakaroniBrayy Pedas Seblak

MakaroniBrayy Pedas Bawang Jeruk

Nah.. ini rasa yang unik, Brayy !! Kalo tadi pedas seblak cenderung pedas gurih, kalo yang pedas bawang jeruk lebih variatif rasanya. Wanginya daun jeruk di setiap butirnya bikin lidah ini nggak berhenti ngemil. Enak banget !

MakaroniBrayy Pedas Bawang Jeruk

Kelebihan dari MakaroniBrayy Cemilan khas Bandung ini selain bentuknya yang kering tapi renyah dan tidak mengurangi rasa asli makaroni itu sendiri juga diolah secara higienis dengan paduan bahan rempah alami mangkanya nggak bikin serik meskipun rasanya cukup kuat di lidah. Buktinya, abis 3 bungkuspun saya tetep ketagihan tanpa takut batuk.

Nggak cuma itu aja, kemasannya yang menurut saya cukup elegan ini sangat praktis dibawa kemana-mana apalagi buat saya yang emang "anak jalanan" iki hahaha..

Wes, pokoknya MakaroniBrayy Cemilan Khas Bandung ini cucok meong buat siapa aja, mau tua muda (empuk banget dan gak bikin sakit di gigi dan gusi) , dan juga cowok ataupun cewek. Nico aja doyan, masa kamu nggak?


Oh ya, MakaroniBrayy Cemilan Khas Bandung ini bisa diperoleh di marketplace seperti BukaLapak, dll dengan harga super manja dan murah, cuma Rp 15ribu untuk kemasan isi 110 gram ya :)



Rabu, 28 November 2018

Memahami Kemudahan dan Risiko Program Fintech Peer To Peer Lending Bagi Konsumen



" Apakah  seseorang yang bermasalah dengan pinjaman di program fintech akan bermasalah juga dengan BI Checking saat akan mengajukan KPR? " 

Begitu kira-kira pertanyaan seorang peserta "Ngobrol Tempo : Sosialisasi Program Fintech Peer to Peer Lending : Kemudahan dan Risiko Untuk Konsumen " , Selasa, 27 November 2018  di Kaya Resto & Coffee Holic Surabaya. 


Sebelum masuk dalam pembahasan lebih lanjut, sebenarnya kalian sudah paham belum sih apa yang disebut dengan program Fintech?


Yes, seiring dengan perkembangan era digital belakangan ini, anak-anak muda jaman now, berlomba-lomba untuk menciptakan suatu karya yang diharapkan dapat mempermudah  aktivitas dan kehidupan manusia melalui berbagai program startup, yang salah satunya adalah pada bidang Fintech.


Fintech yang berasal dari kata "financial" dan "technology" ini merupakan sebuah inovasi di bidang jasa keuangan. Sedangkan Peer to Peer Lending atau selanjutnya kita sebut dengan P2P Lending merupakan program Fintech yang melayani pinjaman dana bagi pelaku UMKM yang bertujuan memutus batas-batas ketradisionalan dalam proses pinjam-meminjam uang dalam lingkup masyarakat. 


Masalahnya, meski sudah beredar di masyarakat, banyak orang yang masih belum memahami dengan jelas program Fintech ini, sehingga banyak di antara mereka yang kemudian terjebak pada berbagai risiko negatif seperti penyalahgunaan data kontak nasabah hingga cara penagihan yang bisa dibilang tidak beretika. 


Sosialisasi Program Fintech ini menghadirkan 3 narasumber, yaitu :

1. Semuel A. Pangerapan - Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika (Aptika) 
2. Agus Kalifatullah Sadikin - Head of Partnership PT Ammana Fintek Syariah
3. Andri Madian - Chef Marketing Officer Akseleran 



Acara yang dimoderatori oleh Ali Nuryasin (Redaktur ekonomi Tempo) ini dibuka dengan penjelasan dari  Semuel A. Pangerapan yang meyakini bahwa Indonesia sebenarnya memiliki semua komponen yang dapat menjadi kekuatan ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2030, asalkan bisa bertransformasi ke ekonomi digital. Dan transformasi ke era digital tersebut bisa dilihat dalam bentuk transaksi yang tidak harus bertatap muka, melainkan beralih pada screen to machine. 


Lebih lanjut lagi, beliau menggambarkan bahwa ada 7 komponen dalam Peta Jalan e-Commerce yang berisi arahan dan langkah-langkah penyiapan dan pelaksanaan perdagangan yang transaksinya berbasiskan serangkaian perangkat dan prosedur elektronik.





Sedangkan yang termasuk dalam tujuh komponen Peta Jalan E-commerce ini adalah :

1. Pendanaan 
Optimalisasi pendanaan untuk UMKM digital dan start up e-commerce
2. Perpajakan
Penyederhanaan kewajiban perpajakan
3.  Perlindungan konsumen
Perlindungan konsumen dan pelaku industri dengan regulasi
4.  Pendidikan dan sumber daya manusia
Edukasi masyarakat dan pengambil kebijakan mengenai e-commerce
5.  Infrastruktur  Komunikasi
Peningkatan infrastruktur komunikasi sebagai fondasi e-commerce
6. Keamanan siber (cyber security) 
Penguatan sistem keamanan siber untuk meningkatkan keamanan transaksi online
7. Perlindungan konsumen
Perlindungan konsumen dan pelaku industri dengan regulasi

Melihat ketujuh komponen tersebut, maka pemerintah merasa perlu mengedukasi masyarakat dan pengambil kebijakan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan e-commerce terutama mengenai perusahaan fintech yang legal dan yang ilegal. 


Memahami Kemudahan dan Risiko Program Fintech Peer To Peer Lending Bagi Konsumen

Oh ya, pernah mendengar isu miring di mana perusahaan fintech melakukan penagihan dengan cara yang kurang beretika dan "menyedot" data kontak peminjam? 


Hmm.. ternyata hal itu termasuk tindakan ilegal dan bertentangan dengan Pasal 26 UU ITE tentang Perlindungan Data Pribadi dalam UU ITE.  Jika hal ini terjadi, Aptika akan menjadi lembaga yang bisa membantu memberikan jalan keluar atas permasalahan tersebut dan ada sanksi yang akan dikenakan kepada operator atau bank pemegang data berkaitan dengan hal tersebut. 




Karena itu, sebelum melakukan proses pinjam-meminjam, kita diharapkan berhati-hati dalam memilih perusahaan Fintech yang memang sudah masuk dalam daftar OJK agar tidak bermasalah di kemudian hari, misalnya dengan memperhatikan platform, bunga, denda, dan perusahaannya. 


Nggak cuma itu, Rek. Ada beberapa tips yang kudu dan wajib kamu tahu sebelum sebelum meminjam di Fintech P2P Lending : 





Sebagai tambahan informasi, saat ini, ada 73 perusahaan fintech P2P Lending yang daftarnya dapat kamu lihat di website OJK.  Perusahaan-perusahaan fintech tersebut memperoleh izin yang berlaku selama setahun, di mana untuk mendapatkan izin fintech tersebut harus memperoleh ISO 27001. 

Gimana, masih ragu dengan program Fintech P2P Lending? 

Sebenarnya program ini sangat membantu sekali terutama bagi UMKM yang benar-benar membutuhkan dana untuk usaha, dengan catatan dipergunakan secara produktif dan tidak dipergunakan untuk hal-hal yang konsumtif. 

Di samping itu Fintech P2P Lending juga menawarkan berbagai kemudahan seperti proses pengajuan secara online yang memudahkan pengajuan pinjaman

Meski demikian, yang harus kamu pahami bahwa Fitench P2P Lending menerapkan bunga yang lebih tinggi dari perbankan konvensional, sekitar 18-21 persen setahun karena tidak adanya aset yang diagunkan, dan yang digunakan  adalah invoice atau SPK 


Salah satu fintech yang direkomendasikan, di antaranya adalah  Ammana yang menargetkan pada UMKM mikro.




Kelebihan dari Ammana ini adalah tidak memberikan denda saat peminjam mengalami tunggakan pembayaran. Meski demikian, ada regulasi khusus yang menyangkut perlakuan yang diberikan pada peminjam, di mana ketentuan tersebut sudah harus dipahami dengan baik sebelum melakukan transaksi termasuk harus memiliki usaha terlebih dahulu saat melakukan pinjaman. Selain itu, di program Ammana ini, para investor dapat melakukan investasi online, tetapi untuk UKM hanya bisa dilakukan secara offline karena harus melakukan verifikasi dan pendampingan terhadap peminjam. 


Berbeda dengan Akseleran, program Fintech yang satu ini dapat melayani peminjaman hingga lebih dari Rp200 juta , tentu saja dengan berbagai ketentuan yang ditetapkan misalnya :

1. Berlokasi di luar wilayah Jabodetabek, Banten, atau Bandung
2. Sudan memiliki laba bersih setidaknya di satu tahun terakhir sebelum mengajukan pinjaman.
3. Memiliki laporan keuangan yang akan dicross check dengan rekening koran setidaknya 3 bulan terakhir.

Namun, apapun program layanan Fintech yang diambil, yang harus digaris besari para pelaku UKM adalah bagaimana mereka memahami secara benar sistem kerja fintech tersebut agar tidak mengalami kemacetan dalam hal pencairan dana, besaran bunga, dan proses pembayaran. 


Oh ya, sebelum kuakhiri ngobrol-ngobrol tentang #PahamiFintech ini,  kembali ke pertanyaan di awal tadi " Apakah  seseorang yang bermasalah dengan pinjaman di program fintech akan bermasalah juga dengan BI Checking saat akan mengajukan KPR? " 

Ternyata tidak, sebab hingga saat ini fintech tidak terhubung dengan sistem perbankan dan pelaku fintechpun tidak punya wewenang untuk melakukan BI Checking atas calon peminjam.

Terakhir, jika dalam perjalanan waktu kamu mengalami masalah dengan Fintech, adukan saja ke @aduankonten untuk ditindaklanjuti oleh Kominfo dan OJK ke depannya.

Gimana? Tak sulit kan #PahamiFintech?

Yes, sebagai generasi Millenial kita kudu dan wajib melek terhadap semua hal yang berbau teknologi, termasuk masalah financial technology ini. Ya nggak?

Pict by : Kakak Niar



Kamis, 15 November 2018

Traveloka Eats Dulu, Kulineran Nang Suroboyo Kemudian



Sudah nonton film Aruna dan Lidahnya? Atau kalau memang belum, tapi pasti tahu kan kalau di sekitar pertengahan Bulan September 2018, sebuah film yang dibintangi oleh Dian Sastrowardoyo, Nicholas Saputra, Hannah Al Rasyid dan Oka Antara ini sempat booming terutama di kalangan pecinta kuliner. 

Lha, kenapa begitu? Yes, sebab film yang diadaptasi dari buku novel karangan Laksmi Pamuntjak ini menceritakan tentang banyak pengetahuan tentang keberagaman kuliner di Indonesia, di mana penonton akan dibawa berpetualang menuju satu tempat ke tempat lain untuk mencicipi berbagai kelezatan kuliner di Indonesia. Dan, salah satu kota yang menjadi persinggahan film tersebut adalah SURABAYA ! 


Bagian serunya, di awal Bulan November kemarin, tepatnya 2-4 November, saya dan Nico beserta para foodiesnya Surabaya mendapat undangan secara langsung dari Tim Traveloka Eats untuk mengikuti Culinary Trip selama 3 hari yang temanya  EATSXARUNADANLIDAHNYA barengan #TEMANKULINERAN. 


Yes ! Acara ini memang terinspirasi dari film Aruna dan Lidahnya tersebut. Namun, tidak semua perjalanan wisata kuliner kali ini sesuai dengan spot-spot yang ada di film tersebut. Demikian juga tidak semua spot yang kami kunjungi juga ada di dalam film itu, tapi semua tidak mengurangi keseruan acara yang sangat-sangat menyenangkan dan mengenyangkan buat kami ber-30 ! Seperti apa keseruannya? Yuk, mari kita kita mulai dari : 


Hari 1 : Jumat, 2 November 2018 
Jam 9 pagi kami, para peserta diwajibkan untuk kumpul dan melakukan registrasi di Hotel Harris Gubeng. (FYI, untuk kelancaran acara, semua peserta mendapatkan fasilitas untuk menginap di hotel tersebut selama 3D2N) Asiknya, karena profesi saya dan Nico sama, so kami boleh ikut berdua dan sudah pasti sekamar dong ya (ini gak perlu dibahas kan, ya sebenernya?)
Untuk review hotel nanti di post terpisah ya. 

Nah, di hari pertama, apa aja sih yang kuliner yang aku santap di hari pertama ? Siap-siap yak ! Ini dia...









Hari 2 : Sabtu, 3 November 2018 


Jadi, sebenarnya di pagi hari kedua ini, kami mendapat jatah breakfast di hotel, tapi karena kedudulan saya dan terlalu bersemangat haha-hihi, tumben tumbenan lupa foto. Tapi yang jelas, menu-menu di resto Harris Gubeng tak perlu diragukan lagi. Kalau kamu sempat makan di sana, jangan lupa cobain wafflenya ya ! Semua teman sepakat bilang wafflenya top markotop 


Baca juga : Marketplace Addicted Buffet Lunch Harris Gubeng : Wajib Coba Makan Di Sini, Gengs !


Siap lanjut ke cerita di hari kedua? Yuk mari, longgarkan ikat pinggang dulu, yak. 








Ahhh.. hari yang melelahkan, menyenangkan, dan sekaligus mengenyangkan sangat! Tapi, herannya menurut cerita teman-teman dan termasuk saya juga, begitu sampai hotel beberapa di antara kami masih laper lho.. Kok bisa ya? 


Untung saja, saya sempat menculik beberapa jajan di mobil untuk bontotan di kamar, sementara temen lain memilih untuk pesen Go-food atau keluar lagi makan malam  tahap ke-dua ! Bener-bener amazing kalian, Gengs!

Masih belum bosan kan?

Yuk, mari lanjut ke :

Hari 3 : Minggu, 4 November 2018 



Oke, sampailah kita di hari ke-tiga !


Seperti yang sebelumnya, pagi ini kami diminta kumpul jam 7 pagi buat mengenyangkan perut di hari terakhir ! 

Dasar sudah laper di malam sebelumnya tapi males keluar makan, pagi hari saya sudah kelaparan dan ribut aja mau sarapan di hotel. Lha, pas woro-woro ngajak temen saya Mr. Boo buat makan, eh dia bilang nggak dapet sarapan di hotel pagi itu huhuhu.. Gatot buat foto deh.. 

Tapi, gpp sih, terobati juga dengan perjalanan pagi ke BUBUR AYAM SPENSIX yang ada di Jalan Jawa. 

Bubur ayam yang dibandrol dengan harga per porsi sekitar Rp 14.000 dan Rp 18.000 jika lengkap dengan rempelo ati ini ternyata emang enak.. huhuhu.. kenapa baru tahu hari itu ya? Padahal, saya sebenarnya bukan penggemar bubur.  Bahkan, Mbak Yuniari yang katanya ga doyan bubur (akhirnya mesen setengah porsi) juga bilang enak..  Nah, lho !

Setelah kenyang dengan snack pagi itu (( SNACK )), kami diajak untuk melihat simbol kebanggaan arek-arek Surabaya yaitu TUGU PAHLAWAN.  Nggak perlu pakai guide, sebab, ternyata para pendamping kelompok kami (kami dibagi jadi 4 kelompok) adalah Guide handalnya Surabaya, alias mantan Cak dan Ning Surabaya . Hohoho. Asik tenan kan?

Apalagi, guide kelompok kami, kelompok 3 adalah Cak Teddy , yang adalah Cak Suroboyo 2015. Mantull ! 

Nah, setelah dari TUGU PAHLAWAN, kami diajak cari oleh-oleh di Pasar Genteng. Dan saya memberli sebungkus IKAN LIDAH ASIN , PETIS SASETAN dan PINGGIRAN SPIKU ! hahahaha. emak-emak banget kan?

Puas belanja, kami masih diajak snacking lah. Kemana kali ini? 

Yes, kami akan mencoba mencicipi rujak cingur Ahmad Jais yang seporsinya Rp 70.000 dan setempehnya, Rp 1.050 jeti untuk 15 porsi. Yoopo perasaanmu, Rek? makan rujak cingur sejeti ? hahaha.

Emang enak sih, bumbunya gurih, pekat dan cingurnya emfuk nget.. Tapi, yang namanya rujak cingur yo wes ngono ae lah kalo nurut aku. 
Rujak cingur Ahmad Jais , sejeti lima puluh rebu
Nah, setelah puas menikmati rujak sejeti itu, kami masih diajak untuk nge-game di Pasar Atom yang legendaris juga. Bayangin aja sih, wes kenyang disuruh playon.. hulala ~ 



Sayangnya, kami nggak menang game meski ada kejadian handphone yang melayang dan LCDnya pecah huhuhu.. ~  Tapi, seru kok ya . Lumayan membakar kalori setelah digeber makanan 3 hari full !

Dan setelah kami semua diajak makan siang sekaligus penutupan di SOTO AYAM CAK HAR MEER ! Huhuhu.. jadi selesai nih acaranya ? Selesai? Iya !! Selesai ! Kalau dilamain jadi seminggu, aku bakal menggembul nih hahaha..

Oke deh, itu cerita panjangku tentang pengalaman Culinary Trip bersama Traveloka Eats.
Eh, btw sekarang aku jadi keranjingan ngreview di sana, karena bisa dapet point yang kalau terkumpul bisa dibuat mamam-mamam enak lagi. Plus banyak special offer yang bikin nagih.. Buruan, jangan sampai nggak update !

Akhir kata (cieee) , terimakasih tim Traveloka Eats ! Jangan bosan ajak saya lagi ya. Saya ini orangnya nurut kok hahaha.. 

Tim kami selama 3 hari : Nic, Sisca, Nyonyakece, Venda, Nena, dan Cak Teddy